GP Ansor: Tragedi Muslim Rohingya Konflik Geopolitik

Sabtu, 02 September 2017 - Luhung Sapto

MerahPutih.com - Gerakan Pemuda (GP) Ansor menilai tragedi kemanusian terhadap etnis Rohingya di Myanmar merupakan tragedi kemanusiaan terparah di kawasan Asia Tenggara saat ini. Tragedi itu diduga dilakukan oleh tangan Negara. Baik oleh militer, keamanan, kepolisian maupun pemerintahan Myanmar. Itu didasarkan pada laporan penginderaan secara satelit oleh UNOSAT maupun HRW.

"Terdapat pola-pola serangan terhadap desa-desa etnis Rohingya yang memang telah ditargetkan," ujar Wakil Sekjen GP Ansor, Mahmud Syaltout dalam keterangannya kepada merahputih, Sabtu (2/8).

GP Ansor menilai tragedi kemanusiaan terhadap etnis Rohingya merupakan konflik geopolitik, khususnya pertarungan kuasa dan kekuasaan yang tak seimbang di daerah Arakan, Rakhine. Di mana daerah itu dihuni mayoritas etnis Rohingya.

"Dengan dugaan kuat didasarkan pada perebutan secara paksa tanah dan sumber daya, khususnya minyak dan gas," jelas Mahmud.

Konflik geopolitik yang sangat berdarah di daerah-daerah kaya sumber daya alam khususnya minyak dan gas atau kutukan sumber daya bukan fenomena khas Myanmar. Kobflik juga bukan hanya menimpa etnis Rohingya, tapi juga terjadi di belahan bumi yang lain.

Itu terjadi untuk menutup operasi apropriasi kapital dan sumber daya secara menjijikkan operator-operator di lapangan membungkus dan atau menutupnya dengan konflik antar etnis, antar agama, antar kelompok masyarakat.

"Dengan tujuan agar akar maupun persoalan sebenarnya menjadi kabur dan tersamar," kata Mahmud.

Para etnis Rohingya yang tinggal di daerah Arakan dan Rakhine memang menjadi sasaran khusus dengan operasi terselubung apropriasi kapital dan sumber daya yang secara biadab dan terencana menyasar praktik dan simbol agama serta membenturkan antar umat beragama.

"Termasuk di dalamnya dengan melakukan pembakaran Alquran, pemerkosaan di masjid, mempersenjatai dan memprovokasi warga Rakhine untuk juga melakukan persekusi terhadap etnis minoritas Rohingya," jelas Mahmud. (Ayp)

Baca juga berita lainnnya tentang pembantaian etnis Rohingya di Myanmar di: Yusril: Myanmar Lakukan Kejahatan Kemanusiaan terhadap Muslim Rohingya

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan