Mendagri Tito Karnavian Ungkap Sejumlah Langkah Tangani Karhutla, dari Surfaktan hingga Dry Ice

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - 49 menit lalu
Mendagri Tito Karnavian Ungkap Sejumlah Langkah Tangani Karhutla, dari Surfaktan hingga Dry Ice

Mendagri Tito Karnavian. (Foto: dok. Kemendagri)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah alternatif untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di lahan gambut yang sulit dipadamkan. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, pemadaman di lahan gambut membutuhkan air dalam jumlah besar karena api dapat menjalar hingga ke lapisan bawah tanah.

Menurut Tito, karakteristik lahan gambut berbeda dari tanah biasa. Kondisi tersebut membuat pemadaman tidak cukup mengandalkan operasi pemadaman konvensional maupun pemadaman udara atau water bombing.

Pemadaman baru dapat berjalan optimal jika tersedia air dalam volume besar yang bisa dialirkan ke lahan gambut atau jika hujan alami turun. Namun, kemarau berkepanjangan menyulitkan upaya tersebut, baik karena hujan sulit diharapkan maupun karena terbatasnya sumber air untuk dialirkan ke lokasi kebakaran.

Karena itu, pemerintah mencoba berbagai pendekatan alternatif untuk mengatasi karhutla, termasuk pemanfaatan surfaktan dan operasi modifikasi cuaca (OMC).

"Maka satu-satunya jalan di tengah kesulitan itu adalah menciptakan cara baru," ujar Tito dalam konferensi pers, Senin (19/10).

Tito Ungkap Pemanfaatan Surfaktan untuk Padamkan Karhutla di Lahan Gambut

Salah satu alternatif yang digunakan pemerintah untuk menangani karhutla adalah surfaktan. Tito menjelaskan, bahan kimia tersebut diharapkan dapat membantu air meresap lebih cepat hingga ke lapisan bawah lahan gambut sekaligus mempertahankan kadar air agar tidak cepat menguap.

Menurut Tito, metode ini antara lain telah digunakan dalam penanganan karhutla di Kalimantan Selatan.

"Nah, itulah salah satu upaya (penanganan karhutla) di tengah kesulitan air hujan alami maupun modifikasi cuaca khusus di Kalimantan," paparnya.

Pemanfaatan surfaktan menjadi salah satu pendekatan yang dicoba pemerintah di tengah keterbatasan sumber air. Upaya tersebut dilakukan untuk membantu proses pembasahan lahan gambut yang menjadi tantangan dalam pemadaman kebakaran.

Baca juga:

Karhutla Meluas, 2.458 Penerbangan Domestik dan Internasional Alami Delay dan Pembatalan

Modifikasi Cuaca Bergantung pada Ketersediaan Benih Awan

Selain menggunakan surfaktan, pemerintah mengoptimalkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah terdampak karhutla.

Meski demikian, Tito menekankan bahwa keberhasilan modifikasi cuaca sangat bergantung pada ketersediaan benih awan yang dapat disemai. Pemerintah berharap kondisi atmosfer mendukung agar operasi tersebut dapat terus dilakukan untuk membantu pemadaman kebakaran.

OMC menjadi salah satu upaya yang ditempuh pemerintah ketika hujan alami sulit diharapkan akibat kemarau berkepanjangan. Namun, pelaksanaannya tetap bergantung pada kondisi atmosfer yang memungkinkan proses penyemaian awan dilakukan.

Pemerintah Gunakan Dry Ice untuk Bantu Kurangi Asap Karhutla

Selain berupaya memadamkan api, pemerintah juga menjalankan langkah alternatif untuk mengurangi dampak asap akibat karhutla.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman mengatakan, salah satu upaya tersebut dilakukan melalui OMC dengan menggunakan es kering atau dry ice untuk mengurangi konsentrasi asap karhutla.

Penyemaian dry ice ditujukan untuk membantu melabilkan atmosfer sehingga asap karhutla yang terperangkap dapat naik dan menyebar. Dengan demikian, konsentrasi asap diharapkan berkurang dan jarak pandang dapat membaik.

"Pada saat saya di Sumatera Selatan, sudah launching tentang dry ice," katanya.

Baca juga:

Prabowo Panggil Beberapa Menteri ke Istana Bahas Karhutla

Pemerintah Perkuat Koordinasi Penanganan Karhutla

Dudung memastikan pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menangani karhutla, baik melalui pemadaman api maupun pengendalian dampak asap. Pemerintah juga akan memperkuat koordinasi lintas sektor agar penanganan berjalan efektif.

