Pemerintah Buka 25 Prodi Dokter Spesialis Baru, bakal Disebar di Daerah Tertinggal

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 02 September 2026
Pemerintah Buka 25 Prodi Dokter Spesialis Baru, bakal Disebar di Daerah Tertinggal

Ilustrasi dokter. (Pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PEMERINTAH membuka 25 program studi (prodi) baru Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit atau hospital-based. Pelayanan kesehatan ini tersebar di seluruh wilayah Indonesia, khususnya di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pemerintah telah menerbitkan izin operasional bagi 25 prodi baru PPDS berbasis Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama (RSPPU).

Program tersebut menjadi salah satu bentuk afirmasi bagi dokter, khususnya putra-putri daerah, untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memenuhi kebutuhan tenaga dokter spesialis di wilayah prioritas.

Penyelenggaraan PPDS RSPPU menjadi langkah strategis pemerintah untuk menutup kesenjangan kebutuhan dokter spesialis yang masih mencapai sekitar 65.000 orang di Indonesia. Selain meningkatkan jumlah tenaga spesialis, program ini juga diarahkan untuk mendorong pemerataan akses pelayanan kesehatan hingga ke daerah pelosok.

PPDS RSPPU merupakan program pendidikan dokter spesialis yang diselenggarakan langsung di rumah sakit yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Seluruh program dijalankan di rumah sakit pendidikan yang bermitra dengan perguruan tinggi untuk memastikan standar pendidikan dan kompetensi lulusan tetap terjaga.

Baca juga:

Kemenkes Wajibkan Skrining Psikologis dan Transparansi Rekrutmen PPDS Demi Kualitas Dokter Spesialis


Sejak diluncurkan pada 2024, program PPDS RSPPU telah diselenggarakan di enam rumah sakit. Dengan tambahan 25 prodi baru pada tahap pertama 2026, jumlah program studi PPDS RSPPU kini mencapai 31 prodi. Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan pembukaan prodi baru tersebut merupakan bagian dari percepatan pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di Indonesia.

Pada tahap pertama 2026, sebanyak 25 prodi yang memperoleh izin terdiri atas 11 prodi spesialis dasar dan 14 prodi rumpun kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi (KJSU). Pemerintah juga memastikan perluasan program akan terus dilakukan hingga akhir tahun. Pada tahap berikutnya, puluhan program studi baru kembali akan didorong untuk memperoleh izin penyelenggaraan.

"Pada tahap kedua 2026, sebanyak 30 program studi spesialis juga akan didorong memperoleh izin penyelenggaraan pada Oktober 2026, terdiri atas 13 Prodi Spesialis Dasar dan 17 Prodi Spesialis KJSU," kata Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Selasa (1/9).

Selain memperluas kapasitas pendidikan dokter spesialis, pemerintah juga menyiapkan skema pembiayaan yang dirancang lebih terjangkau untuk mendukung pemerataan kesempatan pendidikan. Kontribusi biaya penyelenggaraan PPDS, baik untuk prodi yang telah berjalan maupun prodi baru, berlaku secara resiprokal antara rumah sakit pendidikan dan perguruan tinggi.

Keberpihakan terhadap daerah juga menjadi salah satu fokus utama dalam program ini. PPDS RSPPU dikonsep untuk memberikan kesempatan lebih besar kepada putra-putri daerah, dengan penempatan kerja pascapendidikan yang telah direncanakan sejak awal. Dengan skema tersebut, lulusan diharapkan dapat kembali mengisi kebutuhan tenaga spesialis di wilayah prioritas sesuai dengan perencanaan nasional. Langkah itu sekaligus menjadi upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat di daerah 3T memiliki akses yang lebih merata terhadap pelayanan kesehatan spesialistik.

Seleksi peserta didik PPDS RSPPU untuk 25 program studi baru tersebut dijadwalkan resmi diluncurkan pada Kamis, 3 September 2026.

Sebanyak 25 prodi baru PPDS RSPPU bermitra dengan sembilan perguruan tinggi negeri, yakni Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Padjadjaran (UNPAD), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Hasanuddin (UNHAS), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Udayana (UNUD), Universitas Brawijaya (UB), dan Universitas Indonesia (UI).

Untuk 11 prodi spesialis dasar, pemerintah membuka Program Studi Anestesiologi dan Terapi Intensif di RSUP Fatmawati, RS Ortopedi Prof. dr. Soeharso Surakarta, serta RSU Hermina Depok. Program Studi Obstetri dan Ginekologi dibuka di RSAB Harapan Kita dan RSIA Bunda Jakarta. Sementara itu, Program Studi Radiologi tersedia di RSUP Prof. dr. R. D. Kandou Manado, RSUP Persahabatan, dan RSUP Dr. M. Djamil.

