Merahputih.com - IHSG Hari ini diproyeksikan bakal jalan di tempat alias sideways karena derasnya tarik-ulur sentimen pasar saham dari ranah domestik maupun global.
Pada pembukaan perdagangan Senin (7/9), IHSG sempat sedikit menghijau ke posisi 6.652,09. Meski begitu, pasar bursa rupanya masih rawan terkoreksi akibat bayang-bayang dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dan ketidakpastian arah suku bunga The Fed.
Baca juga:
Prediksi IHSG Hari Ini dan Sinyal Cuan Saham Saat Geopolitik Panas, Cek Support-Resistancenya!
Di awal sesi perdagangan, pergerakan IHSG Senin memang sempat memberi angin segar dengan penguatan sebesar 15,61 poin (0,24 persen), berbarengan dengan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 yang ikutan naik ke level 659,02.
Tapi tenang dulu, kalau kamu memantau sentimen pasar saham saat ini, sikap wait and see mungkin jauh lebih bijak ketimbang buru-buru fomo memborong saham incaran.
Pasalnya, prediksi IHSG hari ini juga dibayangi rilis data krusial dalam negeri dan manuver bersih-bersih perusahaan BUMN yang bisa bikin pergerakan grafik lumayan rollercoaster.
Analisis Teknikal: Mengintip Level Support dan Resistance
Meski dibuka ceria, pelaku pasar sebaiknya jangan langsung over-confident. Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza Camelia Suryanata, memetakan potensi pergerakan indeks yang menurutnya cukup rentan mengalami penurunan lanjutan.
IHSG diperkirakan rentan koreksi lanjutan menuju support terdekat 6.595 atau 6.551 dan 6.525. Adapun jika mampu rebound IHSG potensi kembali ke resistance 6.681 atau 6.704 dan lanjut tutup area gap 6.723,
terang Liza di Jakarta, Senin.
Drama Global: Antara The Fed, Rudal Timur Tengah, dan Suntikan Dana China

Sentimen dari luar negeri saat ini masih campur aduk. Investor global lagi asyik tebak-tebakan soal arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Data ketenagakerjaan AS yang ternyata masih kuat bikin orang waswas, meski ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed bulan ini agak mereda gara-gara Gubernur The Fed, Christopher Waller, memberi sinyal rela menahan suku bunga kalau inflasi mulai jinak.
Perubahan ekspektasi itu kemudian memberikan dorongan terhadap aset berisiko di sejumlah pasar Asia,
jelas Liza.
Namun, urusan belum selesai. Di sisi lain, pasar juga lagi deg-degan memantau tensi geopolitik:
-
Konflik Timur Tengah: Ketegangan AS dengan Iran bikin stabilitas rantai pasok global terancam.
-
Perang Rusia-Ukraina: Masih jadi momok yang bisa mengacaukan pasar komoditas dan inflasi dunia.
-
Suntikan Dana Segar China: Kabar menarik datang dari Beijing. Pemerintah China baru saja menggelontorkan modal fantastis sekitar 54 miliar dolar AS untuk memompa sektor keuangan mereka. China Life Insurance kebagian 35 miliar yuan, sementara China Taiping Insurance dapat 7 miliar yuan.
Sentimen Domestik: Erupsi Anak Krakatau hingga Bersih-Bersih BUMN
Bergeser ke dalam negeri, ada sentimen alam yang rupanya berdampak langsung ke denyut ekonomi. Erupsi Gunung Anak Krakatau memaksa delapan bandara, termasuk Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma, menutup sementara operasional penerbangannya pagi ini.
Gangguan berpotensi menekan aktivitas transportasi, pariwisata, serta distribusi barang apabila erupsi dan dampak abu vulkanik berlangsung lebih lama,
wanti-wanti Liza.
Selain bencana alam, para trader dan investor juga wajib memantau rilis data cadangan devisa, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Agustus 2026, dan rapor penjualan ritel.
Dari sisi pemerintahan, ada gebrakan efisiensi besar-besaran. Pemerintah sukses menutup 290 BUMN dan menghemat Rp50 triliun, dengan target ambisius menyuntik mati 700 BUMN lagi demi menghemat total Rp100 triliun hingga akhir 2026.
Menurut Liza, manuver hilirisasi dan bersih-bersih ini berpeluang mendongkrak profitabilitas BUMN di masa depan.
Baca juga:
IHSG Hari Ini Babak Belur Dihantam Sentimen Global, Cek Prediksi dan Biang Keroknya!
Rapor Indeks Global & Regional
Sebagai penutup dan bahan pertimbangan, berikut adalah gambaran bursa saham dunia:
-
Wall Street (Jumat): Loyo berjamaah. S&P 500 turun 0,38%, Nasdaq terkoreksi 0,29%, dan Dow Jones melemah 0,51%.
-
Bursa Eropa (Jumat): Lumayan hijau. Euro Stoxx 50 naik 0,16%, DAX Jerman plus 0,17%, meski CAC 40 Prancis turun tipis 0,09%.
-
Bursa Asia (Pagi Ini): Tancap gas! Nikkei meroket 2,28% dan Kospi terbang 2,99%. Sementara Shanghai cuma naik 0,18%, lalu Hang Seng dan Straits Times malah harus rela meluncur ke zona merah.