[HOAKS atau FAKTA]: Terlalu Sering Makan Mi Instan Bisa Bikin Usus Tersumbat
Unggahan soal mengonsumsi mi instan bikin usus tersumbat. Foto: Dok. Turn Back Hoax
MerahPutih.com - Media sosial kini tengah viral karena adanya informasi yang menyebutkan, bahwa terlalu sering mengonsumsi mie instan bisa menyebabkan penyumbatan di usus.
Akun Instagram “ernahandayani635” merupakan pengunggah narasi tersebut. Ia mengatakan, penyumbatan di usus tersebut diakibatkan adanya cacing.
NARASI
“Penyumbatan di usus , yg kata ny terlalu sering makan mie instan , ternyata usus ny banyak cacing ny , jadi takut mau makan mie instan."
Baca juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Minta Rakyat Sumbang Uang jika Mau Ekonomi Maju
FAKTA
Ternyata, informasi yang beredar tersebut adalah hoaks. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 2015 menyatakan mi instan aman dikonsumsi.
Namun, tidak ada bukti zat di dalamnya, seperti monosodium glutamat (MSG), methyl p-hydroxybenzoate, maupun asam benzoat berbahaya bagi tubuh.
Meski begitu, konsumsi mi instan berlebihan tetap beresiko menimbulkan masalah kesehatan seperti diabetes, hipertensi dan kanker, terutama jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik dan pola makan yang seimbang.
Sementara itu, infeksi cacing bukan berasal dari mi instan, melainkan dari telur atau larva yang masuk lewat makanan atau minuman kotor, tanah yang terkontaminasi, atau tangan yang tidak higienis.
Baca juga:
KESIMPULAN
Infeksi cacing tidak berasal dari mi instan, melainkan dari telur atau larva yang masuk ke tubuh.
Unggahan video berisi klaim “penyumbatan usus oleh cacing karena sering makan mi instan” merupakan konten yang menyesatkan. (knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Dedi Mulyadi Disambut Ribuan Orang saat Tiba di Lokasi Bencana Sumatra
[HOAKS atau FAKTA]: Penularan Virus Super Flu Dinilai Lebih Cepat dan Berbahaya dari COVID-19
[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Asyik Berjoget di Tengah Duka Korban Bencana Sumatra
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Australia Bagi-bagi Uang untuk Modal Usaha, Dititip Lewat Kementerian Agama
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
[HOAKS atau FAKTA]: Megawati Kepincut Menkeu Purbaya, Tawari Masuk PDIP dan Dijadikan Ketua Partai
[HOAKS atau FAKTA]: Luhut Binsar Pandjaitan Sebut Kunjungan Dedi Mulyadi ke Sumatra Hanya Cuma Pencitraan
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur