MerahPutih.com - KTT ke-18 BRICS berlangsung di Bharat Mandapam, New Delhi, pada 12–13 September 2026 di bawah keketuaan India. KTT tersebut mengusung tema "Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability" (Membangun Ketahanan, Inovasi, Kerja Sama, dan Keberlanjutan).
Para pemimpin BRICS mengecam pelanggaran terhadap kedaulatan Lebanon dan menyerukan Israel menarik pasukan dari wilayah Lebanon yang diduduki, sekaligus menyatakan komitmen terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah Suriah, demikian menurut sebuah pernyataan bersama, Sabtu.
Kami mengecam pelanggaran yang terus berlangsung terhadap gencatan senjata serta kedaulatan dan keutuhan wilayah Lebanon,
demikian bunyi pernyataan bersama yang diterbitkan pada KTT BRICS di New Delhi, India. "Kami menyerukan Israel menghormati ketentuan yang telah disepakati dengan pemerintah Lebanon dan menarik pasukan pendudukan dari seluruh wilayah Lebanon yang masih dikuasai,” bunyi pernyataan bersama itu lebih lanjut.
Baca juga:
Kedatangan Presiden Prabowo di KTT ke-18 BRICS Diharapkan Bukan Sekedar Hadiri Dialog
Para pemimpin BRICS juga menyatakan “komitmen terhadap kedaulatan, kemerdekaan, persatuan, dan keutuhan wilayah Suriah”.
Kami mendesak Suriah untuk dengan tegas menentang segala bentuk terorisme dan ekstremisme serta mengambil langkah-langkah konkret untuk menanggapi kekhawatiran masyarakat internasional terkait terorisme. Kami kembali menegaskan perlunya penarikan pasukan pendudukan dari Suriah,
kata para pemimpin BRICS tersebut.