MerahPutih.com - Pemerintah Ukraina menyatakan 198 warganya tewas dalam serangan militer Rusia yang berlangsung sejak Kamis (24/2). Adapun, korban luka-luka mencapai 1.115 orang.
Mereka yang menjadi korban termasuk anak-anak. Dengan rincian tiga anak kehilangan nyawa dan 33 anak-anak lain terluka akibat serangan agresi militer Rusia.
Baca Juga
"Sedikitnya 198 warga Ukraina, termasuk tiga anak-anak, tewas dalam invasi Rusia," kata Menteri Kesehatan Ukraina Viktor Lyashko, seperti dikutip dari Kantor Berita AFP, Minggu (27/2).
Meski jumlah korban tewas terus bertambah, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan pasukan Ukraina sementara berhasil memukul mundur tentara Rusia yang memasuki Ibu Kota Kiev. Dia juga membantah Ukraina menolak untuk menegosiasikan gencatan senjata dengan Rusia.
Sabtu (26/2), Rusia mulai melancarkan serangan darat dan udara ke Kiev. Hingga hari ini pertempuran masih berlangsung dan pasukan Rusia masih tertahan di pinggiran timur Ibu Kota, sedangkan Kiev masih berada dalam genggaman Ukraina.
Tak hanya itu, Moskow menuduh Ukraina menolak mengadakan pembicaraan, sehingga pasukan Rusia melanjutkan operasinya di Ukraina. "Pihak Ukraina menolak berunding. Siang ini pasukan Rusia melanjutkan serangan mereka sesuai dengan rencana operasi," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, dilansir dari Xinhua.
Baca Juga:
Pasukan Rusia Mulai Masuk Ibu Kota, Pertempuran Pecah di Jalanan Kiev
Namun, sebagaimana dilansir Reuters, Minggu (27/2), Presiden Volodymyr membantah tuduhan Kremlin itu. Ukraina bersedia berunding, tetapi mereka tidak siap memenuhi ultimatum atau syarat-syarat yang diajukan Rusia.
Penasihat Kepala kantor kepresidenan Ukraina Oleksiy Arestovich mengatakan Kiev menolak bernegosiasi dengan Rusia karena persyaratan yang diusulkan tidak dapat diterima kerena harus melepaskan kedaulatan negaranya. "Upaya untuk memaksa kami menyerah," imbuh dia. (*)
Baca Juga