MerahPutih.com - Wakil Ketua Komisi I DPR yang juga Politisi Golkar Meutya Hafid memberikan sinyalemen bahwa Uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test yang akan dijalani Marsekal Hadi Tjahjanto di DPR untuk menjadi Panglima TNI bakal berjalan mulus.
Meutya mengungkapkan, bahwa ia telah melakukan komunikasi dengan Plt Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menyangkut calon tunggal Panglima TNI yang diajukan Presiden Jokowi.
"Tadi saya sudah komunikasi dengan Plt Ketua Umum, memang arahanya Golkar menyetujui dan mendukung sepenuhnya," ujarnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (5/12).
Politisi Partai Golkar ini memprediksi, Uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test mantan Sekretaris Militer Presiden Jokowi sebagai calon Panglima TNI di DPR bakal berjalan mulus.
"Saya nggak tau fraksi lain, tapi dari Golkar sudah ada arahan dari Plt Ketum untuk mendukung sepenuhnya," jelas dia.
Meski demikian, Meutya menyarankan agar Marsekal Hadi dapat meyakinkan wakil rakyat dalam menjamin netralitas TNI untuk menyongsong Pilkada serentak 2018 dan Pemilu 2019.
"Laporan kekayaan akan kita periksa, tapi beliau memang karena KSAU dan sudah cukup lama juga sering ikut rapat mendampingi Panglima TNI (Gatot Nurmantyo), jadi saya rasa beliau bukan sosok yang baru di Komisi I karena sudah tau track recordnya," ungkap dia.
Selain dari Fraksi Golkar, Anggota Fraksi Nasdem Taufiqulhadi juga mendukung keputusan Presiden Jokowi mengajukan Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI pengganti Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan memasuki masa pensiun pada Maret 2018 mendatang.
Menurut politisi Partai Nasdem ini, Panglima TNI dari matra Angkatan Udara sangat relevan dengan visi-misi yang kerap digaungkan Presiden Jokowi dalam membangun poros maritim dunia.
Sebagai informasi, Uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap calon Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan diselenggarakan besok, Rabu, 6 Desember 2017 pukul 10.00 WIB. (Pon)