Defisit Neraca Dagang Indonesia Juni Menurun, Pemerintah Tingkatkan Ekspor

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 11 Agustus 2026
Defisit Neraca Dagang Indonesia Juni Menurun, Pemerintah Tingkatkan Ekspor

Ilustrasi ekspor produk. (Foto: MerahPutih.com/Didik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) melaporkan kinerja ekspor nonmigas selama 2026. Nilai ekspor nonmigas Indonesia pada Juni tercatat sebesar USD 24,39 miliar, meningkat 8,68 persen jika dibandingkan dengan Mei 2026 yang sebesar USD 22,45 miliar. Sementara itu, surplus nonmigas pada Juni 2026 yang sebesar USD 3,04 miliar mampu mempersempit defisit neraca perdagangan total migas dan nonmigas pada bulan tersebut. Untuk Mei 2026, neraca perdagangan mencatatkan defisit sebesar USD 1,61 miliar.

"Defisit pada Juni 2026 sebesar USD 0,45 miliar menunjukkan penurunan dibanding defisit Mei 2026. Artinya, neraca perdagangan kita mulai membaik seiring dengan peningkatan ekspor. Kemendag akan terus mendorong peningkatan ekspor, termasuk melalui perluasan pasar ekspor dan pencetakan eksportir baru untuk menjaga surplus," kata Mendag Budi Santoso, Selasa (11/8).

Pada Juni 2026, total ekspor Indonesia (migas dan nonmigas) tercatat sebesar USD 25,46 miliar, naik 9,72 persen jika dibandingkan dengan saat Mei 2026 yang sebesar USD 23,20 miliar. Sementara itu, volume ekspor pada Juni 2026 tercatat sebesar 56,52 juta ton. Besaran itu naik 3,31 persen ketimbang Mei 2026 yang sebesar 54,71 juta ton. Secara kumulatif, total ekspor Indonesia pada Januari—Juni 2026 tercatat sebesar USD 140,81 miliar, naik 4,13 persen dibandingkan dengan Januari—Juni 2025 yang sebesar USD 135,23 miliar.

Baca juga:

Defisit Neraca Perdagangan Mei 2026 Bikin Jantungan, Purbaya Yudhi Sadewa Salahkan Harga Minyak Dunia


Neraca perdagangan Januari-Juni 2026 tetap mencatatkan surplus senilai USD 3,58 miliar. Surplus tersebut ditopang surplus perdagangan nonmigas sebesar USD 19,35 miliar, sedangkan perdagangan migas mencatatkan defisit sebesar USD 15,77 miliar.

"Ekspor kita pada Januari-Juni 2026 tumbuh 4,13 persen dan secara kumulatif kita masih surplus sebesar USD 3,58 miliar," ungkap Mendag Budi.

Mendag mengungkapkan salah satu penyebab signifikan terjadinya defisit pada neraca perdagangan Indonesia adalah kenaikan harga minyak dunia akibat eskalasi konflik di Selat Hormuz Ia menjelaskan, pada Februari 2026, harga minyak berada di kisaran USD 60-USD 65 per barel.

Sejak eskalasi pada Maret 2026, harga minyak bumi terus bergerak naik dan berfluktuasi hingga saat ini. Bahkan, berdasarkan data Bank Dunia per 2 Juli 2026, harga minyak dunia pada April-Mei 2026 melampaui USD 100 dolar per barel.

Mendag Budi menekankan kenaikan harga minyak sangat memengaruhi penghitungan nilai satuan impor per ton. Pada Maret 2026, nilai satuan impor per ton untuk komoditas migas masih tercatat sebesar USD 689 per ton. Sementara itu, pada Mei 2026 nilainya telah mencapai USD 1.042 per ton dan pada Juni 2026 nilainya USD 869 per ton.

Kenaikan harga minyak tersebut juga memengaruhi nilai satuan impor per ton untuk komoditas nonmigas. Kemendag mencatat, nilai tersebut untuk impor nonmigas pada Maret 2026 adalah sebesar USD 968 per ton. Sedangkan, pada Juni 2026, nilainya tercatat menjadi USD 1.081 per ton. Sehingga, secara total (migas dan nonmigas), nilai impor per ton Indonesia bergerak dari USD 907 per ton pada Maret 2026 ke USD 1.036 per ton.

April-Mei merupakan periode puncak tingginya harga minyak dunia, mencapai sekitar USD 110 per barel. Dengan situasi ini, nilai satuan impor per ton pada Mei mengalami peningkatan dan masih berlanjut hingga Juni. "Jika kita bandingkan nilai satuan impor per ton pada Maret dengan Juni, kenaikannya mencapai 14,24 persen. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab nilai impor kita menjadi lebih tinggi," kata Mendag Busan.

