Nilai Ekspor Indonesia Mei Turun 8,30 Persen Ketimbang April

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 03 Juli 2026
Nilai Ekspor Indonesia Mei Turun 8,30 Persen Ketimbang April

Pelabuhan

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - KINERJA ekspor nasional masih menjadi faktor penting dalam menopang neraca perdagangan Indonesia. Pada Mei 2026, ekspor Indonesia tercatat sebesar USD 23,20 miliar, turun 8,30 persen jika dibandingkan dengan April 2026 (MtM) dan turun 5,73 persen jika dibandingkan dengan Mei 2025 (YoY).

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (Busan) mengatakan pelemahan secara bulanan tersebut dipengaruhi penurunan ekspor migas sebesar 34,38 persen dan ekspor nonmigas sebesar 7,05 persen secara bulanan (MtM).

Secara kumulatif Januari–Mei 2026, ekspor Indonesia mencapai USD 115,36 miliar atau tumbuh 3,02 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut didorong ekspor nonmigas yang meningkat 3,89 persen (CtC) menjadi USD 110,19 miliar, sedangkan ekspor migas tercatat sebesar USD 5,17 miliar atau turun 12,71 persen (CtC).

Menteri Busan menegaskan industri pengolahan tetap menjadi penopang utama ekspor nasional. Kinerja ekspor industri pengolahan yang terus tumbuh menunjukkan penghiliran dan penguatan daya saing produk manufaktur Indonesia semakin memberikan hasil positif.

Baca juga:

Defisit Neraca Perdagangan Mei 2026 Bikin Jantungan, Purbaya Yudhi Sadewa Salahkan Harga Minyak Dunia



"Di masa depan, pemerintah akan terus memperluas akses pasar ekspor sekaligus meningkatkan nilai tambah produk nasional agar kinerja ekspor tetap terjaga," kata Mendag Busan, Jumat (3/7).

Selama Januari–Mei 2026, ekspor sektor industri pengolahan tumbuh 6,80 persen (CtC). Pertumbuhan tersebut terutama didorong peningkatan ekspor aluminium dan barang daripadanya (HS 76) sebesar 64,33 persen, nikel dan barang daripadanya (HS 75) sebesar 60,88 persen, serta bahan kimia organik (HS 29) sebesar 31,04 persen (CtC). Peningkatan tersebut didukung membaiknya harga komoditas di pasar internasional serta peningkatan permintaan global.

Di sisi lain, ekspor beberapa sektor mengalami pelemahan pada Januari—Mei 2026. Beberapa di antaranya ekspor sektor pertanian melemah 24,95 persen; sektor migas turun 12,71 persen; dan sektor pertambangan dan lainnya turun 8,14 persen (CtC).

Kakao dan olahannya (HS 18) serta kopi, teh dan rempah-rempah (HS 09) menjadi dua komoditas sektor pertanian yang mengalami penurunan terdalam pada Januari–Mei 2026 dengan nilai penurunan masing-masing sebesar 39,34 persen dan 29,94 persen (CtC).

Sedangkan komoditas ekspor sektor pertambangan dan lainnya yang mengalami penurunan terdalam adalah bijih logam terak dan abu (HS 26) dengan penurunan ekspor 45,97 persen (CtC).

Dari sisi tujuan, pada Januari—Mei 2026 ekspor nonmigas Indonesia ke sejumlah negara menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Ekspor ke Rumania melonjak 409,78 persen; disusul Hong Kong 34,01 persen; Mesir 33,73 persen; Tailan 19,32 persen; dan Tiongkok 17,68 persen (CtC).

