Update Krisis Ukrania: Pasukan Rusia Tertahan Sampai Jumlah Korban Tewas Anak-Anak

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Minggu, 27 Februari 2022
Update Krisis Ukrania: Pasukan Rusia Tertahan Sampai Jumlah Korban Tewas Anak-Anak

Bangunan apartemen rusak akibat hantaman rudal di Kiev, Rusia, Sabtu (26/2/2022). (ANTARA/Reuters/Gleb Garanich/aww)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Ukraina menyatakan 198 warganya tewas dalam serangan militer Rusia yang berlangsung sejak Kamis (24/2). Adapun, korban luka-luka mencapai 1.115 orang.

Mereka yang menjadi korban termasuk anak-anak. Dengan rincian tiga anak kehilangan nyawa dan 33 anak-anak lain terluka akibat serangan agresi militer Rusia.

Baca Juga

Militer Ukraina Klaim Tewaskan 50 Tentara Rusia

"Sedikitnya 198 warga Ukraina, termasuk tiga anak-anak, tewas dalam invasi Rusia," kata Menteri Kesehatan Ukraina Viktor Lyashko, seperti dikutip dari Kantor Berita AFP, Minggu (27/2).

Meski jumlah korban tewas terus bertambah, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan pasukan Ukraina sementara berhasil memukul mundur tentara Rusia yang memasuki Ibu Kota Kiev. Dia juga membantah Ukraina menolak untuk menegosiasikan gencatan senjata dengan Rusia.

Presiden Ukraina, Volodymyr Oleksandrovych Zelensky. Foto: Istimewa

Sabtu (26/2), Rusia mulai melancarkan serangan darat dan udara ke Kiev. Hingga hari ini pertempuran masih berlangsung dan pasukan Rusia masih tertahan di pinggiran timur Ibu Kota, sedangkan Kiev masih berada dalam genggaman Ukraina.

Tak hanya itu, Moskow menuduh Ukraina menolak mengadakan pembicaraan, sehingga pasukan Rusia melanjutkan operasinya di Ukraina. "Pihak Ukraina menolak berunding. Siang ini pasukan Rusia melanjutkan serangan mereka sesuai dengan rencana operasi," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, dilansir dari Xinhua.

Baca Juga:

Pasukan Rusia Mulai Masuk Ibu Kota, Pertempuran Pecah di Jalanan Kiev

Namun, sebagaimana dilansir Reuters, Minggu (27/2), Presiden Volodymyr membantah tuduhan Kremlin itu. Ukraina bersedia berunding, tetapi mereka tidak siap memenuhi ultimatum atau syarat-syarat yang diajukan Rusia.

Penasihat Kepala kantor kepresidenan Ukraina Oleksiy Arestovich mengatakan Kiev menolak bernegosiasi dengan Rusia karena persyaratan yang diusulkan tidak dapat diterima kerena harus melepaskan kedaulatan negaranya. "Upaya untuk memaksa kami menyerah," imbuh dia. (*)

Baca Juga

Ukraina Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Rusia

#Konflik Ukraina
Bagikan
Ditulis Oleh

Wisnu Cipto

Berita Terkait

Indonesia
Prabowo Wanti-wanti Ancaman Perang Dunia III, Indonesia Tetap Terkena Dampaknya
Presiden RI, Prabowo Subianto, meminta semua pihak tak memandang enteng Perang Dunia III. Sebab, Indonesia tetap terkena dampaknya.
Soffi Amira - Senin, 02 Februari 2026
Prabowo Wanti-wanti Ancaman Perang Dunia III, Indonesia Tetap Terkena Dampaknya
Dunia
Rancangan Donald Trump Perjanjian Damai Konflik Ukraina: AS Akui Krimea dan Donbas Sah Milik Rusia
“Rencana ini tidak memaksa Ukraina mengakui Krimea dan Donbas sebagai wilayah Rusia.”
Wisnu Cipto - Kamis, 20 November 2025
Rancangan Donald Trump Perjanjian Damai Konflik Ukraina: AS Akui Krimea dan Donbas Sah Milik Rusia
Indonesia
5 Dampak Mengerikan Jika Terjadi Perang Dunia III, Trauma Psikologis hingga Meningkatnya Kemiskinan
Ketegangan geopolitik yang makin intens saat ini disebut dapat memicu Perang Dunia III.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 23 Juni 2025
5 Dampak Mengerikan Jika Terjadi Perang Dunia III, Trauma Psikologis hingga Meningkatnya Kemiskinan
Dunia
Korut Tepis Isu 6.000 Tentaranya Tewas di Perang Rusia-Ukraina, Hanya Ratusan
Korut telah mengirim 3.000 personel militer tambahan ke wilayah Kursk tahun ini setelah tahun lalu mengirim 11.000 tentara mereka ke Rusia
Wisnu Cipto - Senin, 16 Juni 2025
Korut Tepis Isu 6.000 Tentaranya Tewas di Perang Rusia-Ukraina, Hanya Ratusan
Indonesia
Eks Marinir TNI AL Gabung Rusia Perang di Ukraina, Satria Bisa Dihukum Kalau Masih WNI
Seorang WNI tidak diperbolehkan menjadi prajurit atau tentara negara lain sekalipun berstatus negara sahabat Indonesia.
Wisnu Cipto - Selasa, 13 Mei 2025
 Eks Marinir TNI AL Gabung Rusia Perang di Ukraina, Satria Bisa Dihukum Kalau Masih WNI
Dunia
Zelenskyy Telepon Trump 1 Jam, Langsung Setuju Hentikan Serangan ke Infrastruktur Energi Rusia
Zelenskyy sepakat untuk menghentikan salah satu serangan Ukraina ke Rusia.
Ikhsan Aryo Digdo - Kamis, 20 Maret 2025
Zelenskyy Telepon Trump 1 Jam, Langsung Setuju Hentikan Serangan ke Infrastruktur Energi Rusia
Dunia
Rusia Rebut Kursk, Ukraina Terdesak setelah AS Putus Bantuan Intelijen
Ukraina tidak bisa mengimbangi perlawanan Rusia di Kursk.
Ikhsan Aryo Digdo - Kamis, 13 Maret 2025
Rusia Rebut Kursk, Ukraina Terdesak setelah AS Putus Bantuan Intelijen
Dunia
Pakai Pendekatan Wortel dan Tongkat, Trump Hentikan Semua Bantuan Militer AS ke Ukraina
Putusan pemberhentian bantuan militer ke Ukraina itu atas perintah langsung dari Presiden Donald Trump.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Maret 2025
Pakai Pendekatan Wortel dan Tongkat, Trump Hentikan Semua Bantuan Militer AS ke Ukraina
Dunia
Ditelepon Trump, Presiden Rusia Putin Sepakat Hentikan Perang di Ukraina
Trump mengaku telah menunjuk Menteri Luar Negeri (Menlu) Marco Rubio, Direktur CIA John Ratcliffe, Penasihat Keamanan Nasional Michael Waltz dan utusan khususnya Steve Witkoff untuk memimpin negosiasi dengan Rusia dan Ukraina.
Wisnu Cipto - Kamis, 13 Februari 2025
Ditelepon Trump, Presiden Rusia Putin Sepakat Hentikan Perang di Ukraina
Dunia
Pentagon Deteksi 10.000 Tentara Korut Sudah Berada di Perbatasan Ukraina
Pentagon Deteksi 10.000 Tentara Korut Sudah Berada di Perbatasan Ukraina
Wisnu Cipto - Rabu, 30 Oktober 2024
Pentagon Deteksi 10.000 Tentara Korut Sudah Berada di Perbatasan Ukraina
Bagikan