Temuan Percobaan Vaksin mRNA untuk Melanoma Sukses Mengurangi Taraf Kambuh Setelah Terapi

P Suryo RP Suryo R - Senin, 12 Juni 2023
Temuan Percobaan Vaksin mRNA untuk Melanoma Sukses Mengurangi Taraf Kambuh Setelah Terapi

Kemajuan yang menarik di bidang vaksin kanker. (Pexels/Tara Winstead)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PARA ahli menyebut hasil kombinasi imunoterapi dengan teknologi mRNA yang dipersonalisasi menjadi kemajuan yang menarik di bidang vaksin kanker. Mengutip dari NBC, dalam temuan percobaan yang dilakukan baru-baru ini, vaksin mRNA untuk melanoma sukses untuk mengurangi taraf kambuh pada pasien setelah menjalani terapi.

Dilansir dari laman Siloam Hospital, melanoma adalah salah satu jenis kanker kulit yang terjadi akibat pertumbuhan sel melanosit secara tidak normal. Penyakit ini termasuk jenis kanker kulit ganas yang dapat menyebar dengan cepat ke organ tubuh lain, seperti mata, hidung, tenggorokan, otak, dan paru-paru.

Baca Juga:

Kenali Kanker Kulit Ganas Melanoma

kanker
Salah satu cara kanker menghindari sistem kekebalan adalah membodohi tubuh dengan membuat tubuh berpikir bahwa ancaman telah berakhir. (Unsplash/National Cancer Institute)

Uji coba tersebut berfokus pada vaksin yang dipersonalisasi menggunakan teknologi mRNA. Percobaan ini menggunakan mutasi untuk menargetkan mutasi yang unik pada kanker pasien tetapi bukan sel sehat di dalam tubuh.

Semua peserta yang terlibat dalam uji coba ini menerima obat imunoterapi Keytruda (pembrolizumab), standar perawatan untuk pasien melanoma berisiko tinggi. Dua pertiga peserta juga menerima vaksin.

Dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Association for Cancer Research, hasil uji coba fase 2, yang menunjukkan bahwa kombinasi vaksin dan imunoterapi mengurangi risiko kambuh hampir setengahnya.

“Ini adalah uji coba terkontrol acak pertama yang menunjukkan manfaat dari jenis vaksin kanker ini,” kata peneliti senior Dr. Jeffrey Weber, wakil direktur Pusat Kanker Perlmutter NYU Langone dan profesor kedokteran di NYU Grossman School of Medicine.

Untuk menguji keefektifan vaksin, tim peneliti internasional merekrut 157 pasien melanoma yang tumornya telah diangkat melalui pembedahan dan berisiko tinggi mengalami kambuh. Lima puluh pasien hanya menerima obat imunoterapi dan 107 juga mendapat vaksinasi pribadi.

Salah satu cara kanker menghindari sistem kekebalan adalah membodohi tubuh dengan membuat tubuh berpikir bahwa ancaman telah berakhir, pada titik mana sistem pengereman alami yang mencegah sistem kekebalan terus bekerja.

Weber membandingkan cara kerja pembrolizumab dengan memotong kabel rem pada mobil agar bisa maju.

Baca Juga:

Kebiasaan Sehari-Hari yang Mempengaruhi Kulitmu

kanker
Kombinasi vaksin dan imunoterapi mengurangi risiko kambuh hampir setengahnya. (Pexels/Anna Tarazevich)

Setelah sistem pengereman sebagian dinonaktifkan, "Sistem kekebalan bekerja dengan sangat baik," kata Weber.

Salah satu cara lain kanker dapat bertahan pada tubuh seseorang adalah melalui mutasi, sehingga tentara sistem kekebalan tidak lagi mengenalinya sebagai ancaman.

Di situlah vaksin mRNA yang dipersonalisasi masuk. Setelah tumor pasien diangkat, dokter mengidentifikasi protein yang spesifik untuk tumor orang itu dan tidak ada sel lain di dalam tubuh. Sebanyak 34 protein dari tumor pasien kemudian menjadi target vaksin.

