Paruh ke-2 Tahun 2026, Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 5 Persen

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - 2 jam, 8 menit lalu
Paruh ke-2 Tahun 2026, Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 5 Persen

Pekerja Kantoran Mulai Kembali Bekerja usai Libur Lebaran di Kawasan Perkantoran Jakarta

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Perekonomian Indonesia diproyeksikan tetap tumbuh solid di kisaran 5 persen pada paruh kedua 2026, meski menghadapi sejumlah tekanan dari kondisi global maupun domestik.

Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede mengatakan ketahanan ekonomi Indonesia masih cukup baik di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Namun, sejumlah risiko perlu diantisipasi agar momentum pertumbuhan tetap terjaga.

Pertumbuhan ekonomi kami masih melihatnya cukup objektif dan konservatif. Artinya, di kuartal III dan kuartal IV akan melandai sehingga full year-nya di 5,26 persen,

kata Josua dalam Permata Institute for Economic Research (PIER) economic review kuartal II 2026 yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (11/8).

Terdapat empat risiko global yang berpotensi memengaruhi prospek ekonomi Indonesia pada semester II 2026. Pertama, meningkatnya ketegangan geopolitik, terutama di Timur Tengah, yang dapat mendorong kenaikan harga energi dan meningkatkan tekanan inflasi.

Baca juga:

Airlangga Senang Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5 Persen Selama 7 Tahun Berturut Turut

Kedua, ketidakpastian perang dagang yang berpotensi menekan ekspor Indonesia sekaligus meningkatkan impor. Kondisi tersebut dapat memperlebar defisit transaksi berjalan dan meningkatkan tekanan terhadap neraca pembayaran.

Josua menilai perbedaan arah kebijakan bank sentral global menjadi risiko yang tak terhindarkan. Perbedaan respons terhadap perlambatan ekonomi dan tekanan inflasi dapat meningkatkan ketidakpastian pasar keuangan serta volatilitas nilai tukar dan pasar obligasi.

Sementara itu, perlambatan pemulihan ekonomi China menjadi risiko keempat. Sebagai salah satu mitra dagang utama Indonesia, perlambatan ekonomi China, khususnya sektor properti, berpotensi menekan perdagangan global dan permintaan komoditas Indonesia.

Meski demikian, ia menilai prospek ekonomi Indonesia masih cukup terjaga. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 5,26 persen sepanjang 2026, meskipun laju pertumbuhan pada kuartal III dan IV diperkirakan sedikit melandai.

“Di tahun depan pun juga akan ada efek kelambatan karena ada kenaikan suku bunga dari tahun ini. Namun di 2028 akan sedikit membaik ke 5,33 persen,” ujarnya.

Josua mengatakan, dari sisi inflasi, tekanan diperkirakan meningkat menjelang akhir 2026 akibat faktor cuaca seperti El Nino. Namun, inflasi diproyeksikan kembali melandai pada tahun berikutnya seiring normalisasi kondisi.

Sementara itu, kebijakan fiskal pemerintah diperkirakan tetap ekspansif untuk menjaga pertumbuhan ekonomi. Josua memperkirakan defisit fiskal berada di sekitar 3 persen.

Di sektor moneter, memprediksi suku bunga diperkirakan masih bertahan di level 5,75 persen dalam dua tahun ke depan sebelum mulai memasuki fase pelonggaran pada 2028.

Adapun nilai tukar rupiah diproyeksikan masih menghadapi tekanan. Ia memperkirakan nilai tukar pada akhir 2026 berada di sekitar Rp 17.900 per dolar AS dan sekitar Rp 17.500 per dolar AS dalam dua tahun mendatang.

