Sains

Tyrannosaurus Rex Punya AC di Kepalanya

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Sabtu, 10 Oktober 2020
Tyrannosaurus Rex Punya AC di Kepalanya

Bikin iri, T.rex memiliki sistem pendinginnya sendiri di kepala mereka. (Foto: unsplash/viktortalashuk)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BUMI ini semakin panas. kita harus bergantung pada AC atau angin yang sejuk untuk mendinginkan diri. Tetapi tidak berlaku kepada beberapa reptil, mereka memiliki built-in AC di kepalanya. Mereka tidak perlu mencari tempat adem buat mendinginkan diri.

Melansir CNN dan BBC yang merangkum hasil penelitian yang dipublikasi di The Anatomical Record, T.rex memiliki dua lubang besar di bagian atas tengkorak. Sebelumnya, para ilmuwan berpikir ciri-ciri anatomi di bagian atas kepala sang T.rex sebelumnya diperkirakan diisi oleh otot yang membantu gerakan rahang T.rex yang kuat.

Baca juga:

Rekonstruksi Ilmuwan Pecahkan Misteri Spinosaurus, Dinosaurus Perenang Pertama

Tetapi sebuah tim lain mengatakan kemungkinan besar area itu dipenuhi dengan pembuluh darah yang membantu T.rex mengatur suhunya, berdasarkan pekerjaan mereka dengan aligator dan reptil lainnya.

Hewan besar memerlukan cara khusus untuk mendinginkan tubuh, karena panas tubuh mereka yang luar biasa dapat membuat mereka merasa kewalahan jika dalam kondisi panas.

Perbandingan lubang kepala berbagai jenis reptil. (Foto: twitter/@CrocHoliday)

Untuk menguji asumsi baru ini, peneliti menerapkan thermal imaging pada reptil modern. Cara ini memungkinkan panas untuk diterjemahkan menjadi cahaya tampak. Para peneliti menggunakan teknik ini pada aligator di Taman Zoologi Peternakan Buaya St. Augustine di Florida.

Kent Vliet, penulis studi dan koordinator laboratorium di Departemen Biologi Universitas Florida menjelaskan dalam studinya bahwa panas tubuh aligator bergantung pada lingkungannya.

Dari situ, mereka memperhatikan ketika cuaca lebih dingin dan melihat saat aligator mencoba untuk menghangatkan diri, thermal imaging menunjukkan titik panas yang besar di lubang-lubang di atap tengkorak mereka, menunjukkan peningkatan suhu. Namun, di kemudian hari ketika cuaca lebih hangat, lubangnya tampak gelap, seperti dimatikan agar tetap dingin.

Baca juga:

Tidak Hanya Manusia, Dinosaurus juga Bisa Kena Kanker

"Ini sesuai dengan penelitian sebelumnya tentang aligator dan sistem peredaran darah lintas arus mereka, atau termostat internal," tambah Vliet.

Saat menganalisis fosil dan gambar-gambar tiga dimensi kerangka T.rex, peneliti menemukan bahwa ia memiliki lubang dipenuhi dengan pembuluh darah yang mirip dengan aligator.

Sama seperti aligator, T.rex juga bisa menghangatkan atau mendinginkan diri sesuai dengan suhu lingkungannya. (Brian Engh)

"Memiliki lapisan kapiler (pembuluh darah kecil) di atap tengkorak menyediakan mekanisme bagi mereka untuk mengumpulkan panas atau melepaskan panas," jelas Casey Holliday, peneliti dari University of Missouri.

Sama seperti aligator, T.rex harus bisa melepaskan panas karena mereka sudah menghasilkan banyak panas tubuh secara umum. Memiliki "jendela termal" di kepalanya akan sangat membantu, mereka juga mungkin terengah-engah, seperti burung dan buaya.

Penemuan baru mengenai kerangka T.rex ini juga berarti bahwa otot rahang T.rex dan kekuatan gigitan mungkin lebih kecil dari yang diyakini para peneliti sebelumnya. Di masa mendatang, para peneliti berencana untuk menerbangkan drone di atas aligator liar untuk melakukan lebih banyak thermal imaging. (lev)

Baca juga:

Fosil Spesies Dinosaurus Baru Ditemukan di Inggris

#Dinosaurus #Sains
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Manusia Purba Obati Sakit Gigi Pakai Biji Pinang, Menenangkan Saraf
Para arkeolog dan ilmuwan internasional bersama BRIN menemukan bukti empiris praktik ini telah dilakukan sejak 25.000 tahun lalu.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Manusia Purba Obati Sakit Gigi Pakai Biji Pinang, Menenangkan Saraf
Dunia
Gletser Swiss Kehilangan Es, Pasokan Air Terancam
Data terbaru menyebut hal itu terjadi akibat gelombang panas musim panas yang ekstrem di puncak-puncak pegunungan Alpen.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Gletser Swiss Kehilangan Es, Pasokan Air Terancam
Lifestyle
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
Bukti terbaru menunjukkan biji pinang telah digunakan sebagai zat psikoaktif oleh sejumlah komunitas di Indonesia pada 25.000 tahun lalu.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
Fun
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Mengunggah ‘konten marmot tanpa sensor'.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Indonesia
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Habib Syarief menilai turunnya minat calon mahasiswa terhadap prodi sains di SNPMB 2026 menjadi ancaman bagi riset, inovasi, dan daya saing Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Lifestyle
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Para arkeolog menyebut struktur itu mungkin merupakan prototipe dalam pengembangan Stonehenge.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Lifestyle
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Bulan tampak memenuhi jendela kapsul mereka, saat para astronaut Artemis II melaju memasuki penerbangan melintasi bulan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Dunia
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Badan antariksa Amerika Serikat NASA mengumumkan misi antariksa Artemis II akan membawa kru manusia meluncur ke bulan.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Lifestyle
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Kerangka itu ditemukan terkubur di sebuah makam di depan altar Gereja St Peter and Paul di Kota Maastricht, Belanda Selatan.
Dwi Astarini - Selasa, 31 Maret 2026
Arkeolog Temukan Kerangka yang Diduga Anggota Three Musketeers D'Artaganan
Bagikan