MerahPutih.Com - Badai Cempaka dan Dahlia yang menghempas sejumlah di wilayah di Tanah Air pada beberapa hari yang lalu telah menimbulkan kerugian mencapai ratusan miliar rupiah. Beberapa wilayah yang terkena dampak langsung seperti Manado, Sulawesi Utara mencatat bencana yang terjadi pada 13-17 Desember mengakibatkan kerugian sekitar Rp 200 miliar.
"Itu adalah taksiran kerugian yang kami hitung berdasarkan jumlah rumah yang dihantam banjir dan tanah longsor sebanyak 5.3722 unit di enam kecamatan di daerah ini," kata Kepala BPBD Kota Manado, Max Tatahede, di Manado, Selasa (19/12).
Max Tatahede mengatakan, meskipun sudah mendata kerugian rata-rata berdasarkan jumlah rumah dan KK yang terkena bencana, namun untuk sarana dan prasarana seperti sekolah, jalan serta rumah ibadah seperti sekolah, Puskesmas dan lainnya belum dihitung.
"Untuk itu kami masih melakukan pendataan, tetapi sudah menyampaikannya ke provinsi dan telah dipanggil rapat untuk melakukan koordinasi dalam menangani semua kondisi darurat di Manado," katanya.
Max Tatahede sebagaimana dilansir Antara menjelaskan, akibat bencana dan kerugian yang ditimbulkannya itu, pemerintah Manado sudah menetapkan status darurat bencana untuk Manado, dan melakukan penanganan tanggap darurat bencana.
Penetapan tanggap darurat bencana itu ditegaskan melalui SK Wali Kota Manado, nomor 223/2017, dan langsung mengeluarkan instruksi kepada perangkat daerah terkait untuk melakukan langkah penanganan.
"Dinas PUPR, Dinas Sosial, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan PDAM Manado semuanya kebagian tugas untuk melakukan langkah penanganan bencana secara cepat dan tepat, yang secara harus membersihkan jalan dan drainase yang tertutup lumpur, membuka akses area yang terisolir, menyediakan sarana air bersih," katanya.
Kemudian tugas lainnya adalah menyediakan makanan siap saji bagi warga yang masih mengungsi, mendata apa saja kerugian yang ditimbulkannya serta melaporkan ke provinsi dan pusat tentang kondisi tersebut.(*)