MERAHPUTIH.COM — APPLE menjilat kembali ludah mereka, mengumumkan MacBook layar sentuh. Apple sebelumnya pernah mengejek gagasan laptop touchscreen. Namun, pada Rabu (28/10), raksasa teknologi tersebut mengumumkan MacBook Pro dengan PROLED XDR Display, laptop pertama Apple yang dilengkapi layar sensitif sentuhan.
Selama bertahun-tahun, para produsen PC telah merilis komputer layar sentuh sebagai upaya untuk memodernisasi laptop di era mobile. Apple memang terlambat memasuki persaingan ini, tapi mereka bertaruh laptop layar sentuh mereka akan menarik minat audiens utama MacBook Pro, yaitu para profesional kreatif dan pengembang aplikasi.
Pengumuman hari ini menandai rangkaian peluncuran produk-produk baru Apple selama dua bulan pertama kepemimpinan John Ternus sebagai CEO. MacBook layar sentuh ini akan menguji apakah Apple masih sanggat mengembangkan produk-produk hit yang mampu mengantisipasi kebutuhan pengguna. Sebelumnya, Apple memperkenalkan inovasi pertama mereka lainnya seperti iPhone Duo dan home hub HomeView.
Baca juga:
Menyasar Desainer Grafis dan Musisi
MacBook Pro layar sentuh baru ini dikabarkan bakal diluncurkan pada 6 November. Laptop ini akan hadir dalam versi 14 inci dan 16 inci serta ditenagai cip M5 Pro atau M5 Max dari Apple. Model yang lebih kecil dibanderol mulai dari USD 2.899 atau setara Rp 45,5 juta, sedangkan model yang lebih besar mulai dari USD 3.399 atau sekira Rp 61,8 juta.
Apple mempromosikan layar sentuh ini berguna untuk menyeret dan melepas (drag and drop) slide antarpresentasi serta memungkinkan pengembang untuk menguji secara langsung bagaimana aplikasi mereka bekerja di komputer. Perusahaan juga menyoroti kegunaan MacBook layar sentuh ini bagi desainer grafis dan musisi Apple mengklaim pengguna dapat membuat sketsa dan memainkan instrumen virtual hanya dengan sentuhan di layar.
Perusahaan juga mengklaim banyak aplikasi yang ada saat ini akan langsung berfungsi dengan layar sentuh karena perangkat lunak tersebut akan mendaftarkan sentuhan sebagai klik. Fitur Dynamic Island, potongan berbentuk pil di bagian atas layar iPhone yang menampilkan informasi dan kamera depan, juga akan disertakan pada laptop baru ini. MacBook Pro dengan PROLED XDR Display ini turut menyertakan penambahan yang ditujukan bagi para kreator, seperti tingkat kecerahan puncak (peak brightness) yang lebih tinggi daripada versi nonsentuh serta ruang warna RGB dari Adobe.
Apple menyebutkan sensor sentuh dibangun langsung di dalam layar itu, bukan ditumpuk di atasnya. Hal itu diklaim dapat mengurangi latensi saat menggeser (swiping) dan menggulir (scrolling).
Baca juga:
MacBook Layar Sentuh Pertama Apple Disebut Segera Meluncur, Intip Bocorannya
Era Baru
Sebelum merilis MacBook touchscreen, Apple pernah mengkritik komputer hibrida. Kini, secara perlahan-lahan, mereka mengarahkan produk-produk mereka ke arah tersebut selama bertahun-tahun. Apple merombak perangkat lunak iPad pada 2019 dengan fitur-fitur produktivitas yang lebih banyak, seperti kemampuan untuk menggunakan lebih daripada satu aplikasi sekaligus. Apple juga membuat perangkat lunak Mac terlihat lebih mirip dengan iPhone dengan memasukkan elemen-elemen seperti panel kontrol untuk mengelola pengaturan dan desain transparan Liquid Glass untuk ikon aplikasi.
Apple sebelumnya pernah mencoba menyematkan teknologi sentuh ke MacBook Pro pada 2016 melalui pengenalan Touch Bar, sebuah bilah sensitif sentuhan yang terletak di atas keyboard untuk mengakses kontrol aplikasi dan pintasan lainnya. Namun, fitur tersebut sebagian besar gagal di mata konsumen karena kegunaannya tidak sebanding dengan biaya tambahannya.
Namun, Apple sepertinya punya alasan kuat saat telat dalam mengadopsi suatu teknologi. Apple bukanlah perusahaan pertama yang meluncurkan pemutar MP3, tablet, atau jam tangan pintar, tapi mereka berhasil membuat produk-produk tersebut populer di kalangan konsumen dengan membuat perangkatnya lebih sederhana dan mudah digunakan.
MacBook Pro layar sentuh ini merupakan contoh terbaru dari beberapa produk baru yang mengikuti strategi tersebut. Perusahaan memperkenalkan home hub pintar HomeView awal bulan ini, dalam upaya menantang dominasi Amazon di industri rumah pintar. Minggu lalu, ponsel lipat pertama Apple resmi dijual, hadir jauh setelah pesaing utamanya, Samsung, memimpin pasar tersebut.
Meskipun demikian, beberapa analis menilai laptop baru Apple ini akan menaikkan standar bagi para pesaingnya di ranah Windows. Harapan bahwa Apple akan menghadirkan produk-produk baru yang sukses besar makin tinggi mengingat latar belakang CEO baru Apple, John Ternus, di bidang perangkat keras ketimbang keahlian operasional yang dimiliki Tim Cook.(dwi)
Baca juga: