Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik

Ilustrasi HIV/AIDS. (Foto: Pexels/Anna Shvets)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan pentingnya masyarakat untuk tidak takut melakukan pemeriksaan tes HIV/AIDS.

Pemerintah tengah memperluas akses deteksi dini sebagai langkah utama menekan penyebaran virus sekaligus memastikan pengidap HIV segera mendapatkan pengobatan.

Baca juga:

Kasus Baru HIV/AIDS Meningkat di Solo, 80 Persen Kasus Diklaim Pada Warga Luar Kota

Semakin Cepat Diketahui, Semakin Baik

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal (Plt Dirjen) Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni, menekankan bahwa pemeriksaan HIV tidak perlu ditakuti.

“Mengetahui status HIV sejak dini merupakan langkah penting untuk melindungi diri sendiri, pasangan, dan keluarga,” kata dr. Andi, Minggu (26/7).

Menurut Andi, semakin cepat seseorang mengetahui status HIV, semakin besar peluang menjaga kesehatan diri sekaligus melindungi orang-orang di sekitarnya.

Baca juga:

Ternyata Tes HIV Tidak Bisa Cuma Sekali, Harus 3 Kali

Setop Stigma Negatif HIV/AIDS

Kemenkes juga mengingatkan pentingnya menghentikan stigma terhadap orang dengan HIV (ODHIV). Edukasi yang benar dinilai krusial agar masyarakat tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan dan menjalani pemeriksaan ketika memiliki faktor risiko.

Andi menegaskan HIV kini dapat dikendalikan melalui terapi antiretroviral (ARV). Kemenkes menekankan keberhasilan penanggulangan HIV/AIDS tidak hanya diukur dari berkurangnya kasus baru, tetapi juga dari semakin banyak masyarakat yang menjalani tes, memulai pengobatan tepat waktu, dan konsisten dengan terapi.

HIV dapat dikendalikan dengan pengobatan yang diminum secara teratur, sehingga orang dengan HIV dapat hidup sehat, produktif,

Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr. Andi Saguni

Poin Penting Segera Melakukan Tes HIV/AIDS

  • Program: Perluasan layanan tes HIV di rumah sakit, puskesmas, klinik, hingga komunitas

  • Tujuan: Deteksi dini, memulai pengobatan tepat waktu, mempertahankan terapi berkelanjutan

  • Terapi: ARV (antiretroviral) untuk mengendalikan HIV

  • Manfaat: Menekan penularan, menjaga kesehatan ODHIV, melindungi keluarga dan pasangan

(Asp)

#HIV/AIDS #Kemenkes #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Viral Video dan Foto Menkes Dinarasikan Sesak Nafas Akibat Kahutla, Ini Kata Kemenkes
Menkes pada saat itu hanya ingin memberikan informasi dan edukasi dengan menunjukkan fasilitas rumah oksigen dan memastikan layanan oksigen bisa diberikan ke masyarakat.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 25 Oktober 2026
Viral Video dan Foto Menkes Dinarasikan Sesak Nafas Akibat Kahutla, Ini Kata Kemenkes
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Indonesia
Kemenkes Kirim Lebih daripada 2.000 Nakes untuk Tangani Dampak Kesehatan Karhutla
Kemenkes mengungkapkan ada 7 provinsi serta 63 kabupaten dan kota terdampak karhutla.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Kemenkes Kirim Lebih daripada 2.000 Nakes untuk Tangani Dampak Kesehatan Karhutla
Indonesia
Hasil Cek Kesehatan Gratis, 2,95 Juta Orang Alami Gangguan Mata, Bisa Alami Kebutaan
Banyak dari orang-orang itu tidak menyadari bahwa dirinya punya gangguan penglihatan, dan menunda tindak lanjut hingga terlambat atau buta permanen.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Hasil Cek Kesehatan Gratis, 2,95 Juta Orang Alami Gangguan Mata, Bisa Alami Kebutaan
Indonesia
Kemenkes Bakal Bangun 1.988 Puskesmas Baru, Rombak Wajah Layanan Kesehatan
Wamenkes menekankan pentingnya kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan untuk mengimbangi modernisasi fasilitas medis.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Kemenkes Bakal Bangun 1.988 Puskesmas Baru, Rombak Wajah Layanan Kesehatan
Lifestyle
Influenza A Merebak, Gunakan Masker Buat Kurangi Risiko Penularan
Influenza menular melalui melalui partikel pernapasan yang dikeluarkan ketika penderita batuk, bersin, berbicara, atau bernapas,
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Influenza A Merebak, Gunakan Masker Buat Kurangi Risiko Penularan
Bagikan