ICW Kritik Penunjukan Adies Kadir dan Thomas Djiwandono, Dinilai Ancam Independensi MK dan BI

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 30 Januari 2026
ICW Kritik Penunjukan Adies Kadir dan Thomas Djiwandono, Dinilai Ancam Independensi MK dan BI

Rapat Paripurna DPR Sahkan Adies Kadir Sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi Usulan DPR

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti penunjukan Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir sebagai hakim Mahkamah Konstitusi (MK) serta Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

ICW menilai, pengisian jabatan pada dua lembaga strategis tersebut mencerminkan semakin melemahnya prinsip meritokrasi dan berpotensi mengancam independensi MK dan BI sebagai institusi penjaga konstitusi dan stabilitas ekonomi nasional.

Peneliti ICW Yassar Aulia menyatakan, proses penunjukan yang dilakukan DPR bersama pemerintah berisiko menihilkan mekanisme checks and balances dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Menurut dia, potensi konflik kepentingan menjadi ancaman serius yang dapat muncul di kemudian hari.

“Penunjukan oleh DPR tersebut berpotensi menihilkan prinsip checks and balances dan menghadirkan bencana konflik kepentingan,” ujar Yassar dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (30/1).

Baca juga:

Komisi III DPR Setujui Adies Kadir Sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi Terpilih

ICW mencatat, secara hukum, independensi merupakan syarat utama keberhasilan MK sebagai penafsir final Undang-Undang Dasar serta BI sebagai bank sentral yang menjaga stabilitas nilai rupiah.

Prinsip ini ditegaskan dalam Undang-Undang Mahkamah Konstitusi maupun Undang-Undang Bank Indonesia, yang menyebutkan kedua lembaga harus bebas dari pengaruh kekuasaan lain.

“Dipilihnya politisi partai untuk mengisi posisi hakim MK dan deputi gubernur BI jelas bertentangan dengan prinsip tersebut,” kata Yassar.

Ia menilai, politisasi jabatan berpotensi mengganggu fungsi krusial kedua lembaga. Dalam konteks MK, penunjukan Adies Kadir dinilai sejalan dengan pola pengisian hakim usulan DPR yang kerap menjadikan hakim konstitusi sebagai perpanjangan kepentingan legislatif.

Sementara itu, penunjukan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI juga menuai sorotan lantaran hubungan kekerabatannya dengan Presiden Prabowo Subianto. ICW menilai, praktik tersebut sarat dengan nepotisme dan berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dalam pengambilan kebijakan moneter.

“Hubungan kekeluargaan merupakan salah satu bentuk konflik kepentingan yang paling kasat mata dan seharusnya dihindari sejak awal,” ujar Yassar.

Baca juga:

DPR Setujui Penggantian Hakim MK, Komisi III Tegaskan Demi Kepentingan Konstitusional

ICW juga mengkritik proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap kedua figur tersebut yang dinilai berlangsung singkat dan minim pendalaman. Menurut Yassar, kondisi ini semakin menggerus prinsip meritokrasi yang seharusnya menjadi fondasi utama dalam pengisian jabatan publik strategis.

Atas dasar itu, ICW mengecam proses pengisian jabatan di MK dan BI yang dinilai dilakukan secara serampangan, serta mendesak adanya perbaikan serius dalam mekanisme rekrutmen pejabat publik ke depan guna menjaga integritas lembaga negara. (Pon)

#ICW #Adies Kadir #Thomas Djiwandono #Deputi Gubernur BI #Hakim Konstitusi
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
ICW Kritik Penunjukan Adies Kadir dan Thomas Djiwandono, Dinilai Ancam Independensi MK dan BI
ICW menilai penunjukan Adies Kadir sebagai hakim MK dan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI berpotensi melemahkan meritokrasi serta mengancam independensi lembaga negara.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 30 Januari 2026
ICW Kritik Penunjukan Adies Kadir dan Thomas Djiwandono, Dinilai Ancam Independensi MK dan BI
Indonesia
Santer Isu Reshuffle Kabinet Usai Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Demokrat dan Golkar Serahkan ke Prabowo
Demokrat dan Golkar menegaskan reshuffle Kabinet Merah Putih merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo, usai Thomas Djiwandono mundur dari Wamenkeu.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Januari 2026
Santer Isu Reshuffle Kabinet Usai Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Demokrat dan Golkar Serahkan ke Prabowo
Indonesia
Bahlil: Adies Kadir Sudah Mundur dari Golkar Sebelum Ditetapkan Hakim MK
Ketum Golkar Bahlil Lahadalia memastikan Adies Kadir mundur dari kepengurusan dan keanggotaan Golkar usai terpilih sebagai Hakim MK.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Januari 2026
Bahlil: Adies Kadir Sudah Mundur dari Golkar Sebelum Ditetapkan Hakim MK
Indonesia
Tentukan Posisi Wamenkeu yang Ditinggalkan Thomas Djiwandono, Presiden Prabowo akan Minta Masukan Purbaya
Proses terkait dengan penetapan Thomas sebagai Deputi Gubernur BI masih belum rampung.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Januari 2026
Tentukan Posisi Wamenkeu yang Ditinggalkan Thomas Djiwandono, Presiden Prabowo akan Minta Masukan Purbaya
Indonesia
Kursi Wamenkeu Kosong, KSP Qodari Akui Logis Bakal Ada Reshuffle Kabinet
Meski isu reshuffle menguat, Qodari menegaskan kepastian waktunya sepenuhnya berada di tangan Presiden.
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Januari 2026
Kursi Wamenkeu Kosong, KSP Qodari Akui Logis Bakal Ada Reshuffle Kabinet
Indonesia
Eks Golkar Adies Kadir Jadi Hakim MK, Bahlil: Kami Wakafkan ke Negara
Bahlil Lahadalia mengumumkan Adies Kadir tidak lagi menjadi pengurus maupun kader Partai Golkar setelah pencalonannya sebagai Hakim MK disetujui DPR RI.
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Januari 2026
Eks Golkar Adies Kadir Jadi Hakim MK, Bahlil: Kami Wakafkan ke Negara
Indonesia
Thomas Djiwandono Keponakan Prabowo Tepis Isu Disiapkan Jadi Gubernur BI
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono menepis isu sejak awal sudah disiapkan untuk menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Januari 2026
Thomas Djiwandono Keponakan Prabowo Tepis Isu Disiapkan Jadi Gubernur BI
Indonesia
Jadi Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono Diharap Perkuat Sinergi Moneter dan Fiskal di Bank Indonesia
Rekam jejak Thomas sebagai mantan Wakil Menteri Keuangan dan Anggota Dewan Komisioner OJK ex officio memberikan perspektif yang sangat lengkap
Angga Yudha Pratama - Rabu, 28 Januari 2026
Jadi Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono Diharap Perkuat Sinergi Moneter dan Fiskal di Bank Indonesia
Indonesia
Mundur Dari BI Digantikan Thomas Djiwandono, Juda Calon Kuat Wamenkeu
Juda Agung sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur BI berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 147/P Tahun 2021 tertanggal 24 Desember 2021 dan dilantik pada 6 Januari 2022.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Januari 2026
Mundur Dari BI Digantikan Thomas Djiwandono, Juda Calon Kuat Wamenkeu
Indonesia
DPR Serahkan Pergantian Wamenkeu Thomas Djiwandono kepada Presiden
DPR tidak dalam posisi mencampuri kewenangan eksekutif terkait dengan susunan kabinet.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Januari 2026
DPR Serahkan Pergantian Wamenkeu Thomas Djiwandono kepada Presiden
Bagikan