Selain itu, Program Studi Ilmu Penyakit Dalam dan Ilmu Kesehatan Anak diselenggarakan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Adapun Program Studi Ilmu Bedah dibuka di RSUD dr. Iskak Tulungagung. Sementara itu, untuk 14 prodi rumpun KJSU dan spesialis unggulan lainnya, pemerintah membuka Program Studi Bedah Saraf di RS Pusat Otak Nasional dan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.

Program Studi Bedah Thorax Kardiovaskuler diselenggarakan di RSUP H. Adam Malik dan RSUD Dr. Saiful Anwar. Program Studi Urologi dibuka di RSUD Dr. Moewardi serta RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah. Selanjutnya, Program Studi Jantung dan Pembuluh Darah tersedia di RSUP Dr. Mohammad Hoesin, RSU Murni Teguh, dan RSUD dr. Soedarso.

Ekspansi pendidikan dokter spesialis juga mencakup Program Studi Kedokteran Nuklir di RSUP Dr. Kariadi. Program Studi Spesialis Kesehatan Mata dibuka di Jakarta Eye Centre (JEC) Kedoya dan RSU Murni Teguh Memorial Hospital.

Sementara itu, Program Studi Orthopaedi dan Traumatologi masing-masing dibuka di RSD dr. Soebandi, RSPAD Gatot Soebroto, dan RS Islam Jakarta Cempaka Putih.

Melalui pembukaan puluhan prodi baru tersebut, pemerintah berharap jalur pendidikan dokter spesialis semakin terbuka dan kebutuhan tenaga kesehatan di berbagai wilayah dapat dipenuhi secara lebih merata.(Asp).



Baca juga:

Latar Belakang Dokter PPDS Rekam Mahasiswi Kos Lagi Mandi

#PPDS #Kemenkes #Kedokteran
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kemenkes Kirim Lebih daripada 2.000 Nakes untuk Tangani Dampak Kesehatan Karhutla
Kemenkes mengungkapkan ada 7 provinsi serta 63 kabupaten dan kota terdampak karhutla.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Kemenkes Kirim Lebih daripada 2.000 Nakes untuk Tangani Dampak Kesehatan Karhutla
Indonesia
Hasil Cek Kesehatan Gratis, 2,95 Juta Orang Alami Gangguan Mata, Bisa Alami Kebutaan
Banyak dari orang-orang itu tidak menyadari bahwa dirinya punya gangguan penglihatan, dan menunda tindak lanjut hingga terlambat atau buta permanen.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Hasil Cek Kesehatan Gratis, 2,95 Juta Orang Alami Gangguan Mata, Bisa Alami Kebutaan
Indonesia
Kemenkes Bakal Bangun 1.988 Puskesmas Baru, Rombak Wajah Layanan Kesehatan
Wamenkes menekankan pentingnya kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan untuk mengimbangi modernisasi fasilitas medis.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Kemenkes Bakal Bangun 1.988 Puskesmas Baru, Rombak Wajah Layanan Kesehatan
Lifestyle
Influenza A Merebak, Gunakan Masker Buat Kurangi Risiko Penularan
Influenza menular melalui melalui partikel pernapasan yang dikeluarkan ketika penderita batuk, bersin, berbicara, atau bernapas,
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Influenza A Merebak, Gunakan Masker Buat Kurangi Risiko Penularan
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Dunia
3 Ilmuwan Pemecah Misteri Otak Terima Hadiah Nobel Bidang Kedokteran 2026
Metode optogenetika yang mereka perkenalkan diibaratkan sebagai ‘sakelar peka cahaya’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 3 Ilmuwan Pemecah Misteri Otak Terima Hadiah Nobel Bidang Kedokteran 2026
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Indonesia
Pemerintah Tingkatkan Kesiapan Hadapi Dampak El Nino bagi Kesehatan
Dampaknya mencakup keterbatasan akses air bersih, peningkatan suhu ekstrem, risiko karhutla, penurunan kualitas udara, hingga ancaman ketahanan pangan.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Pemerintah Tingkatkan Kesiapan Hadapi Dampak El Nino bagi Kesehatan
Indonesia
Vape Mengandung Etomidate Merajalela, DPR Desak Kemenkes dan BNN Susun Regulasi
Komisi IX DPR RI meminta Kemenkes dan BNN menyusun regulasi penggunaan vape. Sebab, vape mengandung etomidate merajalela.
Soffi Amira - Rabu, 23 September 2026
Vape Mengandung Etomidate Merajalela, DPR Desak Kemenkes dan BNN Susun Regulasi
Indonesia
Angka Kasus ISPA Tembus 174 Ribu, Kemenkes Soroti Dampak Asap Karhutla
Kemenkes mencatat 174.694 kasus ISPA di wilayah terdampak karhutla sepanjang Agustus hingga 21 September 2026. Sebanyak 40.363 kasus merupakan balita.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
Angka Kasus ISPA Tembus 174 Ribu, Kemenkes Soroti Dampak Asap Karhutla
Bagikan