Diabetes Kini Serang Usia Muda, Gaya Hidup Jadi Pemicu Utama

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 17 April 2026
Diabetes Kini Serang Usia Muda, Gaya Hidup Jadi Pemicu Utama

Diabetes bisa menyerang siapa saja. (foto: unsplash/isens usa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Diabetes kini tidak lagi identik dengan usia lanjut. Saat ini, penyakit ini semakin banyak menyerang anak-anak muda hingga usia produktif, menjadikannya ancaman kesehatan yang kian mengkhawatirkan di berbagai kalangan.

Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi diabetes dari pemeriksaan gula darah pada penduduk usia di atas 15 tahun mencapai 11,7 persen.

Artinya, terdapat sekitar 30 juta penderita diabetes di Indonesia, namun yang telah terdiagnosis baru berkisar antara 10 hingga 15 juta pasien. Peningkatan kasus ini tidak hanya terjadi pada kelompok usia lanjut, melainkan juga perlahan menyasar usia produktif hingga anak-anak.

Salah satu penyebab utama meningkatnya kasus ini adalah perubahan gaya hidup. Minimnya aktivitas fisik serta pola makan yang tidak seimbang turut memperbesar risiko seseorang terkena diabetes. Karena itu, edukasi kepada masyarakat menjadi langkah krusial dalam upaya pengendalian penyakit ini.

Baca juga:

Tak Hanya Makanan Manis, Penelitian Terbaru Ungkap Daging Picu Diabetes Tipe 2

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi, menegaskan bahwa diabetes memberikan dampak besar terhadap sistem kesehatan nasional.

Penyakit ini juga dapat memicu berbagai komplikasi lain seperti hipertensi, hingga berkembang menjadi penyakit ginjal, jantung, katarak, dan gangguan kesehatan lainnya jika tidak ditangani dengan baik. Ia juga menjelaskan bahwa peningkatan jumlah kasus sejalan dengan bertambahnya beban pembiayaan kesehatan.

Data BPJS Kesehatan turut menunjukkan tren peningkatan, dengan kasus diabetes naik sebesar 40 persen serta biaya penanganan gagal ginjal melonjak hingga 476 persen.

Hal ini menunjukkan pentingnya penguatan pendekatan promotif dan preventif, serta keterlibatan berbagai pihak agar penanganan diabetes dapat berjalan lebih efektif melalui kolaborasi yang solid.

“Penanganan diabetes membutuhkan pendekatan yang menyeluruh dari hulu ke hilir. Mulai dari faktor resikonya, deteksi dini dan pengobatan. Pemerintah terus mendorong penguatan layanan kesehatan, khususnya pada aspek promotif dan preventif. Edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu kunci utama dalam pengendalian diabetes," ucapnya.

Baca juga:

Masuk 10 Besar Dunia, Indonesia Catatkan Kasus Diabetes Tertinggi di Asia Tenggara

Sementara itu, Ketua Umum PB Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), Em Yunir, menilai bahwa pemahaman masyarakat terhadap diabetes masih perlu ditingkatkan. Ia menekankan bahwa diabetes merupakan penyakit kronis yang memerlukan penanganan jangka panjang, sehingga perubahan gaya hidup menjadi bagian penting dalam pengelolaannya.

"Dengan intervensi yang tepat, risiko komplikasi dapat diminimalkan secara signifikan. Selain itu, kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah, dan industri sangat diperlukan. Edukasi berkelanjutan akan menjadi fondasi utama dalam pengendalian diabetes di Indonesia,” tutupnya. (Far)

#Diabetes #Kesehatan #Kementerian Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Pria ini membutuhkan prosedur kolonoskopi untuk mengeluarkan perangkat tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Seorang Pria tak Sengaja Telan Earbud, Bunyinya Muncul dalam Perutnya
Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Bagikan