3 Indikator Ini Diklaim Airlangga Bikin Ekonomi Indonesia Tetap Solid

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Agustus 2026
3 Indikator Ini Diklaim Airlangga Bikin Ekonomi Indonesia Tetap Solid

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (MP/Didik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus kumulatif sebesar USD 3,58 miliar sepanjang Januari-Juni 2026. Surplus tersebut ditopang surplus nonmigas sebesar USD 19,35 miliar, sementara defisit migas tercatat USD 15,77 miliar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, tiga indikator makroekonomi yang dirilis pada Senin (3/8) mencerminkan kinerja perekonomian Indonesia yang tetap solid.

Ketiga indikator tersebut meliputi inflasi Juli 2026, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Juli 2026, serta kinerja neraca perdagangan pada Juni 2026.

Pemerintah berkomitmen menjaga keseimbangan antara stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi. Ketahanan pangan, ketahanan energi, dan pengendalian inflasi merupakan fondasi utama untuk menjaga daya beli masyarakat, meningkatkan kepercayaan dunia usaha, serta memperkuat daya saing ekonomi nasional,

ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (4/8).

Baca juga:

Presiden Prabowo Terharu Ijtima Ulama PKB Dukung Arah Baru Ekonomi Indonesia

Inflasi Indonesia pada Juli 2026 tercatat 2,88 persen secara tahunan (yoy), turun dari 3,34 persen pada Juni 2026 dan masih berada dalam sasaran inflasi 2,5 persen plus minus 1 persen.

Meredanya tekanan inflasi terutama didorong penurunan harga sejumlah komoditas pangan strategis, seperti bawang merah, tomat, telur ayam ras, dan cabai rawit seiring meningkatnya produksi di sejumlah sentra.

Sementara itu, inflasi inti tetap terjaga sebesar 2,76 persen (yoy), sedangkan inflasi administered prices (AP) tercatat 3,58 persen (yoy), terutama dipengaruhi efek basis (base effect) penyesuaian harga BBM nonsubsidi pada Juni 2026 serta kenaikan tarif angkutan udara.

Airlangga mengatakan, pemerintah terus memperkuat pengendalian inflasi melalui sinergi pemerintah pusat, Bank Indonesia, dan pemerintah daerah dalam kerangka Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Upaya tersebut dilakukan antara lain melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), optimalisasi distribusi antarwilayah, penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP), serta kerja sama antardaerah.

Pemerintah juga meningkatkan ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas pertanian, rehabilitasi jaringan irigasi, optimalisasi lahan pertanian, penyediaan pupuk dan benih, mekanisasi pertanian, serta penguatan infrastruktur logistik pangan.

Dalam melaksanakan strategi tersebut dukungan pembiayaan juga diberikan melalui skema Kredit Usaha Rakyat dengan realisasi sebesar Rp 198,9 triliun per 28 Juli 2026 dari plafon yang didistribusikan sebesar Rp290,59 triliun, dengan realisasi sektor pertanian sekitar 38 persen,

jelas Airlangga.

Selain itu, pemerintah meluncurkan Kredit Usaha Pertanian sebagai reformasi dari skema Kredit Usaha Alsintan untuk mendukung produktivitas, hilirisasi, swasembada, dan ketahanan pangan.

Di sektor energi, pemerintah memperkuat ketahanan energi melalui peningkatan lifting minyak dan gas bumi, percepatan pengembangan energi baru dan terbarukan, implementasi program biodiesel, pembangunan infrastruktur energi, serta hilirisasi mineral dan sumber daya alam.

