Kasus Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes Minta Masyarakat Tetap Waspada

Soffi AmiraSoffi Amira - Rabu, 13 Mei 2026
Kasus Hantavirus Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes Minta Masyarakat Tetap Waspada

Kemenkes minta masyarakat waspada terhadap penyebaran hantavirus. Foto: Dok. Kementerian Kesehatan

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kementerian Kesehatan terus memperketat kewaspadaan terhadap penyebaran hantavirus, setelah adanya peningkatan temuan kasus di Indonesia serta laporan internasional mengenai Hanta Pulmonary Syndrome (HPS) di kapal pesiar MV Hondius.

Mengutip dari laman resmi Kemenkes, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI, dr. Andi Saguni menegaskan, bahwa hingga kini Indonesia belum menemukan kasus HPS.

Seluruh kasus yang terkonfirmasi di Tanah Air merupakan tipe Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang berkaitan dengan strain Seoul Virus.

“Perlu kami sampaikan bahwa sampai saat ini belum ditemukan kasus HPS di Indonesia. Kasus yang terdeteksi merupakan tipe HFRS dan terus kami pantau melalui sistem surveilans nasional,” ujar dr. Andi Saguni dalam konferensi pers daring, Senin (11/5).

Baca juga:

BRIN Jelaskan Cara Penularan hingga Pencegahan Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu

Kemenkes Catat 23 Kasus HFRS Ditemukan di Indonesia hingga 2026

23 kasus HFRS ditemukan di Indonesia sejak 2024 hingga 2026
23 kasus HFRS ditemukan di Indonesia sejak 2024 hingga 2026. Foto: Dok. Kementerian Kesehatan

Data Kemenkes mencatat selama periode 2024 hingga 2026 terdapat 256 kasus suspek dengan 23 kasus HFRS yang telah terkonfirmasi.

Kasus tersebut tersebar di sejumlah daerah, di antaranya adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).

Jumlah kasus terkonfirmasi juga mengalami kenaikan, mulai dari satu kasus pada 2024, yang meningkat menjadi 17 kasus sepanjang 2025. Lalu, mencapai lima kasus hingga Mei 2026.

Menurut dr. Andi, meningkatnya jumlah kasus yang terdeteksi tidak lepas dari semakin baiknya kemampuan deteksi dini dan pemeriksaan laboratorium di Indonesia.

“Peningkatan kasus yang terlaporkan menunjukkan sistem kewaspadaan dan deteksi dini kita semakin baik. Karena itu masyarakat tidak perlu panik, namun tetap harus waspada terhadap faktor risiko penularan,” katanya.

Baca juga:

Bandara Soetta Antisipasi Penyebaran Hantavirus, Penumpang dari 4 Negara Diawasi

Hantavirus diketahui dapat menular melalui kontak dengan tikus maupun celurut yang terinfeksi, termasuk melalui urin, air liur, dan kotorannya.

Risiko penularan meningkat pada aktivitas di area dengan populasi tikus tinggi, gudang tertutup, wilayah terdampak banjir, hingga kegiatan luar ruang seperti mendaki gunung atau berkemah.

Selain mengawasi situasi di dalam negeri, Kemenkes juga menindaklanjuti laporan internasional mengenai satu orang kontak erat kasus HPS dari kapal pesiar MV Hondius yang sempat berada di Indonesia.

Individu tersebut telah menjalani pemeriksaan di RSPI Sulianti Saroso dan hasil laboratorium menunjukkan negatif untuk Hantavirus tipe HPS maupun HFRS.

“Begitu notifikasi diterima, kami langsung melakukan penyelidikan epidemiologi, koordinasi lintas sektor, pemeriksaan laboratorium, hingga pemantauan terhadap kontak erat tersebut,” jelasnya.

Baca juga:

4 Kasus Hantavirus Ditemukan di Jakarta, DPRD DKI Minta Pemprov Tingkatkan Kewaspadaan

Kemenkes Ungkap Langkah Pencegahan Hantavirus

Langkah pencegahan hantavirus
Langkah pencegahan hantavirus. Foto: Dok. Kementerian Kesehatan

Sebagai langkah pencegahan, pemerintah memperkuat pengawasan di pintu masuk negara melalui penggunaan thermal scanner, pemantauan visual, serta sistem surveilans bagi pelaku perjalanan internasional.

Selain itu, Kemenkes juga memperluas kesiapan laboratorium dengan fasilitas pemeriksaan PCR dan Whole Genome Sequencing (WGS), sekaligus meningkatkan kesiapan 198 rumah sakit jejaring penanganan penyakit infeksi emerging di seluruh Indonesia.

“Kami terus memperkuat kesiapsiagaan nasional mulai dari surveilans, laboratorium, hingga layanan kesehatan agar setiap potensi kasus dapat ditangani secara cepat dan tepat,” ujar dr. Andi.

