MerahPutih.com - Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 diberbagai daerah mendapatkan reaksi ketidakpercayaan sehubungan adanya isu jika sensus yang dilakukan Badan Pusat Statistik berhubungan dengan pembayaran pajak.
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengingatkan pentingnya strategi komunikasi yang efektif dalam sensus. Keberhasilan sensus tidak hanya bergantung pada proses pendataan, tetapi juga pada tingkat kepercayaan masyarakat untuk memberikan informasi secara jujur.
Hetifah mengatakan masih banyak informasi yang keliru mengenai Sensus Ekonomi 2026 beredar di media sosial. Kondisi itu dinilai harus segera direspons melalui sosialisasi yang lebih masif agar masyarakat tidak salah memahami tujuan sensus.
Ada misalnya disinformasi terkait dengan bagaimana dampak dari sensus yang mungkin tidak sepenuhnya benar di media-media termasuk media sosial yang mungkin perlu diluruskan,
kata Hetifah di Jakarta, Minggu (5/7).
Baca juga:
Fraksi PKS Kritik Pajak Pencairan JHT, Sudah Kena PHK Masih Juga Dipajak
Komunikasi publik yang baik akan membuat masyarakat merasa aman saat menjadi responden. Dengan begitu, data yang dikumpulkan Badan Pusat Statistik (BPS) akan lebih akurat dan dapat digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan ekonomi.
Sehingga nanti mereka yang mungkin akan menjadi pemberi informasi itu merasa lebih tenang, nyaman dan juga bisa memberikan data-data yang jujur apa adanya,
ujarnya.
Hetifah mengakui masih ada pelaku usaha yang khawatir data yang diberikan akan berdampak pada besaran pajak atau memunculkan konsekuensi lain yang merugikan.
Karena itu, ia meminta pemerintah bersama BPS terus memberikan penjelasan bahwa sensus bukan bertujuan menambah beban masyarakat, melainkan menghasilkan data yang dibutuhkan untuk merumuskan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
Mungkin ada yang menganggap bahwa sensus ekonomi ini nanti akan mempengaruhi nilai pajak yang harus mereka bayar atau berbagai hal lainnya. Ini yang perlu disosialisasikan lebih gencar,
katanya.
Hetifah menilai metode komunikasi juga perlu disesuaikan dengan karakter masyarakat dan pelaku ekonomi agar informasi lebih mudah dipahami serta mampu menghilangkan keraguan responden.
Ia memberikan apresiasi kepada BPS dan seluruh petugas Sensus Ekonomi 2026 yang tetap bekerja di tengah berbagai tantangan, termasuk maraknya disinformasi.
Selain itu juga kami memberikan semangat kepada para petugas untuk tetap bekerja dengan profesional dan sungguh-sungguh. Semoga hasilnya bisa memberikan informasi yang tepat, akurat, dan mutakhir terkait kondisi ekonomi di Indonesia,
pungkasnya. (Pon)