Implementasi mandatori biodiesel B50 sejak 1 Juli 2026 terus diperkuat untuk mendukung swasembada energi. Kebijakan tersebut, bersama pembatasan ekspor minyak mentah untuk mengamankan pasokan kilang dalam negeri, diarahkan untuk menghemat devisa dan mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

#Ekonomi Indonesia #Neraca Perdagangan #Krisis Ekonomi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Harga Minyak Naik, Ekspor Diharapkan Meningkat Buat Tutup Defisit Neraca Perdagangan
Salah satu upaya perluasan pasar ekspor adalah melalui Trade Expo Indonesia 2026 yang akan digelar pada 14-18 Oktober.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Harga Minyak Naik, Ekspor Diharapkan Meningkat Buat Tutup Defisit Neraca Perdagangan
Indonesia
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Prospek tersebut berkaitan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya tetap kuat.
Dwi Astarini - Kamis, 17 September 2026
Presiden Prabowo Bicara Ambisi Ekonomi RI, Target Masuk 4 Besar Dunia pada 2050
Indonesia
Prabowo Ungkap Investasi Rp 1.010 Triliun dan 1,4 Juta Lapangan Kerja Baru, Singgung MBG dan Kopdes Merah Putih
Prabowo menyebut investasi Indonesia mencapai Rp 1.010 triliun hingga Juni 2026 dan berkontribusi membuka sekitar 1,4 juta lapangan kerja.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Prabowo Ungkap Investasi Rp 1.010 Triliun dan 1,4 Juta Lapangan Kerja Baru, Singgung MBG dan Kopdes Merah Putih
Indonesia
Prabowo Soroti Inflasi 2,92 Persen dan Investasi Rp1.010 Triliun, Optimistis Ekonomi Indonesia
Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia bisa masuk 5 besar ekonomi dunia pada 2050. Ia menyoroti inflasi 2,92 persen dan investasi Rp 1.010 triliun.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Prabowo Soroti Inflasi 2,92 Persen dan Investasi Rp1.010 Triliun, Optimistis Ekonomi Indonesia
Indonesia
Mendag Ingin Harga Minyak Terkendali, Neraca Perdagangan Bisa Tetap Surplus
Pemerintah tidak hanya mengandalkan kondisi harga minyak untuk menjaga surplus perdagangan, tetapi juga akan terus mendorong peningkatan ekspor.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026
Mendag Ingin Harga Minyak Terkendali, Neraca Perdagangan Bisa Tetap Surplus
Berita Foto
DBS Indonesia Dorong Pembiayaan untuk Lima Sektor Berkelanjutan
Peluncuran Riset: The Sustainability Shift: Indonesia's Industrial Landscape in Five Key Sectors, Opportunities and Risks Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 20 Agustus 2026
DBS Indonesia Dorong Pembiayaan untuk Lima Sektor Berkelanjutan
Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dalam 13 Tahun, Mengapa Prabowo Patok Target Luar Biasa di 2027?
Sepanjang semester I 2026, ekonomi Indonesia berhasil tumbuh 5,45 persen (yoy)
Angga Yudha Pratama - Jumat, 14 Agustus 2026
Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi dalam 13 Tahun, Mengapa Prabowo Patok Target Luar Biasa di 2027?
Indonesia
Prabowo Ungkap Ekonomi Indonesia Tetap Berdiri Tegak, Pertumbuhan Semester I 2026 Tertinggi dalam 13 Tahun
Prabowo menyebut ekonomi Indonesia pada semester I 2026 tumbuh pada level tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Pendapatan negara hingga Juli tumbuh 21,3%.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 14 Agustus 2026
Prabowo Ungkap Ekonomi Indonesia Tetap Berdiri Tegak, Pertumbuhan Semester I 2026 Tertinggi dalam 13 Tahun
Indonesia
Paruh ke-2 Tahun 2026, Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 5 Persen
Sebagai salah satu mitra dagang utama Indonesia, perlambatan ekonomi China, menekan perdagangan global dan permintaan komoditas Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Agustus 2026
Paruh ke-2 Tahun 2026, Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 5 Persen
Indonesia
Defisit Neraca Dagang Indonesia Juni Menurun, Pemerintah Tingkatkan Ekspor
Nilai ekspor nonmigas Indonesia pada Juni tercatat sebesar USD 24,39 miliar, meningkat 8,68 persen jika dibandingkan dengan Mei 2026 yang sebesar USD 22,45 miliar.
Dwi Astarini - Selasa, 11 Agustus 2026
Defisit Neraca Dagang Indonesia Juni Menurun, Pemerintah Tingkatkan Ekspor
Bagikan