Selain itu, ekspor ke kawasan Asia Tengah Lainnya (Uzbekistan, Tajikistan, Turkmenistan), Afrika Utara, Asia Timur, Amerika Selatan, dan Afrika Barat juga mencatatkan kinerja positif selama Januari–Mei 2026.(Asp)





Baca juga:

Rupiah Hampir Jebol ke Rp 18.000, IHSG Langsung Kejang-Kejang Masuk Zona Merah pada Penutupan Perdagangan Rabu (24/6)

#Neraca Perdagangan #Menteri Perdagangan #Mendag Budi Santoso
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Nilai Ekspor Indonesia Mei Turun 8,30 Persen Ketimbang April
Pelemahan secara bulanan tersebut dipengaruhi penurunan ekspor migas sebesar 34,38 persen dan ekspor nonmigas sebesar 7,05 persen secara bulanan (MtM).
Dwi Astarini - Jumat, 03 Juli 2026
Nilai Ekspor Indonesia Mei Turun 8,30 Persen Ketimbang April
Indonesia
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Nyaris Tembus Rp 18.000 pada Perdagangan Kamis (25/6)
Dolar AS kini kembali menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (25/6). Rupiah menembus Rp 17.936.
Soffi Amira - Kamis, 25 Juni 2026
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Nyaris Tembus Rp 18.000 pada Perdagangan Kamis (25/6)
Indonesia
Pemerintah Pastikan HET Minyakita Tetap Rp 15.700 per Liter, Fokus Perkuat Distribusi
Pemerintah memastikan HET Minyakita tetap Rp 15.700 per liter. Distribusi diperkuat melalui Bulog dan ID FOOD agar pasokan minyak goreng lebih mudah diakses masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
Pemerintah Pastikan HET Minyakita Tetap Rp 15.700 per Liter, Fokus Perkuat Distribusi
Indonesia
Kemandag Terbitkan 3 Aturan Tata Kelola Ekspor SDA Strategis, ini Isinya
Ketiga permendag bertujuan untuk semakin memperkuat tata kelola perdagangan komoditas strategis.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
Kemandag Terbitkan 3 Aturan Tata Kelola Ekspor SDA Strategis, ini Isinya
Indonesia
Kenaikan Harga Sejumlah Komoditas Dorong Lonjakan Nilai Ekspor
Indonesia mempertahankan tren surplus neraca perdagangan untuk 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Kenaikan Harga Sejumlah Komoditas Dorong Lonjakan Nilai Ekspor
Indonesia
Surplus Dagang Indonesia Mulai Susut, Tekanan Inflasi Makin Terasa
Perhatian utama pasar saat ini bukan lagi sekadar besarnya ekspor Indonesia, melainkan kecepatan kenaikan impor migas yang mulai menggerus surplus perdagangan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 03 Juni 2026
Surplus Dagang Indonesia Mulai Susut, Tekanan Inflasi Makin Terasa
Berita Foto
Raker Mendag dengan Komisi VI DPR Bahas Perjanjian Dagang dengan Canada
Menteri Perdagangan, Budi Santoso saat memberikan pemaparan dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 19 Mei 2026
Raker Mendag dengan Komisi VI DPR Bahas Perjanjian Dagang dengan Canada
Indonesia
Kinerja Ekspor Indonesia Maret 2026 Tumbuh 1,62 Persen
Kinerja ini terutama ditopang ekspor nonmigas yang meningkat 0,98 persen yang menjadi USD 63,60 miliar.
Dwi Astarini - Rabu, 06 Mei 2026
Kinerja Ekspor Indonesia Maret 2026 Tumbuh 1,62 Persen
Indonesia
Mendag Budi Santoso Dorong Pertumbuhan Ekonomi lewat Hobi Burung Kicau
Melalui lomba tersebut, Mendag Busan mengajak masyarakat untuk menunjukkan semangat melestarikan lingkungan.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
Mendag Budi Santoso Dorong Pertumbuhan Ekonomi lewat Hobi Burung Kicau
Indonesia
Demi Swasembada Pangan, Kemendag Perketat Impor Sejumlah Komoditas
Kemendag resmi menerbitkan Permendag 11/2026 yang memperketat impor komoditas pangan seperti gandum, kacang, hingga beras pakan. Berlaku mulai 8 Mei 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
Demi Swasembada Pangan, Kemendag Perketat Impor Sejumlah Komoditas
Bagikan