Merahputih.com - Director of Institutional Banking Group PT Bank DBS Indonesia Anthonius Sehonamin (tengah) bersama Chairman Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) Hendra Suryakusuma (dari kiri), Head of Research PT Bank DBS Indonesia William Simadiputra, Senior Vice President, Institutional Banking Group, PT Bank DBS Indonesia Agnes Theresa dan Executive Director Tenggara Strategics Riyadi Suparno dalam peluncuran Riset Bank DBS Indonesia: The Sustainability Shift: Indonesia's Industrial Landscape in Five Key Sectors, Opportunities and Risks Jakarta, Kamis (20/8/2026).Riset Bank DBS Indonesia memaparkan sejumlah peluang besar pada lima sektor yang dinilai memiliki prospek dalam pengembangan ekonomi berkelanjutan. Namun, peluang tersebut juga dihadapkan pada kompleksitas skema pembiayaan yang masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha. Riset tersebut menilai diperlukan strategi yang lebih adaptif untuk menghadapi perubahan lanskap keberlanjutan.
Agenda keberlanjutan kini tidak lagi semata-mata berorientasi pada pemenuhan aspek kepatuhan atau regulasi, tetapi mulai bergeser menuju upaya memperkuat ketahanan ekonomi. Perubahan tersebut mendorong perusahaan dan pemangku kepentingan untuk melihat pembiayaan berkelanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang. Dengan demikian, akses terhadap pembiayaan perlu diselaraskan dengan kebutuhan sektor, karakteristik proyek, serta kemampuan pelaku usaha dalam memenuhi prinsip keberlanjutan.
Bank DBS Indonesia menilai penguatan strategi pembiayaan menjadi penting untuk menangkap peluang pertumbuhan di kelima sektor tersebut. Pendekatan yang tepat diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan investasi dengan instrumen pembiayaan yang sesuai, sekaligus mendukung transformasi ekonomi yang lebih tangguh dan berkelanjutan. (Foto: MP/Didik Setiawan).