Merahputih.com - Nilai tukar rupiah hari ini terpantau kembali lesu dengan bergerak melemah ke level Rp17.585 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat (11/9) pagi.
Penurunan kurs rupiah terhadap dolar AS ini langsung membawa awan mendung bagi pasar modal, di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ikut terseret merosot.
Baca juga:
AS Ancam Sanksi Negara yang Tetap Berdagang dengan Iran, Akses Dolar Bisa Diputus
Banyak investor yang mulai waswas melihat pergerakan IHSG hari ini yang kurang bertenaga, apalagi sentimen pelemahan rupiah memang kerap bikin pasar ketar-ketir.
Buat kamu yang rutin memantau pasar modal Indonesia, pelemahan mata uang Garuda ini tercatat turun 38 poin atau sekitar 0,22 persen dari penutupan sebelumnya yang berada di posisi Rp17.547 per dolar AS.
Tentu saja, dinamika bursa dan saham LQ45 ini wajib kamu pantau ketat agar strategi investasi atau trading tetap aman dari jebakan pasar.
IHSG dan LQ45 Kompak Terkoreksi
Efek domino dari lesunya nilai tukar rupiah ini langsung terasa di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Membuka akhir pekan, IHSG gagal unjuk gigi dan harus rela memerah.
Berdasarkan data perdagangan Jumat pagi, performa indeks saham utama kita mencatatkan rapor kurang menggembirakan:
-
IHSG: Melemah 36,55 poin (turun 0,55 persen) meluncur ke level 6.552,79.
-
Indeks LQ45: Turun 3,28 poin (terkoreksi 0,50 persen) ke posisi 652,70.
Koreksi serempak antara nilai tukar dan indeks saham acuan (termasuk 45 saham unggulan di LQ45) menunjukkan adanya kehati-hatian investor dalam merespons kondisi ekonomi di pembukaan pasar hari ini.
Baca juga:
IHSG Hari Ini Sukses Menghijau ke 6.639, Tapi Rupiah Malah Loyo Dilibas Dolar AS
Melihat angka-angka di atas, wajar kalau para pelaku pasar memilih langkah wait and see alias menahan diri. Pelemahan yang terjadi di dua sektor vital ini, baik di pasar uang maupun pasar saham, mengindikasikan bahwa kamu perlu meracik ulang portofolio dan tidak buru-buru mengambil keputusan agresif.