Mendag Gelar Pertemuan dengan India, Penguatan Investasi hingga Peningkatan Akses Pasar

Dwi AstariniDwi Astarini - Minggu, 09 Agustus 2026
Mendag Gelar Pertemuan dengan India, Penguatan Investasi hingga Peningkatan Akses Pasar

Mendag Gelar Pertemuan dengan India, Penguatan Investasi hingga Peningkatan Akses Pasar

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - MENTERI Perdagangan RI Budi Santoso bertemu dengan Menteri Perdagangan dan Industri India Piyush Goyal di Jaipur India, pada Jumat, (7/8). Pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan perdagangan bilateral melalui percepatan kerja sama perdagangan, peningkatan akses pasar, dan penguatan investasi antara kedua negara.

Pertemuan dilaksanakan di sela rangkaian BRICS Trade Ministers' Meeting (TMM) pada 6–7 Agustus 2026.

Mendag Budi mengatakan Indonesia memandang India sebagai mitra dagang strategis di kawasan Asia Selatan yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Menurutnya, penguatan kerja sama perdagangan akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi pelaku usaha kedua negara sekaligus memperkuat ketahanan rantai pasok regional.

Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat hubungan dagang Indonesia dan India melalui kerja sama yang lebih erat, baik pada tingkat bilateral maupun dalam kerangka ASEAN–India.

Indonesia mendukung terciptanya perdagangan yang semakin terbuka, fasilitatif, dan saling menguntungkan sehingga mampu mendorong peningkatan perdagangan dan investasi kedua negara.

Budi Santoso, Menteri Perdagangan



Indonesia menyampaikan dukungan terhadap India sebagai tuan rumah penyelenggaraan WGTI kedua pada 2026, sebagaimana tindak lanjut pernyataan bersama para pemimpin Indonesia dan India saat kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Jakarta pada 7 Juli 2026.

Baca juga:

Menteri Perdagangan Keluarkan Aturan Perlindungan Konsumen Penggunaan Barang dan Jasa Terkait K3L, Jamin Mutu Produk Ekspor



Selain itu, kedua negara juga membahas perkembangan reviu ASEAN–India Trade in Goods Agreement (AITIGA). Indonesia kembali menegaskan dukungannya terhadap target penyelesaian perundingan pada 2026 dengan tetap mengedepankan hasil yang lebih sederhana, ramah bagi dunia usaha (business-friendly), dan mampu memfasilitasi perdagangan secara lebih efektif.

Mendag Budi menjelaskan Indonesia berkomitmen memenuhi target liberalisasi akses pasar sebesar 80 persen sebagaimana telah disepakati dalam perundingan AITIGA Review. Angka tersebut meningkat signifikan ketimbang tingkat liberalisasi Indonesia saat ini yang mencapai 41,9 persen. Hingga Juli 2026, Indonesia telah menyampaikan penawaran akses pasar secara bertahap yang mencakup sekitar 57 persen dari target tersebut.

"Indonesia mendukung penyelesaian AITIGA Review pada tahun ini. Namun, kami juga memerlukan waktu untuk menyelesaikan konsultasi intensif dengan para pemangku kepentingan dalam negeri agar hasil perundingan benar-benar memberikan manfaat optimal bagi pelaku usaha," kata Mendag Busan.

Pada kesempatan tersebut, Mendag Busan mengapresiasi tanggapan positif Pemerintah India terhadap usulan pembentukan Indonesia–India Preferential Trade Agreement (ID–IN PTA).

Ia berpandangan perjanjian perdagangan bilateral tersebut akan melengkapi AITIGA dengan menyediakan akses pasar yang lebih luas, mengurangi hambatan nontarif, serta memperkuat fasilitasi perdagangan.

Selain itu, Mendag Piyush juga mengusulkan agar Indonesia dan India segera mengaktifkan kembali WGTI serta Trade Ministers' Forum yang telah lama tidak diselenggarakan. Menurutnya, kedua forum tersebut dapat menjadi wadah untuk mengidentifikasi peluang perdagangan, menyelesaikan hambatan nontarif secara konstruktif, serta mempersiapkan pertemuan antarpelaku usaha melalui delegasi bisnis kedua negara.

Sebagai tindak lanjut, India juga mengusulkan penyelenggaraan pertemuan teknis secara virtual guna mempercepat pembahasan isu-isu perdagangan prioritas dan implementasi kerja sama bilateral.

India merupakan salah satu mitra dagang strategis Indonesia. Negara tersebut secara konsisten menempati posisi sebagai tujuan ekspor nonmigas terbesar ketiga sekaligus sumber impor terbesar kesepuluh bagi Indonesia. Pada Januari—Juni 2026, total perdagangan kedua negara mencapai USD 11,89 miliar dengan ekspor Indonesia sebesar USD 9,28 miliar dan impornya sebesar USD 2,60 miliar.