Kemenkes turut mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan dan diri sendiri, menghindari kontak langsung dengan tikus beserta kotorannya, menyimpan makanan di tempat tertutup, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala seperti demam, nyeri tubuh, batuk, atau sesak napas.

“Masyarakat diharapkan tetap tenang dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti cuci tangan pakai sabun, sebagai langkah utama pencegahan penyakit virus Hanta,” tutup dr. Andi Saguni. (Far)

#Hantavirus #Kementerian Kesehatan #Penyebaran Virus #Virus
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Burung Migrasi di Semenanjung Fleurieu Positif Virus H5, Australia Waspada Penuh
Australia kini meningkatkan koordinasi antarwilayah untuk mencegah penyebaran lebih luas virus flu burung lewat jalur migrasi burung
Wisnu Cipto - Rabu, 24 Juni 2026
Burung Migrasi di Semenanjung Fleurieu Positif Virus H5, Australia Waspada Penuh
Indonesia
Kemenkes Tantang Pemprov DKI Wujudkan Sudirman–Thamrin Bebas Asap Rokok
Wakil Menteri Kesehatan menantang Pemprov DKI Jakarta mewujudkan kawasan bebas asap rokok di Sudirman-Thamrin dan Kuningan sebagai contoh lingkungan sehat.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 03 Juni 2026
Kemenkes Tantang Pemprov DKI Wujudkan Sudirman–Thamrin Bebas Asap Rokok
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA ] : WHO Anjurkan Konsumsi Ivermectin Tiap Hari untuk Cegah Hantavirus
Pencegahan utama hantavirus dilakukan dengan menghindari kontak dengan tikus, urine, kotoran, dan lingkungan yang terkontaminasi tikus.
Dwi Astarini - Senin, 25 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA ] : WHO Anjurkan Konsumsi Ivermectin Tiap Hari untuk Cegah Hantavirus
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Hantavirus Adalah Rekayasa dan Bohongan
Beredar informasi yang menyebut Hantavirus adalah virus bohongan yang diambil dari bahasa Israel. Cek kebenaran informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 22 Mei 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Hantavirus Adalah Rekayasa dan Bohongan
Indonesia
Hantavirus masih Menyebar, Legislator Ingatkan Pemprov DKI untuk Waspada
Menurut dia, virus itu berpotensi menjadi pandemi seperti COVID-19 apabila tidak ditangani dengan baik.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Mei 2026
 Hantavirus masih Menyebar, Legislator Ingatkan Pemprov DKI untuk Waspada
Indonesia
Dinkes DKI Jakarta Temukan 3 Kasus Positif Hantavirus, 6 Suspek Masih Dipantau
Dinkes DKI Jakarta menemukan 3 kasus positif hantavirus dan 6 suspek. Masyarakat diminta waspada penularan virus dari tikus serta menjaga kebersihan lingkungan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 18 Mei 2026
Dinkes DKI Jakarta Temukan 3 Kasus Positif Hantavirus, 6 Suspek Masih Dipantau
Indonesia
Tim Pengawas Haji Ingatkan Pemerintah Pantau Kesehatan Jemaah Terkait Hantavrus
Timwas DPR meminta jemaah untuk menjaga kebersihan, menggunakan masker di tempat umum, serta meningkatkan daya tahan tubuh.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 17 Mei 2026
Tim Pengawas Haji Ingatkan Pemerintah Pantau Kesehatan Jemaah Terkait Hantavrus
Indonesia
Ancaman Virus Hanta Mengintai Wilayah Urban, DPR RI Desak Penguatan Edukasi
Meskipun Indonesia sedang gencar membangun infrastruktur seperti jalan tol dan gedung pencakar langit, risiko ancaman virus yang dibawa oleh tikus (rodensia) ini justru semakin tinggi
Angga Yudha Pratama - Jumat, 15 Mei 2026
Ancaman Virus Hanta Mengintai Wilayah Urban, DPR RI Desak Penguatan Edukasi
Dunia
Wabah Hantavirus di MV Hondius, Argentina akan Kirim Ahli untuk Selidiki Sumber
Pasangan asal Belanda yang diidentifikasi WHO sebagai penumpang pertama kapal pesiar terinfeksi hantavirus diketahui menghabiskan beberapa bulan di Argentina.
Dwi Astarini - Rabu, 13 Mei 2026
  Wabah Hantavirus di MV Hondius, Argentina akan Kirim Ahli untuk Selidiki Sumber
Dunia
WHO Sebut Total 11 Kasus Hantavirus Dilaporkan dari MV Hondius
MV Hondius kini berlayar kembali ke Belanda. Di sana, kapal pesiar itu akan dibersihkan dan didisinfeksi.
Dwi Astarini - Rabu, 13 Mei 2026
 WHO Sebut Total 11 Kasus Hantavirus Dilaporkan dari MV Hondius
Bagikan