Cegah Virus Nipah, DPR Dorong Kampanye Digital Protokol Kesehatan

Sabtu, 31 Januari 2026 - Dwi Astarini

MERAHPUTIH.COM - ANGGOTA Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa mendorong pemerintah untuk meluncurkan kampanye digital protokol kesehatan yang berfokus pada pencegahan penyakit zoonosis (penularan dari hewan ke manusia). Langkah ini dinilai mendesak setelah kemunculan ancaman global virus Nipah yang ditularkan melalui hewan seperti kelelawar dan babi.

"Tantangan kesehatan di masa depan banyak bersumber dari zoonosis seperti virus Nipah. Pemerintah harus memanfaatkan platform digital secara masif untuk mengedukasi masyarakat tentang bagaimana protokol berinteraksi dengan hewan dan menjaga kebersihan pangan agar tidak terkontaminasi," ujar Neng Eem di Jakarta, Sabtu (31/1).
?
Legislator asal Jawa Barat ini mengusulkan agar kementerian terkait memproduksi konten edukasi kreatif yang mudah dipahami, terutama mengenai cara mencuci buah dengan benar dan menghindari kontak langsung dengan cairan tubuh hewan liar. Kampanye ini diharapkan mampu menjangkau hingga ke pelosok daerah melalui media sosial dan jaringan komunikasi publik.
?
"Protokol kesehatan harus berevolusi. Masyarakat perlu tahu bahwa menjaga kebersihan makanan, seperti mencuci buah yang mungkin terpapar air liur kelelawar, merupakan bagian dari pertahanan kesehatan nasional kita saat ini," jelasnya.

Baca juga:

Cegah Virus Nipah, Menkes Imbau Masyarakat tak Konsumsi Buah Terbuka


?
Selain itu, Neng Eem juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pakar kesehatan manusia dan pakar kesehatan hewan (pendekatan one health) dalam menyusun narasi kampanye tersebut. Hal ini bertujuan agar informasi yang sampai ke masyarakat bersifat akurat dan berbasis sains, namun tetap sederhana.
?
“Kita harus proaktif. Kampanye digital yang cerdas dan tepat sasaran akan membangun kewaspadaan publik tanpa memicu kepanikan. Tujuannya adalah membangun kemandirian masyarakat dalam menerapkan prokes secara sadar sebagai gaya hidup baru,” tambah Neng Eem.
?
Melalui penguatan literasi digital ini, mata rantai penularan penyakit zoonosis diharapkan dapat diputus sejak di tingkat rumah tangga, sekaligus mendukung upaya screening ketat yang tengah dilakukan pemerintah di pintu-pintu masuk negara.
?
"Literasi masyarakat mengenai risiko penyakit zoonosis masih perlu ditingkatkan agar protokol kesehatan tidak hanya dipandang sebagai pencegahan antarmanusia, tetapi juga interaksi dengan lingkungan dan hewan,” pungkasnya.(Pon)

Baca juga:

Kemenkes Pastikan Belum Ada Temuan Virus Nipah di Indonesia

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan