Tampil di Pameran Dagang Alkes di Jerman, Sarung Tangan Medis Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp 200 Miliar

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 21 November 2025
Tampil di Pameran Dagang Alkes di Jerman, Sarung Tangan Medis Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp 200 Miliar

Tampil di Pameran Dagang Alkes di Jerman, Sarung Tangan Medis Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp 200 Miliar.(foto: dok Kemendag)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - INDONESIA telah menandatangani dua nota kesepahaman (MoU) dalam pameran dagang alat kesehatan (alkes) terbesar dunia, Medica 2025, di Dusseldorf, Jerman, Rabu (19/11). Kedua MoU mencakup pembelian produk Indonesia dan investasi pengembangan teknologi kesehatan di Indonesia.

Salah satu MoU yang ditandatangani yakni pembelian sarung tangan medis buatan Indonesia dengan potensi transaksi senilai USD 12 juta atau setara Rp 200 miliar per tahun. Kerja sama tersebut dijalin antara PT Haloni Jane dari Indonesia dan Excelmed Distribuidora De Materaiais Medicos E Odontologicos LTDA dari Brasil.

MoU tersebut merupakan pembaruan dari MoU sebelumnya antarkedua belah pihak dengan peningkatan nilai pembelian. Penandatanganan ini menegaskan pengakuan internasional terhadap kualitas dan daya saing produk kesehatan Indonesia.

"MoU pembelian sarung tangan medis ini menegaskan posisi Indonesia sebagai penyedia alat kesehatan yang kompetitif dan tepercaya di kancah global sekaligus memperkuat upaya perluasan akses pasar sebagai tonggak penting ekspor Indonesia," kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi.

Baca juga:

Waspadai Alat Kesehatan Ilegal Berharga Miring



Pembelian sarung tangan medis oleh Excelmed dari Brasil ini merupakan bukti kepercayaan buyer terhadap produk tersebut.

Direktur Excelmed, Antoine R Callou, mengakui kualitas sarung tangan medis dari Indonesia. Kualitas yang baik dan konsisten pun meyakinkan Excelmed untuk meningkatkan pembelian. "Kami mulai mengimpor sarung tangan medis dari PT Haloni Jane setelah bertemu di Pameran
Medica pada 2023. Kami puas dengan kualitasnya sehingga akan meningkatkan nilai pembelian dari USD 9,6 juta menjadi USD 12 juta per tahun mulai tahun depan," kata Antoine.

Sementara itu, MoU kedua merupakan investasi di bidang pengembangan kesehatan, penelitian, dan genetika molekuler. MoU tersebut melibatkan Rumah Sakit Dharmais dari Indonesia, PT Graha Teknomedika dari Indonesia, European Life Technologies Hungary Zrt (ELT) dari Hungaria, Sulico Ltd Hungary dari Hungaria, dan Qualysoft Information Technology dari Slovakia.

Industri alat kesehatan global diproyeksikan terus tumbuh dan berkembang dan akan mencapai USD 717,38 miliar pada 2029 mendatang. Pasar alat kesehatan Jerman juga diprediksi meningkat dari USD 33,6 miliar pada 2024 menjadi USD 40,08 miliar pada 2029.

Sementara itu, kinerja ekspor peralatan kesehatan Indonesia (Kode HS 90) mencapai USD 890,3 juta ke seluruh dunia pada 2024. Nilai itu meningkat hingga 29 persen bila dibandingkan dengan 2020.(Asp)









Baca juga:

