Strategi Sehat Kontrol Kolesterol, Kunci Sederhana Hidup Berkualitas

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 30 September 2025
Strategi Sehat Kontrol Kolesterol, Kunci Sederhana Hidup Berkualitas

Ilustrasi sarapan tinggi protein. (Foto: Unsplash/Logan Jeffrey)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan, sekitar satu dari tiga orang dewasa di Indonesia memiliki kadar kolesterol tinggi. Lebih dari separuhnya bahkan tidak menyadari kondisi tersebut karena gejalanya sering tidak terlihat.

Padahal, kolesterol tinggi yang tidak terdeteksi dapat menjadi faktor risiko penyakit serius seperti jantung lemah, hipertensi, hingga stroke - penyakit yang masih menempati posisi teratas penyebab kematian di dunia.

Kesadaran akan pentingnya menjaga kadar kolesterol seringkali baru muncul setelah hasil pemeriksaan kesehatan memberikan peringatan serius.

Sayangnya, pada tahap tersebut pencegahan biasanya sudah terlambat. Oleh karena itu, menjaga kadar kolesterol sebaiknya menjadi prioritas sejak dini.

Baca juga:

Kolesterol Tinggi, Segera Lakukan 4 Hal ini

Beberapa jenis makanan diketahui dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh, di antaranya:

Tingkatkan Asupan Serat Larut

Serat larut berfungsi mengikat kolesterol dalam saluran pencernaan dan membuangnya dari tubuh. Sumber makanan yang kaya serat larut meliputi oat, barley, apel, pir, jeruk, kacang polong, serta berbagai jenis kacang-kacangan.

Konsumsi Lemak Sehat

Lemak sehat dapat meningkatkan kolesterol baik (HDL) sekaligus menurunkan kolesterol jahat (LDL). Sumber lemak sehat antara lain alpukat, kacang-kacangan, biji-bijian, minyak zaitun, serta ikan berlemak seperti salmon dan sarden.

Pilih Protein Nabati dan Ikan

Protein nabati umumnya rendah lemak jenuh dan mendukung kesehatan jantung. Selain itu, ikan berlemak seperti salmon dan makarel kaya akan omega-3 yang efektif menurunkan kadar trigliserida.

Baca juga:

Waktu Sarapan Terbaik Jika Kolesterol Tinggi, Dapat Jaga Kesehatan Jantung

Selain pola makan sehat, PT Pharos Indonesia menghadirkan suplemen Omepros yang mengandung kombinasi Omega 3, 6, 9, serta GLA. Suplemen ini membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL), meningkatkan kolesterol baik (HDL), sekaligus menjaga kelancaran peredaran darah.

“Menjaga kolesterol bukan sekadar mencegah penyakit, tetapi juga memastikan kualitas hidup tetap optimal. Kesehatan adalah investasi jangka panjang, bukan biaya,” ujar dr. Mariani Leman, Direktur PT NutriSains (Pharos Group).

Omepros diformulasikan dari minyak ikan salmon, minyak biji bunga evening primrose, minyak zaitun, dan minyak canola. Kombinasi nutrisi tersebut dirancang untuk mendukung kesehatan jantung dan sistem peredaran darah secara menyeluruh. (Far)

#Kesehatan #Kolesterol Tinggi #Penyakit
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Dunia
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Seorang pekerja laboratorium di Rusia meninggal dunia. Ia diduga terinfeksi virus Pes. Namun, penyebabnya masih misterius.
Soffi Amira - Senin, 05 Oktober 2026
Pekerja Lab di Rusia Meninggal Diduga Terinfeksi 'Pes', Hampir 200 Orang Dikarantina
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan