MerahPutih.com - Presiden Prabowo Subianto melihat perekonomian Indonesia memiliki peluang untuk masuk jajaran ekonomi terbesar dunia dalam 25 tahun mendatang.
Prabowo merujuk pada proyeksi Goldman Sachs ketika membicarakan posisi Indonesia pada 2050. Menurut dia, Indonesia berpotensi berada di peringkat keenam, kelima, bahkan keempat ekonomi terbesar dunia.
“Semua dunia yakin Indonesia akan menjadi ekonomi ke-6, ke-5, ke-4 dunia pada tahun 2050. Which is 25 tahun ke depan,” kata Prabowo dalam program Presiden Prabowo Menjawab, dikutip Kamis (17/9).
Prabowo Soroti Fundamental Ekonomi Indonesia
Menurut Prabowo, prospek tersebut berkaitan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya tetap kuat.
Salah satu indikator yang disorot adalah inflasi. Prabowo menyebut tingkat inflasi Indonesia berada di angka 2,92 persen.
“Ekonomi kita bagus. Inflasi kita salah satu terendah di dunia. 2,92 persen. Anda bayangkan,” ujarnya.
Prabowo juga menyinggung posisi defisit Indonesia dibandingkan sejumlah negara lain. Dia menyebut defisit Indonesia masih berada di bawah 3 persen.
Baca juga:
Presiden Prabowo Ungkap 3 Masalah Bangsa yang Harus Segera Dibereskan: Pangan, BBM, Kemiskinan
Sebagai pembanding, Prabowo menyebut Filipina memiliki defisit sekitar 6 persen, India 4,6 persen, dan Prancis 5,4 persen.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan munculnya kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.
“Jadi, semua orang percaya sama Indonesia. Makanya mereka mau datang ke Indonesia. Saya sangat optimis,” katanya.
Investasi Indonesia Capai Rp 1.010 Triliun
Optimisme tersebut datang bersamaan dengan klaim bahwa arus investasi ke Indonesia masih terus berjalan.
Hingga Juni 2026, Prabowo menyebut realisasi investasi telah mencapai Rp 1.010 triliun.
Angka tersebut berada di tengah situasi ekonomi global yang masih menghadapi ketidakpastian.
Baca juga:
Persiden Prabowo Tegaskan Hubungan Personal tak Ganggu Penegakan Hukum, Sebut tak Punya Kawan
Prabowo juga mengungkapkan bahwa dalam beberapa pekan ke depan akan ada investasi dalam jumlah besar yang masuk ke Indonesia. Dia menyebut keyakinan tersebut berdasarkan komunikasi dengan sejumlah pelaku usaha besar dunia.
Jika investasi terus bertambah, pemerintah berharap aktivitas tersebut ikut memperluas lapangan kerja dan memperkuat aktivitas ekonomi nasional.
Pada 2025, pemerintah mencatat 2,7 juta lapangan kerja baru. Sementara itu, sepanjang 2026 berjalan, jumlah lapangan kerja baru yang disebut Prabowo telah mencapai sekitar 1,4 juta. (Knu)