#Pertumbuhan Ekonomi #Ekonom #Ekonomi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Paruh ke-2 Tahun 2026, Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 5 Persen
Sebagai salah satu mitra dagang utama Indonesia, perlambatan ekonomi China, menekan perdagangan global dan permintaan komoditas Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - 2 jam, 8 menit lalu
Paruh ke-2 Tahun 2026, Ekonomi Indonesia Hanya Tumbuh 5 Persen
Indonesia
Airlangga Senang Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5 Persen Selama 7 Tahun Berturut Turut
Capaian pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2026 melanjutkan keberhasilan Indonesia menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen selama tujuh tahun berturut-turut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 05 Agustus 2026
Airlangga Senang Pertumbuhan Ekonomi di Atas 5 Persen Selama 7 Tahun Berturut Turut
Indonesia
3 Indikator Ini Diklaim Airlangga Bikin Ekonomi Indonesia Tetap Solid
Implementasi mandatori biodiesel B50 sejak 1 Juli 2026 terus diperkuat untuk mendukung swasembada energi.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Agustus 2026
3 Indikator Ini Diklaim Airlangga Bikin Ekonomi Indonesia Tetap Solid
Indonesia
Rupiah Terancam Melemah usai Perry Warjiyo Mundur, Ekonom Beberkan Penyebabnya
Ekonom mengingatkan, Rupiah terancam melemah usai Perry Warjiyo mundur dari Gubernur BI.
Soffi Amira - Senin, 27 Juli 2026
Rupiah Terancam Melemah usai Perry Warjiyo Mundur, Ekonom Beberkan Penyebabnya
Indonesia
Perry Warjiyo Putuskan Mundur dari Gubernur BI, Ekonom Sebut Rupiah dan Pasar Bisa Tertekan
Ekonom menilai, mundurnya Perry Warjiyo dari Gubernur BI bisa memicu gejolak kondisi pasar.
Soffi Amira - Senin, 27 Juli 2026
Perry Warjiyo Putuskan Mundur dari Gubernur BI, Ekonom Sebut Rupiah dan Pasar Bisa Tertekan
Indonesia
Dalam 6 Bulan, Pemprov Jakarta Berhasil Kumpulkan Duit Rp 29,29 Triliun Buat Pembangunan
Pemprov DKI juga memperkuat kualitas tenaga kerja untuk memastikan pertumbuhan ekonomi diikuti perluasan kesempatan kerja.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 22 Juli 2026
Dalam 6 Bulan, Pemprov Jakarta Berhasil Kumpulkan Duit Rp 29,29 Triliun Buat Pembangunan
Indonesia
Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy Sebut 115 UU Harus Diubah untuk Benahi Ekonomi Indonesia
Ekonom senior Ichsanuddin Noorsy menilai sekitar 115 UU perlu diubah karena dinilai berpihak pada ekonomi neoliberalisme.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 Juli 2026
Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy Sebut 115 UU Harus Diubah untuk Benahi Ekonomi Indonesia
Indonesia
Indonesia Nomor 1 Negara dengan Pertumbuhan Crazy Rich 5 Tahun Mendatang, Berpotensi Ciptakan Gap Ekstrem
Proyeksi ini bukan berarti sinyal positif bagi negara Indonesia. Celios melihat situasi ini akan menciptakan ketimpangan ekstrem dengan gap yang sangat jauh.
Dwi Astarini - Rabu, 15 Juli 2026
Indonesia Nomor 1 Negara dengan Pertumbuhan Crazy Rich 5 Tahun Mendatang, Berpotensi Ciptakan Gap Ekstrem
Indonesia
Ekonom Ingatkan Risiko Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Tanpa Model Bisnis
Ekonom Universitas Brawijaya Noval Adib menilai pembangunan Koperasi Desa Merah Putih perlu dibarengi model bisnis, tata kelola, dan SDM agar tidak menjadi beban operasional.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Ekonom Ingatkan Risiko Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih Tanpa Model Bisnis
Indonesia
DEN Sebut Fundamental Ekonomi RI masih Kuat meski Rupiah Melemah
Pembahasan juga menitikberatkan pada koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.
Dwi Astarini - Senin, 29 Juni 2026
DEN Sebut Fundamental Ekonomi RI masih Kuat meski Rupiah Melemah
Bagikan