Indonesia Raih Rp 7 Triliun Dari Perdagangan Karbon di COP30 Brasil



#Kementerian Perdagangan #Perdagangan Indonesia #Industri Alat Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita
Kemendag Respons Kompensasi Pemadaman Listrik PLN, Masih Tunggu Hasil Investigasi
Kemendag merespons soal kompensasi pemadaman listrik PLN. Namun, hal itu masih menunggu hasil investigasi Bareskrim Polri.
Soffi Amira - Rabu, 01 Juli 2026
Kemendag Respons Kompensasi Pemadaman Listrik PLN, Masih Tunggu Hasil Investigasi
Indonesia
Kemendag Minta Klarifikasi Tokopedia soal Aduan Konsumen, Soroti Refund hingga Akun Bermasalah
Kemendag meminta klarifikasi Tokopedia terkait berbagai pengaduan konsumen, mulai dari barang tidak sesuai pesanan, refund, hingga kendala akses akun.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 23 Juni 2026
Kemendag Minta Klarifikasi Tokopedia soal Aduan Konsumen, Soroti Refund hingga Akun Bermasalah
Indonesia
Kemandag Terbitkan 3 Aturan Tata Kelola Ekspor SDA Strategis, ini Isinya
Ketiga permendag bertujuan untuk semakin memperkuat tata kelola perdagangan komoditas strategis.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
Kemandag Terbitkan 3 Aturan Tata Kelola Ekspor SDA Strategis, ini Isinya
Indonesia
KADI Selidiki Interim Review Antidumping Impor Produk Tinplate Asal China
Berdasarkan hasil kajian atas kecukupan dan ketepatan bukti awal, KADI menemukan adanya peningkatan impor dari China, baik secara absolut maupun relatif.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Juni 2026
KADI Selidiki Interim Review Antidumping Impor Produk Tinplate Asal China
Indonesia
Surplus Dagang Indonesia Mulai Susut, Tekanan Inflasi Makin Terasa
Perhatian utama pasar saat ini bukan lagi sekadar besarnya ekspor Indonesia, melainkan kecepatan kenaikan impor migas yang mulai menggerus surplus perdagangan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
Surplus Dagang Indonesia Mulai Susut, Tekanan Inflasi Makin Terasa
Indonesia
Kemendag Tegur Shopee terkait Keluhan Konsumen, Banyak Barang tak Sesuai Pesanan
Kementerian Perdagangan memanggil Shopee, terkait banyaknya aduan konsumen. Shopee pun angkat bicara.
Soffi Amira - Rabu, 20 Mei 2026
Kemendag Tegur Shopee terkait Keluhan Konsumen, Banyak Barang tak Sesuai Pesanan
Indonesia
Prabowo Siapkan Teknologi Radar untuk Lacak Harta Koruptor yang Disembunyikan
Presiden RI, Prabowo Subianto, akan mengejar para koruptor yang menyembunyikan hartanya. Ia mengungkapkan ada teknologi radar yang menembus bawah tanah.
Soffi Amira - Rabu, 20 Mei 2026
Prabowo Siapkan Teknologi Radar untuk Lacak Harta Koruptor yang Disembunyikan
Indonesia
Indonesia Bidik Pasar Eropa, Kemendag Dorong Ekspor Rempah Bernilai Tinggi
Kemendag RI genjot ekspor rempah ke Uni Eropa melalui CEPA. Peluang besar terbuka dengan dukungan mitra seperti Unispices Wazaran BV di Belanda.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 10 April 2026
Indonesia Bidik Pasar Eropa, Kemendag Dorong Ekspor Rempah Bernilai Tinggi
Indonesia
Indonesia Wajib Ikuti Kebijakan Dumping AS, China Beri Peringatan
Indonesia dan AS resmi menandatangani Agreement on Reciprocal Trade. China menegaskan kerja sama dagang tidak boleh merugikan pihak ketiga.
Wisnu Cipto - Rabu, 25 Februari 2026
Indonesia Wajib Ikuti Kebijakan Dumping AS, China Beri Peringatan
Indonesia
BPJPH Tegaskan Produk AS yang Masuk Indonesia Wajib Sertifikasi Halal
Masyarakat diminta tidak khawatir dengan produk dari AS yang akan masuk ke Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 24 Februari 2026
BPJPH Tegaskan Produk AS yang Masuk Indonesia Wajib Sertifikasi Halal
Bagikan