MerahPutih.com - Jennie BLACKPINK ikut terseret dalam gelombang seruan boikot terhadap Adidas. Sejumlah penggemar dan pengguna media sosial mendesak Jennie mengakhiri kerja sama dengan merek olahraga tersebut setelah Adidas menuai kritik terkait iklan yang dirilis di Israel.
Desakan itu muncul tidak lama setelah Jennie meluncurkan koleksi kolaborasi pertamanya bersama Adidas sebagai co-designer.
Koleksi bertajuk 'adidas Originals by JENNIE' resmi dirilis secara global pada 1 September 2026, setelah sebelumnya diumumkan pada akhir Agustus.
Baca juga:
'Fallen Angel' Jennie, Kisah tentang Sisi Rapuh di Balik Sosok yang Kuat
Peran Jennie di Adidas Makin Besar
Kolaborasi terbaru tersebut menandai perkembangan peran Jennie bersama Adidas. Sebelumnya, pelantun BLACKPINK itu telah beberapa tahun menjadi bagian dari keluarga Adidas sebagai model sekaligus global ambassador.
Namun, dalam proyek terbarunya, keterlibatan Jennie menjadi lebih jauh. Ia berperan sebagai co-designer dan memberikan sentuhan kreatifnya pada produk-produk yang dirilis.
Koleksi tersebut mengusung konsep 'Functional Grace', dengan menghadirkan interpretasi baru terhadap sejumlah produk klasik Adidas Originals.
Salah satu produk yang menjadi perhatian adalah versi baru dari siluet Superstar, selain berbagai pakaian dan aksesori.
Koleksi itu sebelumnya disebut sebagai proyek yang telah dipersiapkan selama sekitar satu tahun. Jennie juga menggambarkannya sebagai proyek impian yang menjadi bagian dari perjalanan kreatifnya bersama Adidas.
Kontroversi Iklan Adidas di Israel
Di tengah peluncuran koleksi tersebut, Adidas justru menghadapi meningkatnya seruan boikot.
Kontroversi bermula dari kampanye Adidas di Israel untuk layanan 'Single Shoe Service'. Program tersebut memungkinkan konsumen yang hanya membutuhkan satu sepatu untuk membeli satu buah sepatu dengan harga sekitar setengah dari harga sepasang.
Dalam kampanye itu, Adidas Israel menampilkan sejumlah atlet penyandang disabilitas, termasuk Shalev Biton, mantan tentara Israel yang kehilangan salah satu kakinya ketika bertugas.
Kehadiran Biton sebagai model kemudian mendapat kritik dari kelompok pro-Palestina dan sejumlah pengguna media sosial.
Baca juga:
Jennie BLACKPINK Beri Sinyal Hiatus usai Sibuk Garap Album Solo Kedua, Akui 2025 Jadi Tahun Gila
Kritik tersebut muncul dalam konteks perang di Gaza, ketika banyak warga Palestina, termasuk anak-anak, mengalami luka dan kehilangan anggota tubuh.
Sejumlah pihak menilai penggunaan mantan tentara Israel dalam kampanye yang berkaitan dengan amputasi tidak tepat dan mengabaikan penderitaan warga Palestina.
Dari situ, seruan #BoycottAdidas mulai menyebar di media sosial.
Dampaknya kemudian ikut menjangkau Jennie karena hubungan sang idol dengan Adidas semakin kuat setelah kolaborasi terbarunya.
Jennie Tidak Terlibat dalam Iklan yang Dipersoalkan
Sejumlah pengguna media sosial meninggalkan komentar pada unggahan Jennie maupun akun yang berkaitan dengan kampanye Adidas.
Sebagian menyerukan agar Jennie meninggalkan Adidas dan menjauh dari merek tersebut. Komentar lain menggunakan seruan 'Free Palestine' dan 'Boycott Adidas'.
Meski demikian, penting dicatat bahwa Jennie tidak terlibat dalam iklan Adidas Israel yang menjadi sumber kontroversi.
Koleksi 'adidas Originals by JENNIE' dan kampanye 'Single Shoe Service' merupakan dua proyek yang berbeda. Sejauh informasi yang tersedia, tidak ada laporan yang menunjukkan Jennie terlibat dalam pembuatan maupun promosi iklan tersebut.
Baca juga:
Adidas sendiri telah memberikan tanggapan atas kontroversi tersebut.
Pada 7 September, perusahaan menyampaikan permintaan maaf dan mengatakan pihaknya menyadari materi dalam promosi lokal di Israel tersebut telah menimbulkan kekhawatiran dan reaksi keras.
“We are aware that images used in a recent local promotion in Israel have sparked concern and strong reactions,”
Adidas mengatakan pihaknya tidak bermaksud menyinggung pihak mana pun dan meminta maaf kepada mereka yang terdampak.
Perusahaan juga menjelaskan bahwa kampanye tersebut merupakan promosi yang dijalankan oleh tim lokal di Israel, bukan kampanye global.
Kolaborasi Jennie dan Adidas Tetap Jadi Sorotan
Kontroversi tersebut muncul ketika hubungan Jennie dan Adidas justru memasuki tahap baru.
Sebagai co-designer, nama Jennie kini tidak hanya digunakan dalam kampanye pemasaran, tetapi juga tercantum langsung dalam produk yang dikembangkan bersama.
Koleksi 'adidas Originals by JENNIE' mendapat perhatian besar sejak diluncurkan. Sejumlah laporan menyebut antusiasme terhadap produk tersebut cukup tinggi, termasuk di China.
Salah satu gerai Adidas di Chengdu Taikoo Li dilaporkan mencatat rekor penjualan harian pada hari pertama perilisan koleksi tersebut.
Baca juga:
Adidas Minta Maaf karena Pekerjakan Mantan Tentara Israel dalam Kampanye Iklan
Kini, Jennie berada di tengah situasi yang cukup rumit.
Di satu sisi, kolaborasi bersama Adidas merupakan proyek kreatif yang telah dipersiapkan cukup lama. Di sisi lain, sebagian penggemar menganggap keterlibatan Jennie dengan Adidas membuatnya perlu mengambil sikap terhadap kontroversi yang sedang dihadapi perusahaan.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan dari Jennie mengenai desakan untuk mengakhiri kerja sama tersebut.
Karena itu, seruan sebagian penggemar agar Jennie meninggalkan Adidas masih merupakan tuntutan yang berkembang di media sosial, bukan keputusan resmi mengenai masa depan kolaborasi keduanya. (Far)