Menurut Dudung, perhatian pemerintah terhadap karhutla dilakukan secara intensif, termasuk melalui koordinasi dengan Presiden, baik secara daring maupun langsung.

Perhatian pemerintah, Bapak Presiden, tentang karhutla ini sangat intens sekali, baik melalui Zoom maupun secara langsung. Oleh karena itu, perlu diketahui oleh seluruh rakyat Indonesia bahwa pemerintah akan terus memperkuat koordinasi demi keamanan, ketenteraman, dan kesejahteraan,

Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian .

(Asp)

#Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla) #Menteri Dalam Negeri #Tito Karnavian
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Mendagri Tito Karnavian Ungkap Sejumlah Langkah Tangani Karhutla, dari Surfaktan hingga Dry Ice
Tito Karnavian menjelaskan penggunaan surfaktan dan modifikasi cuaca untuk menangani karhutla di lahan gambut. Dry ice dimanfaatkan untuk bantu mengurangi asap.
Ananda Dimas Prasetya - 49 menit lalu
Mendagri Tito Karnavian Ungkap Sejumlah Langkah Tangani Karhutla, dari Surfaktan hingga Dry Ice
Indonesia
DKI Lakukan Pemantauan Real Time Hadapi Dampak Asap Karhutla Masuk Jakarta
Pemprov DKI menyiapkan dan mengaktifkan penyemprotan water must (kabut air) yang terpasang di 179 perangkat pada 145 gedung di berbagai lokasi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
DKI Lakukan Pemantauan Real Time Hadapi Dampak Asap Karhutla Masuk Jakarta
Indonesia
Prabowo Panggil Beberapa Menteri ke Istana Bahas Karhutla
Pemanggilan para pejabat tersebut untuk mengikuti rapat terbatas yang akan membahas mengenai perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Prabowo Panggil Beberapa Menteri ke Istana Bahas Karhutla
Indonesia
Terpapar Asap Karhutla, Warga Non DKI Bisa Gunakan Fasilitas Kesehatan Jakarta
31 rumah sakit yang dimiliki Pemda DKI, 44 Puskesmas, serta 292 Puskesmas Pembantu untuk disiagakan bagi warga yang membutuhkan pertolongan.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Terpapar Asap Karhutla, Warga Non DKI Bisa Gunakan Fasilitas Kesehatan Jakarta
Indonesia
BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Masih Kering hingga 24 Oktober, Waspadai Karhutla
BMKG memperkirakan kondisi relatif kering masih berlanjut di sejumlah wilayah Indonesia pada 17–24 Oktober 2026. Masyarakat juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk akibat asap karhutla.
Frengky Aruan - Senin, 19 Oktober 2026
BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Masih Kering hingga 24 Oktober, Waspadai Karhutla
Indonesia
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
warga juga diminta memantau kualitas udara melalui kanal resmi BMKG, Kementerian Lingkungan Hidup, atau Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Asap Karhutla Dirasakan di Jakarta, Pemprov Minta Warga Pakai Masker N95 atau KN95
Indonesia
Karhutla Meluas, 2.458 Penerbangan Domestik dan Internasional Alami Delay dan Pembatalan
Selama 13–17 Oktober 2026, dampak kabut asap meluas hingga Sulawesi, Maluku, dan Maluku Utara, selain di Kalimantan, Papua, dan Sumatera
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Karhutla Meluas, 2.458 Penerbangan Domestik dan Internasional Alami Delay dan Pembatalan
Indonesia
BMKG Catat 478 Titik Panas, Sumatera Selatan Tertinggi
Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 189 titik.
Frengky Aruan - Senin, 19 Oktober 2026
BMKG Catat 478 Titik Panas, Sumatera Selatan Tertinggi
Indonesia
Cak Imin Perintahkan Relawan PKB Turun Beri Bantuan Tangani Karhutla
Para relawan PKB telah mendistribusikan berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak karhutla, seperti masker dan perlengkapan pendukung evakuasi lainnya.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Cak Imin Perintahkan Relawan PKB Turun Beri Bantuan Tangani Karhutla
Indonesia
Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, BMKG Ungkap Fakta Kualitas Udara Jakarta
Asap karhutla mulai menjauh dari Jabodetabek, tetapi kualitas udara Jakarta masih tidak sehat di sejumlah titik. BMKG mengingatkan potensi cuaca kering dan kebakaran hutan.
Frengky Aruan - Minggu, 18 Oktober 2026
Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek, BMKG Ungkap Fakta Kualitas Udara Jakarta
Bagikan