Sains

Tiongkok Bikin Bulan Buatan

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 19 Januari 2022
Tiongkok Bikin Bulan Buatan

Tiongkok bikin bulan buatan. (Refinery)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SETELAH sukses dengan 'membuat' matahari, kini Tiongkok siap membuat kejutan dan terobosan baru dengan membangun fasilitas penelitan bulan buatan. Dengan teknologi yang mumpuni, para peneliti mengklaim bisa menyimulasikan lingkungan gravitasi rendah.

Seperti dilansir USSFeed (18/1), Pembangunan fasilitas tersebut terinspirasi dari percobaan medan magnet untuk melayang. Medan magnet tersebut dibuat di dalam ruang eksperimen berdiameter 60 sentimeter untuk menciptakkan gaya nol gravitasi. Li Ruilin, seorang insinyur geoteknik di Universitas Pertambangan dan Teknologi Tiongkok, mengatakan beberapa eksperimen, seperti uji impak, hanya perlu beberapa detik di simulator. "Tapi yang lain, seperti pengujian creep, bisa memakan waktu beberapa hari," ujar Li.

BACA JUGA:

Chang’e 5 Temukan Air di Bulan

Nantinya, ruangan tersebut akan diisi batu dan debu untuk meniru permukaan bulan. Di masa depan, fasilitas tersebut diharapkan bisa digunakan untuk menguji teknologi di lingkungan gravitasi rendah dalam janga waktu yang lama. Dengan begitu, para peneliti bisa meminimalisasi kemungkinan masalah teknis yang mahal.

bulan
Penelitian ini bertujuan menyimulasikan kondisi gravitasi rendah. (Unsplash-Nasa)

Diketahui, penelitian ini terinspirasi dari eksperimen Andre Geim, seorang fisikawan dari University of Manchester, Inggris. Ia berhasil memenangi Hadiah Nobel pada 2000 berkat eksperimen magnet yang mampu membuat seekor katak mengapung. Trik levitasi yang digunakan Geim dan di ruang bulan buatan itu berasal dari efek yang disebut levitasi diamagnetik. Demikian diungkap Live Science.

Para ilmuwan berencana menggunakan fasilitas itu untuk menguji teknologi di lingkungan gravitasi rendah yang berkepanjangan sebelum mengirimkan misi ke bulan, yang gravitasinya hanya seperenam dari Bumi.

matahari
Sebelumnya Tiongkok membuat matahari buatan. (Unsplash-Lenstravelier)


Uji coba yang dilakukan di ruangan itu akan digunakan untuk menginformasikan misi eksplorasi bulan Tiongkok, Chang'e. Ini termasuk Chang'e 4, yang mendaratkan rover di sisi jauh bulan pada 2019, dan Chang'e 5, yang mengambil sampel batuan dari permukaan bulan 2020. Tiongkok juga telah menyatakan akan meneliti satelit bumi itu di kutub selatan Bulan pada 2029.(Rey)

#Sains
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan Peringatkan Nyaris Semua Terumbu Karang Bisa Hilang dalam 50 Tahun
Penilaian dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) menemukan 96 persen sistem terumbu karang air dangkal kritis dan dapat lenyap pada 2075.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
 Ilmuwan Peringatkan Nyaris Semua Terumbu Karang Bisa Hilang dalam 50 Tahun
Lifestyle
NASA Rencanakan Misi VIPER pada 2027, Cari Air di Bulan
Wahana penjelajah NASA, Volatiles Investigating Polar Exploration Rover (VIPER), dijadwalkan untuk memulai misi ke wilayah kutub selatan bulan pada 2027.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
NASA Rencanakan Misi VIPER pada 2027, Cari Air di Bulan
Lifestyle
Misi Antariksa Meluncur ke Mars, Ambil Sampel dari Phobos
Jika berhasil, ini akan menjadi kali pertama sampel dari Mars atau bulan-bulannya dikembalikan untuk dianalisis di laboratorium di Bumi.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Misi Antariksa Meluncur ke Mars, Ambil Sampel dari Phobos
Lifestyle
Manusia Purba Obati Sakit Gigi Pakai Biji Pinang, Menenangkan Saraf
Para arkeolog dan ilmuwan internasional bersama BRIN menemukan bukti empiris praktik ini telah dilakukan sejak 25.000 tahun lalu.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Manusia Purba Obati Sakit Gigi Pakai Biji Pinang, Menenangkan Saraf
Dunia
Gletser Swiss Kehilangan Es, Pasokan Air Terancam
Data terbaru menyebut hal itu terjadi akibat gelombang panas musim panas yang ekstrem di puncak-puncak pegunungan Alpen.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Gletser Swiss Kehilangan Es, Pasokan Air Terancam
Lifestyle
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
Bukti terbaru menunjukkan biji pinang telah digunakan sebagai zat psikoaktif oleh sejumlah komunitas di Indonesia pada 25.000 tahun lalu.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
Fun
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Mengunggah ‘konten marmot tanpa sensor'.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Indonesia
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Habib Syarief menilai turunnya minat calon mahasiswa terhadap prodi sains di SNPMB 2026 menjadi ancaman bagi riset, inovasi, dan daya saing Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Lifestyle
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Para arkeolog menyebut struktur itu mungkin merupakan prototipe dalam pengembangan Stonehenge.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Bagikan