Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

ICW Kritik Firli Bahuri Ikut Upacara HUT Bhayangkara dari KPK

Andika Pratama - Rabu, 01 Juli 2020

MerahPutih.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri dan sejumlah pejabat struktural KPK dari institusi Polri ikut melaksanaka upacara peringatan hari lahir ke-74 Bhayangkara di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (1/7).

"Benar, dalam rangka peringatan hari Bhayangkara tahun 2020, Ketua KPK dan pejabat struktural yang berasal dari institusi Polri mengikuti upacara secara virtual dari Gedung KPK," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi.

Baca Juga

Harapan Kapolres Jakarta Pusat Saat HUT Bhayangkara

Ali mengatakan upacara peringatan HUT Bhayangkara tersebut dilakukan dari istana negara yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo. Menurut Ali, upacara ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya lantaran pandemi COVID-19.

"Kegiatan upacara peringatan hari Bhayangkara juga dilakukan secara daring oleh para pejabat di Kementerian/Lembaga di kantor masing-masing sebagai bentuk pencegahan penyebaran wabah COVID-19," kata dia.

Ketua KPK Firli Bahuri. (Antara/Benardy Ferdiansyah)
Ketua KPK Firli Bahuri. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Pelaksanaan upacara ini pun mendapatkan kritik keras dari Indonesia Corruption Watch (ICW). Peneliti ICW Kurnia Ramadhana mengatakan pelaksanaan upacara tersebut merupakan konsekuensi logis dari sikap Komjen Firli Bahuri yang menolak mundur sebagai anggota kepolisian.

Menurut dia, keterlibatan Firli dalam upacara HUT Bhayangkara tersebut berpotensi melahirkan loyalitas ganda. Pasalnya, selain sebagai ketua KPK, di waktu yang sama Firli juga menjadi bawahan dari Kapolri dan mengabdi untuk institusi kepolisian.

"Kedua, rawan terjadi konflik kepentingan. Misalnya, bagaimana publik akan yakin bahwa yang bersangkutan akan objektif ketika menangani perkara korupsi yg menyentuh oknum di kepolisian?" Kata Kurnia.

Baca Juga

Jaksa: Keterangan Saksi Ahli Beratkan Aurelia Terdakwa Kecelakaan Maut Karawaci

Selain itu, Kurnia menilai jender bintang tiga itu tidak memahami bahwa gedung KPK itu dipergunakan untuk menjalankan aktivitas yang berkaitan dengan pemberantasan korupsi.

"Bukan justru untuk merayakan hari lahir institusi tertentu," tegas Kurnia. (Pon)

Baca Artikel Asli