Surplus Dagang Indonesia Mulai Susut, Tekanan Inflasi Makin Terasa

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
Surplus Dagang Indonesia Mulai Susut, Tekanan Inflasi Makin Terasa

Bongkar muat peti kemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (15/3/2024). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Surplus neraca perdagangan pada April 2026 tercatat sebesar 89,1 juta dolar AS, menurun signifikan dibandingkan bulan sebelumnya yang surplus 3,32 miliar dolar AS.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menyoroti potensi pelebaran defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) pada kuartal II 2026 seiring menyempitnya surplus neraca perdagangan akibat lonjakan impor migas dan tingginya harga energi global.

“Selama beberapa tahun terakhir, Indonesia relatif terbantu oleh surplus perdagangan komoditas yang besar. Namun ketika harga energi naik dan impor migas meningkat, maka bantalan tersebut mulai menipis. Jika tren ini berlanjut, kita berpotensi melihat pelebaran defisit transaksi berjalan pada kuartal kedua tahun ini,” kata Fakhrul dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (3/6).

Adapun ekspor tumbuh kuat menjadi 25,30 miliar dolar AS atau meningkat 21,98 persen secara tahunan (year on year/yoy). Di sisi lain, impor melonjak menjadi 25,21 miliar dolar AS atau meningkat 22,49 persen secara tahunan.

Baca juga:

Rupiah Melorot ke Rp17.859 per Dolar AS, IHSG Malah Meroket Pada Pembukaan Perdagangan Selasa 2 Juni 2026

Perhatian utama pasar saat ini bukan lagi sekadar besarnya ekspor Indonesia, melainkan kecepatan kenaikan impor migas yang mulai menggerus surplus perdagangan.

Ia menyoroti kenaikan impor migas yang signifikan atau meningkat lebih dari 80 persen secara tahunan mencapai 4,60 miliar dolar AS pada April 2026.

“Lonjakan ini terutama berasal dari impor hasil minyak dan minyak mentah yang meningkat tajam akibat kenaikan kebutuhan energi dan dampak perang di Timur Tengah terhadap harga minyak dunia,” kata dia.

Defisit sektor migas Indonesia pada April 2026 mencapai 3,44 miliar dolar AS. Sementara surplus nonmigas yang sebesar 3,53 miliar dolar AS hampir seluruhnya habis digunakan untuk menutup kebutuhan impor energi. Akibatnya, surplus perdagangan nasional hanya tersisa sekitar 89 juta dolar AS.

Kondisi tersebut, perlu menjadi perhatian karena perdagangan barang merupakan fondasi utama bagi transaksi berjalan Indonesia.

"Risiko tersebut semakin relevan karena pada saat yang sama tekanan inflasi energi juga mulai terlihat di dalam negeri," katanya.

#Neraca Perdagangan #Perdagangan Indonesia #Badan Pusat Statistik (BPS) #Inflasi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Berita
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Dampak ekonomi global terhadap Indonesia pada 2026 mencakup suku bunga AS, inflasi, ekspor komoditas, investasi, dan tantangan APBN.
ImanK - Kamis, 15 Oktober 2026
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Indonesia
Pekan Pertama Oktober, Harga Harga Alami Kenaikan 2 Sampai 9 Persen
Sebanyak 292 kabupaten/kota mengalami kenaikan IPH cabai merah pada minggu pertama Oktober. Sementara itu, cabai rawit tercatat mengalami kenaikan di 259 kabupaten/kota.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Pekan Pertama Oktober, Harga Harga Alami Kenaikan 2 Sampai 9 Persen
Indonesia
BPS Ungkap Kinerja Perdagangan Indonesia hingga Agustus 2026, Surplus USD 7,25 Miliar
BPS mencatat perdagangan Indonesia surplus USD 7,25 miliar sepanjang Januari-Agustus 2026. Ekspor USD 193,64 miliar dan impor USD 186,39 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
BPS Ungkap Kinerja Perdagangan Indonesia hingga Agustus 2026, Surplus USD 7,25 Miliar
Indonesia
Jamin Bantuan Pemerintah Tetap Diberikan, Data Desil Diperbaharui Tiap 3 Bulan
Guna memastikan validitas data secara berkelanjutan, pemerintah membuka luas akses partisipasi publik melalui berbagai kanal pemutakhiran mandiri.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Jamin Bantuan Pemerintah Tetap Diberikan, Data Desil Diperbaharui Tiap 3 Bulan
Indonesia
DTSEN Terus Dimutakhirkan, BPS Pastikan Keluarga Penerima Bansos Tercatat Akurat
BPS memperkuat DTSEN untuk memperbaiki akurasi data bantuan sosial. Warga dapat mengajukan perbaikan data melalui sejumlah kanal resmi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
DTSEN Terus Dimutakhirkan, BPS Pastikan Keluarga Penerima Bansos Tercatat Akurat
Indonesia
Harga Minyak Naik, Ekspor Diharapkan Meningkat Buat Tutup Defisit Neraca Perdagangan
Salah satu upaya perluasan pasar ekspor adalah melalui Trade Expo Indonesia 2026 yang akan digelar pada 14-18 Oktober.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Harga Minyak Naik, Ekspor Diharapkan Meningkat Buat Tutup Defisit Neraca Perdagangan
Indonesia
Mayoritas Daerah Alami Kenaikan Harga Pangan
Komoditas yang turut memberikan tekanan di wilayah tersebut antara lain cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, dan daging sapi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Mayoritas Daerah Alami Kenaikan Harga Pangan
Indonesia
Begini Cara Melihat Beda Data Kemiskinan Ala BPS Dengan Bank Dunia
BPS dan Bank Dunia menggunakan sumber data yang sama, yakni Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Namun, cara pengukuran kemiskinan yang digunakan berbeda karena memiliki tujuan yang berbeda.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
Begini Cara Melihat Beda Data Kemiskinan Ala BPS Dengan Bank Dunia
Indonesia
Bidik Pasar Indonesia, Produsen Korea Selatan Makin Sadar Sertifikasi Halal
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pasar ke Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Bidik Pasar Indonesia, Produsen Korea Selatan Makin Sadar Sertifikasi Halal
Indonesia
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Warga, DPR Minta Kemensos dan BPS Bergerak Cepat
DPR menyoroti ketidaksesuaian data desil yang berpotensi membuat warga miskin kehilangan bansos, subsidi energi, hingga bantuan pendidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Warga, DPR Minta Kemensos dan BPS Bergerak Cepat
Bagikan