MerahPutih.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menyatakan wabah hantavirus yang melanda kapal pesiar MV Hondius telah berakhir sejak beberapa pekan lalu.
Namun, kabar terbaru dari Venezuela negara di kawasan Amerika Selatan menunjukkan ancaman virus ini belum sepenuhnya usai.
Baca juga:
Wabah Hantavirus Kapal Pesiar MV Hondius Akhirnya Berakhir, 13 Positif 3 Meninggal
Hari ini Rabu (22/7), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Venezuela mengonfirmasi tiga kematian pasien akibat hantavirus di Negara Bagian Anzoategui yang terjadi Selasa kemarin.
Kami melaporkan tentang kematian tiga pasien di Negara Bagian Anzoategui dengan diagnosis terkonfirmasi hantavirus,
Kemenkes Venezuela.
Kasus Baru di Venezuela Diduga Bukan Penularan Antar Manusia
Di luar kasus tiga kematian di Anzoategui, Kemenkes Venezuela menambahkan ada dua petugas kesehatan dilaporkan meninggal di Negara Bagian Barinas.
Baca juga:
Dinkes DKI Jakarta Temukan 3 Kasus Positif Hantavirus, 6 Suspek Masih Dipantau
Namun, hingga kini penyebab kematian keduanya masih dalam penyelidikan tim kemenkes. Otoritas kesehatan Venezuela juga menegaskan kedua insiden tidak saling berkaitan dan hasil investigasi akan diumumkan kemudian.
Virus ini ditularkan hewan pengerat di area pertanian, terutama lewat hirupan partikel dari urin, feses, atau air liur di ruang tertutup. Tidak ada bukti ilmiah tentang penularan virus ke sesama manusia di negara ini,
Kemenkes Venezuela.
Apa Itu Hantavirus?
Hantavirus adalah sekelompok virus yang ditularkan ke manusia melalui kontak dengan hewan pengerat. Virus ini dapat menyebabkan dua penyakit utama:
- Demam berdarah dengan sindrom ginjal (HFRS)
- Sindrom paru hantavirus (HPS)
Penularan biasanya terjadi melalui inhalasi partikel dari urin, feses, atau air liur tikus di lingkungan tertutup.
Baca juga:
Kasus Hantavirus Melonjak di Argentina, Tempat Awal MV Hondius Memulai Pelayaran
Mengenal Patogen Zoonosis dan Kaitannya dengan Hantavirus yang Mewabah di MV Hondius
Kronologi Wabah MV Hondius
Wabah hantavirus pertama kali mencuat pada awal Mei di kapal pesiar berbendera Belanda, MV Hondius, yang berlayar dari kawasan Amerika Selatan Argentina menuju Tanjung Verde di Afrika.
Sebanyak 13 kasus terkonfirmasi dengan tiga kematian setelah kapal pesiar berlabuh di sejumlah negara. Penumpang kemudian dievakuasi, sementara kapal yang membawa jasad korban berlayar menuju Rotterdam.
Setelah lebih dari lima pekan, WHO akhirnya mengumumkan wabah penyebaran virus hantavirus dari klaster kapal pesiar MV Hondius telah berakhir pada awal Juli lalu. (*)

