Merahputih.com - IHSG Hari Ini bergerak melemah mengikuti tren bursa kawasan Asia dan global. Kenaikan harga minyak mentah dunia juga memicu rentetan tekanan pasar ekuitas.
Pembukaan pasar saham pada Selasa (2/8) pagi sempat mencatatkan tren penguatan.
Baca juga:
Rupiah Tahan Napas di Rp17.748 per Dolar AS, IHSG Malah Asyik Unjuk Gigi Pagi Ini
Namun, laju indeks berbalik melemah 37,34 poin atau 0,57 persen menuju posisi 6.562,60 pada sesi perdagangan awal. Indeks LQ45 turun 4,61 poin atau 0,70 persen menuju level 649,80.
Jika IHSG mampu bertahan di atas 6.635, maka berpeluang menutup gap di 6.705. Jika tidak, terdapat perkiraan konsolidasi pada kisaran 6.535-6.635,
Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim.
Sentimen Global Menekan Pasar
Ketegangan politik Amerika Serikat dan Iran mendorong harga minyak naik hampir 5 persen. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran ancaman inflasi berbagai negara.
Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun naik lebih dari 3 bps pada level 4,792 persen. Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026 mencapai 68 persen akibat data pembukaan tenaga kerja sejumlah 7,27 juta posisi tetap tergolong tangguh.
Aksi jual obligasi Amerika Serikat memicu lonjakan imbal hasil tajam. Imbal hasil tenor 10 tahun menyentuh level tertinggi sejak November 2023. Tren serupa melanda surat utang Jepang, Jerman, dan Inggris.
Kinerja Ekonomi Domestik
Data perekonomian domestik mencatat inflasi Agustus 2026 mencapai 3,19 persen year on year (yoy), naik dari angka 2,88 persen pada bulan sebelumnya. Peningkatan harga komoditas makanan dan sektor transportasi memicu lonjakan inflasi inti menuju level 2,96 persen.
Kinerja neraca perdagangan mencetak surplus (0,13 miliar Dolar AS atau sekitar Rp 2,01 triliun) pada Juli 2026. Capaian positif tersebut memutus tren defisit dua bulan beruntun.
Pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027 melalui dorongan laju investasi 7 persen. Dana investasi sektor swasta bakal berperan sebagai motor utama pendorong proyek hilirisasi strategis nasional.
Tabel Data Makro Ekonomi Domestik dan Global
| Indikator Ekonomi | Data Terbaru | Keterangan |
| Inflasi Domestik | 3,19 persen (yoy) | Naik dari 2,88 persen |
| Inflasi Inti | 2,96 persen (yoy) | Naik dari 2,76 persen |
| Indeks Manufaktur PMI | 49,8 | Turun dari 50,2 |
| Neraca Perdagangan | Surplus (0,13 miliar Dolar AS atau sekitar Rp 2,01 triliun) | Memutus tren defisit |
| Lowongan Kerja AS | 7,27 juta posisi | Di bawah perkiraan 7,33 juta |
Baca juga:
IHSG Hari Ini Tahan Banting, Tembus Zona Hijau Walau The Fed Tebar Ancaman Suku Bunga
Tabel Kinerja Bursa Saham Global dan Regional
| Nama Indeks Saham | Persentase Perubahan | Posisi Terakhir |
| S&P 500 (Wall Street) | Turun 0,71 persen | 7.631,47 |
| Nasdaq Composite (Wall Street) | Turun 1,03 persen | 26.009,77 |
| Dow Jones (Wall Street) | Turun 0,79 persen | 52.766,88 |
| Euro Stoxx 50 (Eropa) | Turun 0,81 persen | Belum tersedia |
| Nikkei (Asia) | Turun 2,65 persen | 64.456,00 |
| Kospi (Asia) | Turun 2,90 persen | 6.637,52 |
| Hang Seng (Asia) | Turun 1,36 persen | 24.990,76 |
| Shanghai (Asia) | Turun 0,88 persen | 3.944,68 |