Dalam uji coba, 40% pasien yang hanya menerima obat imunoterapi mengalami kambuh kanker selama dua tahun masa tindak lanjut. Sebagai perbandingan, 22,4% pasien yang mendapat obat plus vaksin mengalami kekambuhan, menyebabkan perbedaan 44% antara kedua kelompok.

Para peneliti kini menantikan uji coba fase 3, yang dijadwalkan untuk diluncurkan pada musim panas ini, dengan harapan mendapatkan hasil yang serupa.

“Dengan tindak lanjut dan pemantauan, setidaknya dua tahun sebelum data didaftarkan ke Food and Drug Administration dan hingga tiga tahun sebelum kombinasi vaksin disetujui untuk digunakan pada pasien,” kata Weber.

Ini merupakan kemajuan yang menarik di bidang vaksin kanker, terutama untuk menghentikan melanoma, bentuk kanker kulit yang paling mematikan, kata para ahli. (dsh)

Baca Juga:

Hai Cowok, Kamu Wajib Memakai Skincare, ini Alasannya

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Indonesia
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
PAM Jaya kini memperkuat K3 dalam implementasinya. PAM Jaya juga telah menyiapkan pembangunan 7.000 km jaringan pipa.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
PAM Jaya Perkuat K3, Siapkan Pembangunan 7.000 Km Jaringan Pipa
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Indonesia
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Langkah darurat ini dinilai sebagai keputusan krusial untuk mencegah berulangnya tragedi serta melindungi keselamatan jiwa dokter maupun pasien.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
6 Dokter Intership Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
Indonesia
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Kemenkes dorong masyarakat lakukan tes HIV tanpa takut stigma negatif. Deteksi dini penting untuk menekan penularan dan memastikan pengobatan segera dengan terapi ARV.
Wisnu Cipto - Minggu, 26 Juli 2026
Kemenkes Kampanyekan Jangan Takut Stigma Negatif Tes HIV, Makin Cepat Diketahui Lebih Baik
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Pemeriksaan sejak 1 Januari hingga 14 Juli 2026, karies gigi atau gigi berlubang menjadi keluhan terbanyak, disusul anemia pada remaja putri dan hipertensi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan 40,8% Anak Punya Gigi Berlubang
Indonesia
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Kemenkes juga tidak hanya membantu pembangunan infrastruktur seperti gedung, tetapi fasilitas Kesehatan juga perlu untuk dibantu.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 Juli 2026
Kemenkes Rampungkan Pembangunan 20 Rumah Sakit di Seluruh Indonesia
Lifestyle
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Ramalan shio besok, 7 Juli, mengulas prediksi karier, asmara, dan keuangan untuk 12 shio. Simak lima shio yang diprediksi perlu lebih waspada dalam mengelola keuangan
ImanK - Senin, 06 Juli 2026
Ramalan Shio 7 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Terancam Keuangannya
Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Fun
ASICS Get The Glow Ajak Aktif Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Bersinar Alami
Riset ASICS menunjukkan bahwa hanya dengan 15 menit 9 detik aktivitas fisik, suasana hati dapat mulai meningkat secara signifikan.
Dwi Astarini - Selasa, 30 Juni 2026
ASICS Get The Glow Ajak Aktif Bergerak untuk Pikiran Lebih Positif dan Bersinar Alami
Indonesia
Cakupan Imunisasi Daerah 3T Anjlok, Legislator Desak Kemenkes Jemput Bola
Pemerintah tidak bisa lagi menggunakan pendekatan seragam yang menyamakan wilayah perkotaan dengan daerah terpencil dalam urusan pelayanan kesehatan dasar.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Cakupan Imunisasi Daerah 3T Anjlok, Legislator Desak Kemenkes Jemput Bola
Bagikan