Merahputih.com - Pemprov DKI Jakarta menyampaikan perkembangan terkini kasus corona di ibu kota Senin (12/10). Dengan positivity rate 11,7 persen penambahan kasus positif perhari sebanyak 846 jiwa.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengaku telah melakukan tes PCR sebanyak 7.417 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, 5.934 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 846 positif dan 5.088 negatif.
Baca Juga:
Mahfud Md: Kepala Daerah Dibiayai Cukong Lebih Berbahaya Ketimbang Korupsi Bahkan COVID-19
"Namun, total penambahan kasus positif sebanyak 1.168 kasus, lantaran terdapat akumulasi data sebanyak 322 kasus dari 2 laboratorium rumah sakit vertikal 7 hari terakhir yang baru dilaporkan," ujar Dwi di Jakarta, Senin (12/10)
Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 100.126. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 69.309.
"Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta sampai saat ini sebanyak 13.619 orang yang masih dirawat atau isolasi," paparnya.
Sedangkan, jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 88.174 kasus. Dari jumlah total kasus tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 72.633 dengan tingkat kesembuhan 82,4 persen dan total 1.922 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 2,2 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,5 persen.
Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 11,7 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 8,3 persen.
Baca Juga:
Sasar Usia Produktif, Angka Kematian akibat COVID-19 di Indonesia Tergolong Tinggi
Positivity rate DKI ini melebihi standar kasus positif yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia atau WHO yang hanya sebesar 5 persen. "WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen," tuturnya.
Pemprov DKI terus memassifkan tes PCR untuk menemukan kasus baru secara cepat, agar dapat segera melakukan tindakan isolasi / perawatan secara tepat. Sehingga, memperkecil potensi penularan COVID-19. (Asp)