MerahPutih.com - Lima warga Palestina dikabarkan tewas dan 30 lainnya terluka akibat serangan Israel di Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir.
Lima jasad telah dibawa ke rumah sakit di Gaza. Dua orang lainnya meninggal akibat luka parah yang diderita sebelumnya, dan 30 orang mengalami luka,
demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Gaza.
Dilaporkan, kemungkinan masih ada korban tewas yang tertimbun di bawah reruntuhan rumah yang hancur atau di jalan-jalan yang belum dapat dijangkau tim ambulans dan pertahanan sipil.
Sementara itu, Indonesia bersama sejumlah negara Arab dan Islam lainnya mengutuk keras pernyataan sejumlah petinggi rezim zionis Israel yang mendorong pengusiran paksa masyarakat Palestina dari tanah airnya di Jalur Gaza.
Baca juga:
Israel Tangkap Petinggi Hamas di Gaza, Gencatan Senjata Terancam Runtuh
Hal tersebut disampaikan dalam pernyataan bersama menteri luar negeri Indonesia, Mesir, Yordania, Pakistan, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab yang disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui media sosial, Senin.
Para menteri menegaskan penolakan dan kecaman keras atas segala upaya atau rencana untuk mengusir masyarakat Palestina, baik ke wilayah lain di dalam ataupun di luar Palestina, dengan alasan atau dalih apapun,
kata para menlu.
Pernyataan tersebut secara spesifik menyebut sejumlah pentolan rezim zionis, yaitu kepala keamanan nasional, Itamar Ben-Gvir, dan kepala pertahanan, Israel Katz, sebagai pihak yang bertanggung jawab melontarkan pernyataan menyakitkan tersebut beberapa waktu yang lalu.
Pernyataan maupun usulan yang menghasut tersebut jelas-jelas merupakan pelanggaran prinsip hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional, serta merupakan ancaman langsung terhadap hak-hak rakyat Palestina yang sah dan tak dapat diganggu gugat,
menurut pernyataan bersama.
Para menteri menyampaikan kekhawatiran apabila pernyataan pentolan zionis tersebut benar-benar dijadikan kebijakan resmi atau langkah konkret untuk mengusir rakyat Palestina dari tanah airnya. (*)