MerahPutih.com - Pemerintah Indonesia mengecam serangan terbaru Israel ke Jalur Gaza yang terjadi setelah adanya kesepakatan mengenai pelucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel.
Indonesia menilai serangan tersebut justru menghambat implementasi kesepakatan perdamaian yang telah dicapai untuk Gaza. Hal ini disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui akun X resminya, Rabu (5/8).
Serangan tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional, tindakan yang dilakukan secara sengaja menghambat implementasi Peace Plan untuk Gaza, dan memperburuk penderitaan rakyat Palestina,
Kemlu RI.
Dalam pernyataannya, Kemlu RI mendesak Israel segera menghentikan seluruh operasi militernya secara permanen.
Pemerintah Indonesia juga meminta Israel memenuhi seluruh komitmennya sebagai pihak yang terlibat dalam kesepakatan gencatan senjata.
"Indonesia menyerukan kepada Israel, sebagai pihak dari kesepakatan gencatan senjata, untuk menghentikan serangan militernya segera dan secara permanen, dan memenuhi seluruh komitmennya berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang sejalan dengan hukum internasional," kata Kemlu.
Baca juga:
Langgar Gencatan Senjata, Israel Hancurkan Rumah-Rumah di Lebanon Selatan
Selain itu, Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak untuk menjamin perlindungan penuh terhadap warga sipil, tenaga medis, dan pekerja kemanusiaan, serta memastikan distribusi bantuan kemanusiaan dapat berlangsung secara aman, cepat, dan tanpa hambatan.
Tegaskan Dukungan terhadap Solusi Dua Negara
Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong proses politik yang kredibel demi mewujudkan kemerdekaan Palestina melalui Solusi Dua Negara.
Menurut Kemlu, langkah tersebut sejalan dengan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang relevan serta parameter yang telah disepakati secara internasional sebagai jalan menuju perdamaian yang adil, berkelanjutan, dan menyeluruh di Timur Tengah.
Baca juga:
Board of Peace Sepakat Lucuti Senjata Milik Hamas, Pasukan Kepolisian Baru Akan Amankan Gaza
Serangan Terjadi Usai Kesepakatan Gaza
Diketahui, Israel masih terus melancarkan serangan ke Gaza meski telah tercapai kesepakatan terbaru terkait Gaza dalam pertemuan dengan perwakilan Dewan Perdamaian (Board of Peace) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Serangan tersebut terjadi beberapa hari setelah Hamas menyetujui rencana pelucutan senjata kepada Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Dalam serangan terbaru itu, sedikitnya 13 orang tewas, termasuk anak-anak.
Sementara itu, seorang juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan bahwa pihaknya menargetkan anggota militer di Gaza dan menyebut dua militan Hamas tewas dalam operasi tersebut. (Knu)