MErahputih.com - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi bergerak sideways atau mendatar pada perdagangan Rabu (22/7).
Para pelaku pasar memilih bersikap wait and see mencermati pengumuman arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI).
Kendati demikian, IHSG mengawali sesi dengan kenaikan 25,99 poin atau 0,41 persen menuju level 6.366,01, sementara Indeks LQ45 terangkat 1,77 poin (0,28 persen) ke posisi 638,41.
Baca juga:
Peluang penguatan indeks saham domestik masih terbuka bergantung pada kemampuan menembus batas teknikal tertentu.
"IHSG berpeluang menguji resistance 6.377. Jika berhasil ditembus, penguatan berpotensi berlanjut menuju 6.398-6.459. Sebaliknya, apabila gagal menembus 6.377, IHSG berpotensi mengalami taking profit dengan area support di level 6.286-6.257,"
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata.
Proyeksi BI-Rate dan Potensi Dana Family Office
Pasar keuangan domestik tertuju penuh pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Posisi BI-Rate saat ini berada pada angka 5,75 persen setelah mengalami kenaikan akumulatif 100 basis poin sepanjang tahun berjalan.
Proyeksi para ekonom terbelah antara opsi mempertahankan suku bunga atau menaikkan 25 basis poin menuju level 6,00 persen.

Pada saat bersamaan, DPR RI bersama pemerintah mematangkan pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) guna menarik dana family office global.
Data serta pergerakan pasar keuangan dalam dan luar negeri:
-
Potensi Aset Global: Family office dunia mengelola aset bernilai 3,2 triliun dolar AS (sekitar Rp51.840 triliun), dengan 65 persen di antaranya mencari lokasi investasi baru.
-
Kinerja Bursa AS (Wall Street): Indeks S&P 500 naik 0,90 persen ke 7.507,32; Nasdaq Composite melonjak 1,3 persen ke 25.837,21; Dow Jones terangkat 0,70 persen ke 52.223,93.
-
Kinerja Bursa Eropa: Euro Stoxx 50 menguat 0,90 persen, FTSE 100 Inggris naik 0,58 persen, DAX Jerman tumbuh 0,66 persen, CAC 40 Prancis naik 0,28 persen.
-
Kinerja Bursa Asia: Nikkei Jepang melesat 1,67 persen ke 67.396,00; Shanghai Composite naik 0,40 persen ke 3.881,72; Kospi Korea Selatan meroket 5,22 persen ke 7.100,54; Straits Times Singapura terkoreksi 0,46 persen ke 5.501,12.
-
Kebijakan Perdagangan AS: Pemerintah Presiden Donald Trump menerapkan tarif tambahan 50 persen terhadap produk impor asal Kanada.
"Melalui penyediaan ekosistem keuangan kompetitif, regulasi mendukung, serta infrastruktur penunjang, PFII diharapkan mampu meningkatkan arus modal asing dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat investasi regional," tutur Liza.
Rebound Sektor Teknologi dan Tensi Geopolitik Global
Sentimen positif bursa global terdorong oleh pemulihan harga saham sektor semikonduktor setelah sempat mengalami koreksi akibat aksi profit taking tema artificial intelligence (AI).
Investor kini mengalihkan perhatian menuju rilis laporan keuangan kuartal II-2026 perusahaan raksasa seperti Alphabet, Intel, dan Texas Instruments guna mengukur realisasi belanja modal AI.
"Di sisi lain, minimnya data ekonomi serta periode blackout komunikasi The Fed membuat pergerakan pasar lebih dipengaruhi oleh laporan keuangan korporasi," kata Liza.
Baca juga:
Rupiah Amblas Dekati Rp18.000 Per Dolar AS,Sentimen Perang Global Hantam Pasar Keuangan Domestik
Namun, eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran menahan laju optimisme pasar. AS melanjutkan aksi gempuran sepuluh hari berturut-turut, sementara Iran membalas lewat serangan terhadap kapal tanker Selat Hormuz serta pangkalan militer AS.
Kelompok Houthi turut mengumumkan embargo maritim atas Arab Saudi, memicu kekhawatiran baru terkait gangguan rantai pasok energi dunia lewat jalur Laut Merah.

