PDIP Tegaskan Pilkada Harus Langsung, bukan Diwakilkan Oligarki DPRD

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 07 Januari 2026
PDIP Tegaskan Pilkada Harus Langsung, bukan Diwakilkan Oligarki DPRD

Ilustrasi TPS. (Foto: MP)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PDI Perjuangan (PDIP) menegaskan tetap konsisten menolak wacana pilkada secara tidak langsung melalui DPRD. Hal itu disampaikan Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus. Anggota Komisi II DPR RI ini menyebut, secara matematis, PDIP hanya memiliki sekitar 16 persen kekuatan di parlemen. Sementara itu, enam partai politik lainnya telah menyatakan persetujuan terhadap usul pilkada melalui DPRD. Dengan begitu, secara hitung-hitungan politik memungkinkan wacana tersebut untuk diusulkan.
?
“Kalau hitung-hitungan matematisnya kami kan hanya 16 persen. Dengan enam partai sudah menyetujui, secara matematika ya mereka akan berhasil mengusulkan,” ujar Deddy di Jakarta, Rabu (7/1).
?
Meski demikian, Deddy menilai dinamika politik belum sepenuhnya berakhir. Ia meyakini akan muncul suara masyarakat dan kelompok-kelompok lain di luar parlemen yang menolak pilkada tidak langsung. Menurutnya, PDIP akan tetap berdiri pada posisi mempertahankan pilkada langsung sebagai bentuk kedaulatan rakyat.
?
“Nah, kami tentu tetap tegas, teguh, agar pilkada dipilih secara langsung. Bukan diwakilkan kepada oligarki DPRD,” tegasnya.
?
PDIP, lanjut Deddy, kini menunggu sikap dan dukungan masyarakat sipil terhadap rencana partai-partai pendukung pemerintah yang mendorong pilkada melalui DPRD. Ia menyebut lobi-lobi politik memang telah terjadi, tapi belum ada pembahasan resmi di tingkat parlemen. “Pembicaraan-pembicaraan sudah ada, tapi belum ada jadwal resmi. Baru di lingkaran partai pendukung pemerintah,” katanya.

Baca juga:

Golkar Sebut Biaya Pilkada Langsung Berpotensi Merusak Kualitas Demokrasi


?
Deddy mengungkapkan ajakan dan pembicaraan tersebut datang dari partai-partai koalisi pemerintah, seperti Golkar, PAN, PKB, Gerindra, serta belakangan NasDem dan Demokrat yang disebut telah menyatakan persetujuan.
?
Namun, PDIP memastikan sikapnya tidak akan berubah. Deddy menegaskan pengalaman masa lalu menunjukkan pilkada yang dipilih DPRD justru lebih banyak menimbulkan mudarat ketimbang manfaat.
?
“Kita sudah mengalami pemilihan oleh elit DPRD dan mengevaluasi bahwa dampak buruknya lebih besar. Pilkada langsung justru melahirkan banyak kepala daerah yang berprestasi, inovatif, dan kreatif,” ujarnya.
?
Ia mempertanyakan kualitas demokrasi jika kepala daerah hanya dipilih segelintir elite. “Kalau dipilih elite DPRD, dari mana kita tahu yang dipilih terbaik, bukan yang bayar terbanyak,” pungkasnya.(Pon)

Baca juga:

Isyaratkan Dukungan Pilkada Lewat DPRD, Soroti Politik Uang dan Biaya Tinggi


?

#Pemilihan Kepala Daerah #PDIP #Kepala Daerah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Perkembangan kasus ijazah Gibran terkini mencakup putusan MK, wacana pansus dan hak angket DPR, respons Jokowi, hingga pengaduan ke Bareskrim.
ImanK - Minggu, 11 Oktober 2026
Perkembangan Kasus Ijazah Gibran Terkini: Dari Hak Angket hingga Laporan Bareskrim
Indonesia
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Pertemuan tersebut merupakan lanjutan setelah kedua tokoh bertemu pada Senin (28/9) malam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Indonesia
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Guruh Soekarnoputra meninggal dunia di usia 73 tahun, Sabtu (26/9). Ia meninggalkan karya dan lagu legendaris.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, ini Profil dan Jejak Kariernya
Indonesia
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Angka tersebut belum menjadi keputusan resmi karena masih dibicarakan secara informal oleh partai politik.
Dwi Astarini - Selasa, 22 September 2026
Puan Ungkap PDIP sudah Diajak Bicara soal PT 5 Persen dan Syarat Capres Diusung 2 Parpol
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Pelemahan benteng demokrasi tidak dilakukan melalui pengerahan militer atau perebutan kekuasaan secara paksa, tapi dilegalkan melalui instrumen hukum formal atau autocratic legalism.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Sebut Demokrasi RI Rusak secara Legal, Andi Widjajanto: Everything Was Legalized
Indonesia
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Pengerahan Kapal RS Laksamana Malahayati ini merupakan tindak lanjut dan arahan langsung dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Megawati Instruksikan PDIP Kirim Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT
Indonesia
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Tidak ada satu pun pasal di dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang mengenal istilah partai koalisi, partai oposisi, shadow cabinet maupun partai penyeimbang.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
PAN Setuju Dengan Megawati Tidak Ada Oposisi Dalam Politik Indonesia
Olahraga
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Soekarno Cup 2026 resmi bergulir di Surabaya sebagai bagian peringatan HUT ke-81 RI, yang digagas Prananda Prabowo
Wisnu Cipto - Senin, 10 Agustus 2026
Semarak HUT ke-81 RI, Soekarno Cup 2026 Resmi Bergulir di Surabaya
Indonesia
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Memasuki agenda utama, sesi bedah buku autobiografi jilid 2 dan 3 ini dipandu langsung oleh jurnalis senior Bambang Harymurti yang bertindak sebagai moderator
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 Agustus 2026
Bambang Harymurti Pimpin Bedah Buku Erros Djarot, Megawati Duduk Bersanding Bersama Elit Politik Nasional
Bagikan