Untuk mendorong ekspor, Kemendag mengoptimalkan berbagai program prioritas. Dalam perluasan pasar ekspor, Indonesia telah mengimplementasikan 25 perjanjian dagang dengan negara-negara mitra. Sementara itu, 2 perjanjian sedang dalam proses ratifikasi dan 13 lainnya dalam tahap perundingan.

Kemendag melalui 46 perwakilan perdagangan RI di 33 negara juga terus meningkatkan akses pasar ekspor, termasuk bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).(Asp)

Baca juga:

Indonesia-Thailand Susun Roadmap Kemitraan Strategis, Target Perdagangan USD 20 Miliar

#Menteri Perdagangan #Perdagangan Indonesia #Neraca Perdagangan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Defisit Neraca Dagang Indonesia Juni Menurun, Pemerintah Tingkatkan Ekspor
Nilai ekspor nonmigas Indonesia pada Juni tercatat sebesar USD 24,39 miliar, meningkat 8,68 persen jika dibandingkan dengan Mei 2026 yang sebesar USD 22,45 miliar.
Dwi Astarini - Selasa, 11 Agustus 2026
Defisit Neraca Dagang Indonesia Juni Menurun, Pemerintah Tingkatkan Ekspor
Indonesia
Mendag Gelar Pertemuan dengan India, Penguatan Investasi hingga Peningkatan Akses Pasar
Pertemuan dilaksanakan di sela rangkaian BRICS Trade Ministers' Meeting (TMM) pada 6–7 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Minggu, 09 Agustus 2026
Mendag Gelar Pertemuan dengan India, Penguatan Investasi hingga Peningkatan Akses Pasar
Indonesia
Indonesia Ekspor 3,5 Ton Salak ke China
Ekspor tersebut merupakan tindak lanjut komitmen bisnis ekspor salak senilai USD 2 juta selama setahun yang tercapai dalam misi dagang Indonesia ke Shanghai.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Indonesia Ekspor 3,5 Ton Salak ke China
Indonesia
3 Indikator Ini Diklaim Airlangga Bikin Ekonomi Indonesia Tetap Solid
Implementasi mandatori biodiesel B50 sejak 1 Juli 2026 terus diperkuat untuk mendukung swasembada energi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Agustus 2026
3 Indikator Ini Diklaim Airlangga Bikin Ekonomi Indonesia Tetap Solid
Indonesia
Nilai Ekspor Indonesia Mei Turun 8,30 Persen Ketimbang April
Pelemahan secara bulanan tersebut dipengaruhi penurunan ekspor migas sebesar 34,38 persen dan ekspor nonmigas sebesar 7,05 persen secara bulanan (MtM).
Dwi Astarini - Jumat, 03 Juli 2026
Nilai Ekspor Indonesia Mei Turun 8,30 Persen Ketimbang April
Indonesia
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Nyaris Tembus Rp 18.000 pada Perdagangan Kamis (25/6)
Dolar AS kini kembali menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (25/6). Rupiah menembus Rp 17.936.
Soffi Amira - Kamis, 25 Juni 2026
Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Nyaris Tembus Rp 18.000 pada Perdagangan Kamis (25/6)
Indonesia
Pemerintah Pastikan HET Minyakita Tetap Rp 15.700 per Liter, Fokus Perkuat Distribusi
Pemerintah memastikan HET Minyakita tetap Rp 15.700 per liter. Distribusi diperkuat melalui Bulog dan ID FOOD agar pasokan minyak goreng lebih mudah diakses masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
Pemerintah Pastikan HET Minyakita Tetap Rp 15.700 per Liter, Fokus Perkuat Distribusi
Indonesia
Kemandag Terbitkan 3 Aturan Tata Kelola Ekspor SDA Strategis, ini Isinya
Ketiga permendag bertujuan untuk semakin memperkuat tata kelola perdagangan komoditas strategis.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
Kemandag Terbitkan 3 Aturan Tata Kelola Ekspor SDA Strategis, ini Isinya
Indonesia
KADI Selidiki Interim Review Antidumping Impor Produk Tinplate Asal China
Berdasarkan hasil kajian atas kecukupan dan ketepatan bukti awal, KADI menemukan adanya peningkatan impor dari China, baik secara absolut maupun relatif.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Juni 2026
KADI Selidiki Interim Review Antidumping Impor Produk Tinplate Asal China
Indonesia
Kenaikan Harga Sejumlah Komoditas Dorong Lonjakan Nilai Ekspor
Indonesia mempertahankan tren surplus neraca perdagangan untuk 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Kenaikan Harga Sejumlah Komoditas Dorong Lonjakan Nilai Ekspor
Bagikan