Telaah Kegagalan 'Jualan Baliho Jokowi' Dongkrak Elektabilitas PSI

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Jumat, 19 Januari 2024
Telaah Kegagalan 'Jualan Baliho Jokowi' Dongkrak Elektabilitas PSI

Presiden Joko Widodo (tengah) menghadiri HUT ke-8 PSI di Jakarta, Selasa (31/1). ANTARA/Mentari Dwi Gayati

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di bawah kepemimpinan Kaesang Pangarep terancam tidak lolos ke parlemen pada Pemilu 2024. Pasalnya, elektabilitas partai berlambang mawar hanya di angka 1,4 persen berdasarkan hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia yang dirilis Januari 2024.

Bahkan, tingkat keterpilihan PSI jauh merosot dibandingkan Desember 2023. Pada akhir tahun lalu, elektabilitas PSI berada di angka 2,4 persen, padahal Kaesang dan kawan-kawan harus mengantongi ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sebesar 4 persen untuk melenggang ke Senayan.

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin berpendapat elektabilitas di bawah 4 persen adalah kondisi objektif dari PSI. Menurutnya, endorsement Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga tidak mampu mendongkrak elektabilitas partai besutan anak bungsu sang Presiden.

Baca Juga:

Pesan Jokowi ke PSI: Jangan jadi Follower tapi Trendsetter

Alasannya, kata Ujang, sosok Jokowi sudah lekat di ingatan masyarakat sebagai kader PDI Perjuangan (PDIP), sehingga pemasangan gambar Jokowi pada baliho-baliho tidak berdampak positif pada perjuangan politik PSI untuk dapat mengisi kursi di parlemen.

“Dalam konteks PSI, Jokowi tidak menjual, karena Jokowi itu identik dengan PDIP. Karena bagaimanapun masyarakat publik di grass roots (akar rumput) itu, Jokowi PDIP, Jokowi masih kader PDIP, walaupun hati tindakan pikirannya sudah keluar dari PDIP,” kata Ujang saat dihubungi, Jumat (19/1).

Lebih lanjut Ujang menyampaikan masyarakat masih mengganggap Jokowi sebagai kader PDIP. Meskipun hati, pikiran, dan tindakan Jokowi sudah tidak sejalan dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Memasang baliho apapun tidak dapat (mengatrol) elektabilitas PSI karena masyarakat di kelas bawah itu tahunya Jokowi masih di PDIP,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, Ujang meragukan PSI dapat membalikan keadaan dengan meraih elektabilitas mininum 4 persen di sisa waktu menjelang kontestasi elektoral 2024. Sebaliknya, kata dia, masyarakat akan menuduh PSI dibantu oleh kekuasaan jika pada akhirnya elektabilitas partai besutan Kaesang tersebut naik signifikan dan lolos ke parlemen.

“Masyarakat akan menuduh yang tidak-tidak kepada PSI karena bisa saja dianggap disulap oleh kekuasaan, dibantu oleh kekuasaan, dan lain sebagainya,” ucap Ujang.

“Dari 1,4 ke 4 persen itu berat, dan itu sulit dalam konteks rebound, kecuali kalau ada intervensi kekuasaan,” imbuhnya.

Ujang menambahkan faktor lain yang membuat PSI kesulitan melaju ke gedung DPR RI adalah sosok Kaesang yang minim pengalaman di politik. Terlebih, banyak kader PSI yang mengundurkan diri, seperti Mohamad Guntur Romli, Tsamara Amany, Rian Ernest, dan Surya Tjandra.