Pada periode ini, Indonesia mencatatkan surplus neraca dagang sebesar USD 6,68 miliar dengan India. Sementara itu, pada 2025, total perdagangan kedua negara mencapai USD 23,13 miliar, dengan ekspor Indonesia tercatat sebesar USD 18,30 miliar dan impor sebesar USD 4,84 miliar, sehingga Indonesia mencatatkan surplus sebesar USD 13,46 miliar.

Ekspor utama Indonesia ke India yakni batu bara, minyak sawit, baja nirkarat, asam lemak monokarboksilat industri, dan korundum buatan. Sementara itu, impor Indonesia dari India meliputi daging kerbau, kacang tanah, kendaraan pengangkut barang, suku cadang dan aksesori traktor, serta tembakau mentah.(Asp)






Baca juga:

Kejar Ketertinggalan dari India-Brasil, Prabowo Pasang Target 50 Pabrik Etanol Baru









#Mendag Budi Santoso #Perdagangan Indonesia #India
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Mendag Tegaskan Program MBG tak Picu Kenaikan Harga Bahan Pokok
Program MBG turut mendukung penyerapan pasokan bahan pokok.
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
Mendag Tegaskan Program MBG tak Picu Kenaikan Harga Bahan Pokok
Dunia
Pemimpin BRICS Kecam dan Serukan Isrel Tarik Pasukan dari Palestina dan Lebanon dan Suriah
Para pemimpin BRICS juga menyatakan “komitmen terhadap kedaulatan, kemerdekaan, persatuan, dan keutuhan wilayah Suriah”.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Pemimpin BRICS Kecam dan Serukan Isrel Tarik Pasukan dari Palestina dan Lebanon dan Suriah
Indonesia
Kedatangan Presiden Prabowo di KTT ke-18 BRICS Diharapkan Bukan Sekedar Hadiri Dialog
Pertemuan langsung dengan Presiden Prabowo menjadi bentuk perhatian dan apresiasi bagi mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Kedatangan Presiden Prabowo di KTT ke-18 BRICS Diharapkan Bukan Sekedar Hadiri Dialog
Indonesia
Perdana Menteri India Narendra Modi Sambut Presiden Prabowo Saat Tiba di KTT ke-18 BRICS
KTT ke-18 BRICS berlangsung di Bharat Mandapam, New Delhi, pada 12-13 September 2026, di bawah keketuaan India.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
Perdana Menteri India Narendra Modi Sambut Presiden Prabowo Saat Tiba di KTT ke-18 BRICS
Dunia
Isu Yang Dibawa Presiden Prabowo di KTT BRICS
Keikutsertaan Indonesia menjadi bagian dari upaya memperkuat peran Jakarta dalam kerja sama multilateral, khususnya yang berkaitan dengan kepentingan negara-negara berkembang.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 12 September 2026
 Isu Yang Dibawa Presiden Prabowo di KTT BRICS
Indonesia
Bidik Pasar Indonesia, Produsen Korea Selatan Makin Sadar Sertifikasi Halal
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pasar ke Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Bidik Pasar Indonesia, Produsen Korea Selatan Makin Sadar Sertifikasi Halal
Indonesia
Peternak Ayam Ramai Demo, Mendag Budi Tegaskan bukan Indikasi Pasar Memburuk
Harga telur dan daging ayam mulai mengalami kenaikan dari sebelumnya dan mendekati harga acuan pemerintah.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
Peternak Ayam Ramai Demo, Mendag Budi Tegaskan bukan Indikasi Pasar Memburuk
Indonesia
Pasar Ruteng NTT Rusak, Mendag Datangkan Bahan Pokok dari Jatim dan NTB
Pemerintah telah meminta agar pasar tersebut tidak digunakan lebih dulu dengan pertimbangan keamanan.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
Pasar Ruteng NTT Rusak, Mendag Datangkan Bahan Pokok dari Jatim dan NTB
Indonesia
Defisit Neraca Dagang Indonesia Juni Menurun, Pemerintah Tingkatkan Ekspor
Nilai ekspor nonmigas Indonesia pada Juni tercatat sebesar USD 24,39 miliar, meningkat 8,68 persen jika dibandingkan dengan Mei 2026 yang sebesar USD 22,45 miliar.
Dwi Astarini - Selasa, 11 Agustus 2026
Defisit Neraca Dagang Indonesia Juni Menurun, Pemerintah Tingkatkan Ekspor
Indonesia
Mendag Gelar Pertemuan dengan India, Penguatan Investasi hingga Peningkatan Akses Pasar
Pertemuan dilaksanakan di sela rangkaian BRICS Trade Ministers' Meeting (TMM) pada 6–7 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Minggu, 09 Agustus 2026
Mendag Gelar Pertemuan dengan India, Penguatan Investasi hingga Peningkatan Akses Pasar
Bagikan