Kader PDIP Sebut Serangan Ahmad Ali ke Jokowi Adalah Order Busuk Agar Aman dari KPK

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Sabtu, 22 November 2025
Kader PDIP Sebut Serangan Ahmad Ali ke Jokowi Adalah Order Busuk Agar Aman dari KPK

Arsip - Mantan Presiden Jokowi saat menghadiri Kongres PSI 2025. (MP/Didik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Sekretaris Ranting PDI Perjuangan (PDIP), Pacar Kembang, Surabaya, Muhammad Ariyadi, menanggapi keras pernyataan Ketua Harian Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Ali. Ahmad Ali menyebut Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tidak pernah dihargai oleh partai lama yang membesarkannya.

Ariyadi menilai pernyataan tersebut sarat motif politik dan patut dicurigai sebagai bentuk serangan yang disengaja. Menurutnya, pernyataan Ahmad Ali tidak berdiri sendiri, melainkan diduga berkaitan dengan urusan pribadinya.

Baca juga:

Roy Suryo cs Minta Gelar Perkara Khusus untuk Kasus Hoaks Ijazah Jokowi, Polda Metro Beri Sinyal Enggan Kasih Kesempatan

Pernyataan itu disebut sebagai upaya mengambil keuntungan politik dengan menyerang PDIP, tempat Jokowi berproses dan dibesarkan sebagai seorang pemimpin nasional.

“Sepertinya Ahmad Ali sedang menerima order untuk menyerang partai lama Jokowi, yang disebut-sebut memecat Jokowi, agar dia aman dari kasus di KPK,” kata Ariyadi dalam keterangan yang diterima, Sabtu (23/11).

Tudingan Manuver Politik dan Kasus Hukum

Ariyadi secara langsung mengaitkan tudingan serangan ini dengan perkembangan kasus dugaan korupsi yang menjerat Ahmad Ali.

Ia mengingatkan bahwa pada Februari lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyita uang tunai Rp3,49 miliar, sejumlah dokumen, barang bukti elektronik, tas, hingga jam tangan mewah dalam proses penyidikan kasus yang turut menyeret nama politisi PSI tersebut.

Ariyadi menegaskan bahwa menyeret-nyeret PDIP dalam narasi yang tidak berdasar hanya menunjukkan upaya memutarbalikkan fakta demi kepentingan pribadi.

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Dana Bansos Rp 500 Triliun Dipakai untuk Bayar Buzzer Kampanye Buat Jokowi

Pernyataan Ahmad Ali dinilai tidak hanya menyesatkan publik, tetapi juga mencoba memanfaatkan nama besar Jokowi untuk menutupi persoalan hukum yang sedang dihadapi.

Ariyadi pun mengimbau seluruh kader PDIP untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh provokasi politik yang menurutnya tidak berlandaskan data maupun etika politik yang baik.

"Serangan seperti itu tidak lebih dari manuver politik yang dangkal. Publik sudah sangat cerdas melihat siapa yang sedang menyembunyikan sesuatu,” tegas Ariyadi. (Pon)

#Ahmad Ali #PSI #PDIP #DPP PDIP #Joko Widodo #Jokowi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, belum tegas menyatakan dukungan Prabowo-Gibran dua periode. Gerindra pun menanggapi hal tersebut.
Soffi Amira - Senin, 12 Oktober 2026
Jokowi Belum Bicara soal Prabowo-Gibran 2 Periode, Begini Sikap Gerindra
Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Jokowi menegaskan negara Indonesia punya mekanisme demokrasi yang harus dilalui, sesuai dengan konstitusi serta sesuai aturan hukum yang berlaku.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Gibran Didesak Pemakzulan dan tak Bisa Maju Pilpres 2029, Jokowi: tak Masalah
Indonesia
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Ia mengatakan setiap negara memiliki sistem pendidikan berbeda-beda. Atas dasar tersebut, Wapres Gibran telah melalui tahapan pendidikan itu.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Putusan MK tak Temukan Bukti Ijazah Gibran Setara SMA, Jokowi: Kalau tak Lulus SMA enggak Bisa S-1
Indonesia
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Jokowi menyilakan untuk mengikuti mekanisme demokrasi yang tersedia.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Wacana Pemakzulan Gibran, Jokowi: Ikuti Mekanisme Demokrasi
Indonesia
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, merespons putusan MK soal ijazah Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan, anak sulungnya itu kuliah sampai S1.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Tanggapi Putusan MK soal Ijazah Gibran, Singgung Sistem Tiap Negara Berbeda
Indonesia
Bongkar Isi Pertemuan 2 Jam dengan Prabowo, Jokowi: Bahas Bola, Ekonomi, hingga Politik
Jokowi mengungkap isi pertemuan dua jam dengan Prabowo di Kertanegara. Mereka membahas sepak bola, ekonomi, politik, hingga isu Pemilu 2029.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Bongkar Isi Pertemuan 2 Jam dengan Prabowo, Jokowi: Bahas Bola, Ekonomi, hingga Politik
Indonesia
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Pernyataan itu disampaikan Jokowi menanggapi kemungkinan munculnya upaya pemakzulan Gibran setelah MK membacakan putusan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 08 Oktober 2026
Jokowi Ingatkan Pemakzulan Gibran Harus Ikuti Mekanisme Demokrasi dan Konstitusi
Indonesia
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Jokowi menegaskan Gibran Rakabuming Raka telah menyelesaikan pendidikan S1 saat menanggapi putusan MK soal ijazah SMA.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
MK Tak Temukan Ijazah SMA Gibran, Jokowi Ungkap Hal Penting soal Pendidikan Sang Anak
Indonesia
Bocoran Obrolan Dinner Jokowi-Prabowo, PSI Buka Terlalu Kecil Kalau Cuma Bahas Ijazah Gibran
PSI bongkar isi obrolan pertemuan makan malam Jokowi dan Prabowo di Kertanegara saat sidang MK perkara ijazah SMA Wapres Gibran
Wisnu Cipto - Rabu, 07 Oktober 2026
Bocoran Obrolan Dinner Jokowi-Prabowo, PSI Buka Terlalu Kecil Kalau Cuma Bahas Ijazah Gibran
Bagikan