“Kalau misalkan nanti, apa namanya, disulap angkanya besar, apa namanya, naik, ya rusuh masyarakat curiga. Ini mungkin cerminan dari kondisi objektif PSI saat ini,“ pungkasnya. (Pon)

Baca Juga:

Gabungnya Kaesang ke PSI Dinilai Sebagai Penegasan Jokowi Dukung Prabowo

#PSI
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Berita Terkait

Indonesia
PSI DKI Soroti Kelambanan Penanganan Jalan Ambles di Lenteng Agung
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harusnya memberikan perhatian lebih besar lagi terhadap kondisi infrastruktur jalanan di Ibu Kota.
Dwi Astarini - Sabtu, 30 Mei 2026
PSI DKI Soroti Kelambanan Penanganan Jalan Ambles di Lenteng Agung
Indonesia
Hantavirus masih Menyebar, Legislator Ingatkan Pemprov DKI untuk Waspada
Menurut dia, virus itu berpotensi menjadi pandemi seperti COVID-19 apabila tidak ditangani dengan baik.
Dwi Astarini - Kamis, 21 Mei 2026
 Hantavirus masih Menyebar, Legislator Ingatkan Pemprov DKI untuk Waspada
Indonesia
Bukan Urusan Partai, PSI Ogah Beri Bantuan Hukum ke Grace Natalie
PSI beralasan kasus yang menyeret Grace bukan urusan partai karena melibatkan pernyataan yang menjadi tanggung jawab pribadi.
Wisnu Cipto - Rabu, 06 Mei 2026
Bukan Urusan Partai, PSI Ogah Beri Bantuan Hukum ke Grace Natalie
Indonesia
Video 'Bro Ron' PSI Kena Bogem Mentah Viral, Polisi Langsung Ciduk Dua Pelaku di Menteng
Polisi segera mengambil tindakan tegas dengan menyeret dua orang terduga pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya
Angga Yudha Pratama - Selasa, 05 Mei 2026
Video 'Bro Ron' PSI Kena Bogem Mentah Viral, Polisi Langsung Ciduk Dua Pelaku di Menteng
Indonesia
22 Ribu Anak di Jakarta Utara Putus Sekolah, Pemprov DKI Diminta Bertindak Cepat
Sebanyak 22 ribu anak di Jakarta Utara putus sekolah. DPRD DKI pun meminta Pemprov bisa bertindak cepat mengatasi masalah tersebut.
Soffi Amira - Senin, 04 Mei 2026
22 Ribu Anak di Jakarta Utara Putus Sekolah, Pemprov DKI Diminta Bertindak Cepat
Indonesia
Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menegaskan kondisi internal partainya tetap solid meskipun sejumlah kader diketahui berpindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Sebut Kader Pindah ke PSI Bisa Dihitung Jari, Saan Mustopa: NasDem Tetap Solid
Indonesia
Sampai 20 Politisi Bakal Gabung PSI karena Jokowi, Termasuk dari Partai NasDem
Hal ini disampaikan Ketua Bidang Politik DPP PSI, Bestari Barus, yang juga menjelaskan ada politisi yang rela meninggalkan jabatan strategis di parlemen demi bergabung.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Sampai 20 Politisi Bakal Gabung PSI karena Jokowi, Termasuk dari Partai NasDem
Indonesia
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Jubir PSI yang merupakan mantan kader NasDem heran Jokowi selalu disebut-sebut.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kabar Jokowi 'Caplok' Partai NasDem, Jubir PSI Bestari: Tidak Benar, Coba Bentuk Opini Publik Negatif
Indonesia
349 Ribu Warga Jakarta Menganggur, PSI Kritik Sistem Pendidikan
PSI menyoroti angka pengangguran di Jakarta naik. Sistem pendidikan pun dianggap makin mengkhawatirkan.
Soffi Amira - Kamis, 02 April 2026
349 Ribu Warga Jakarta Menganggur, PSI Kritik Sistem Pendidikan
Indonesia
Ketua DPW PSI Jateng Sebut Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus Merusak Nilai Demokrasi dan Suara Kritis
Mendesak pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya.
Dwi Astarini - Selasa, 17 Maret 2026
Ketua DPW PSI Jateng Sebut Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus Merusak Nilai Demokrasi dan Suara Kritis
Bagikan