Mendag Tegaskan Program MBG tak Picu Kenaikan Harga Bahan Pokok

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 21 September 2026
Mendag Tegaskan Program MBG tak Picu Kenaikan Harga Bahan Pokok

(foto: dok tim media Kemendag)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - MENTERI Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengklaim Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memicu kenaikan harga pangan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal itu disampaikan Budi saat memantau harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Potrojayan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (21/9).

Menurut dia, program MBG turut mendukung penyerapan pasokan bahan pokok. Program tersebut juga membantu menjaga keberlangsungan produksi karena permintaan bahan pokok seperti telur ayam ras dan daging ayam ras terus terjaga.

"Menu makanan dalam MBG seperti telur dan ayam turut menjadi penyeimbang pasokan dan permintaan," kata Mendag.

Mendag menyampaikan kondisi pasokan dan harga komoditas bahan pokok di Pasar Potrojayan terpantau relatif memadai dan harga terkendali. Pemerintah terus menjaga agar pasokan senantiasa cukup dan harga stabil di seluruh wilayah Indonesia. Berdasarkan pemantauan, sejumlah komoditas bahan pokok di Pasar Potrojayan berada di bawah kisaran HET dan HA. Beberapa di antaranya daging ayam ras Rp 38.000/kg, telur ayam ras Rp 26.000/kg, bawang merah Rp 30.000/kg, bawang putih honan Rp 30.000/kg, dan cabai merah keriting Rp 45.000/kg.

Baca juga:

Mendag Pastikan Harga Bahan Pokok di Kudus Stabil Jelang Lebaran 2026


Hasil pantauan juga menunjukkan beras SPHP Bulog tersedia di beberapa pedagang di pasar dengan harga sebesar Rp 12.500/kg, MINYAKITA pasokan Perum BULOG juga tersedia di beberapa pedagang di pasar dengan harga Rp 15.700/liter, minyak goreng curah Rp 18.400/liter, minyak goreng kemasan premium Rp 24.000/liter, tepung terigu Rp 12.000/kg, dan cabai merah besar Rp 45.000/kg. Sementara itu, harga beras medium tercatat sebesar Rp 14.000/kg, beras premium Rp 15.000/kg, gula pasir Rp 18.000/kg, daging sapi Rp 150.000/kg, dan cabai rawit merah Rp 65.000/kg.

Mendag Busan juga menyampaikan pemerintah pusat terus bersinergi dengan pemerintah daerah guna memantau harga dan pasokan bahan pokok. Dalam menjaga ketersediaan dan keseimbangan harga bahan pokok, Kementerian Perdagangan bersama Pemerintah Daerah terus memantau perkembangan harga melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag.

Hasil pemantauan SP2KP telah menjadi rujukan dalam upaya pengendalian inflasi daerah sekaligus menjadi sistem peringatan dini dalam pengendalian pasokan dan harga bahan pokok di seluruh daerah.

Koordinasi dilakukan untuk memastikan setiap perkembangan harga dan pasokan dapat direspons sesuai kondisi di setiap daerah.(Asp)


Baca juga:

Harga Bahan Pokok Masih Tinggi Usai Lebaran, Pemerintah Siapkan Operasi Pasar

#Mendag Budi Santoso #Menteri Dalam Negeri #Harga Bahan Pokok
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Mendag Tegaskan Program MBG tak Picu Kenaikan Harga Bahan Pokok
Program MBG turut mendukung penyerapan pasokan bahan pokok.
Dwi Astarini - Senin, 21 September 2026
Mendag Tegaskan Program MBG tak Picu Kenaikan Harga Bahan Pokok
Indonesia
Peternak Ayam Ramai Demo, Mendag Budi Tegaskan bukan Indikasi Pasar Memburuk
Harga telur dan daging ayam mulai mengalami kenaikan dari sebelumnya dan mendekati harga acuan pemerintah.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
Peternak Ayam Ramai Demo, Mendag Budi Tegaskan bukan Indikasi Pasar Memburuk
Indonesia
Pasar Ruteng NTT Rusak, Mendag Datangkan Bahan Pokok dari Jatim dan NTB
Pemerintah telah meminta agar pasar tersebut tidak digunakan lebih dulu dengan pertimbangan keamanan.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
Pasar Ruteng NTT Rusak, Mendag Datangkan Bahan Pokok dari Jatim dan NTB
Indonesia
Mendag Gelar Pertemuan dengan India, Penguatan Investasi hingga Peningkatan Akses Pasar
Pertemuan dilaksanakan di sela rangkaian BRICS Trade Ministers' Meeting (TMM) pada 6–7 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Minggu, 09 Agustus 2026
Mendag Gelar Pertemuan dengan India, Penguatan Investasi hingga Peningkatan Akses Pasar
Indonesia
Nilai Ekspor Indonesia Mei Turun 8,30 Persen Ketimbang April
Pelemahan secara bulanan tersebut dipengaruhi penurunan ekspor migas sebesar 34,38 persen dan ekspor nonmigas sebesar 7,05 persen secara bulanan (MtM).
Dwi Astarini - Jumat, 03 Juli 2026
Nilai Ekspor Indonesia Mei Turun 8,30 Persen Ketimbang April
Indonesia
Pemerintah Pastikan HET Minyakita Tetap Rp 15.700 per Liter, Fokus Perkuat Distribusi
Pemerintah memastikan HET Minyakita tetap Rp 15.700 per liter. Distribusi diperkuat melalui Bulog dan ID FOOD agar pasokan minyak goreng lebih mudah diakses masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 18 Juni 2026
Pemerintah Pastikan HET Minyakita Tetap Rp 15.700 per Liter, Fokus Perkuat Distribusi
Indonesia
Kemandag Terbitkan 3 Aturan Tata Kelola Ekspor SDA Strategis, ini Isinya
Ketiga permendag bertujuan untuk semakin memperkuat tata kelola perdagangan komoditas strategis.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
Kemandag Terbitkan 3 Aturan Tata Kelola Ekspor SDA Strategis, ini Isinya
Indonesia
Kenaikan Harga Sejumlah Komoditas Dorong Lonjakan Nilai Ekspor
Indonesia mempertahankan tren surplus neraca perdagangan untuk 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Dwi Astarini - Senin, 08 Juni 2026
Kenaikan Harga Sejumlah Komoditas Dorong Lonjakan Nilai Ekspor
Indonesia
Mendag Budi Santoso Dorong Pertumbuhan Ekonomi lewat Hobi Burung Kicau
Melalui lomba tersebut, Mendag Busan mengajak masyarakat untuk menunjukkan semangat melestarikan lingkungan.
Dwi Astarini - Senin, 04 Mei 2026
Mendag Budi Santoso Dorong Pertumbuhan Ekonomi lewat Hobi Burung Kicau
Indonesia
Demi Swasembada Pangan, Kemendag Perketat Impor Sejumlah Komoditas
Kemendag resmi menerbitkan Permendag 11/2026 yang memperketat impor komoditas pangan seperti gandum, kacang, hingga beras pakan. Berlaku mulai 8 Mei 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
Demi Swasembada Pangan, Kemendag Perketat Impor Sejumlah Komoditas
Bagikan