MERAHPUTIH.COM - BADAN Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (BPJPH) memastikan setiap produk Amerika Serikat (AS) yang masuk Indonesia tetap wajib memiliki label halal. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak khawatir dengan produk dari AS yang akan masuk ke Indonesia.
"Tidak benar informasi yang beredar di masyarakat bahwa produk Amerika masuk ke Indonesia tidak perlu label halal. Tidak benar," kata Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan atau yang akrab disapa Babe Haikal, dikutip Selasa (24/2).
Babe Haikal meminta masyarakat tidak khawatir terkait dengan label halal ini. Ia memastikan sertifikasi halal tidak ada yang dilanggar. Pemerintah amat serius dan transparan. "Jangan khawatir, untuk urusan halal, enggak ada hal yang dirahasiakan, enggak ada yang diumpet-umpetin. Tidak ada yang dilanggar," tegasnya.
Baca juga:
Kesepakatan Dagang Indonesia - AS Disorot, MUI Ingatkan Kewajiban Sertifikasi Halal
Sejak 1974, AS juga sudah punya regulasi yang ketat terkait dengan produk halal. AS bahkan punya lembaga halal tersendiri yang sudah tepercaya. Ia mencontohkan Amerika sudah memiliki badan halal seperti Halal Transaction of Omaha (HTO) atau Islamic Food and Nutrition Council of America (IFANCA). Lembaga-lembaga itu sudah diakui dan bekerja sama dengan banyak negara, termasuk dengan Indonesia.
"Saya juga bukan membela Amerika. Amerika justru lebih ketat loh (untuk urusan halal) karena dia telah memberlakukan halal sejak 1974 dengan berdirinya IFANCA," jelas Babe Haikal.
Sebelumnya, beredar misinformasi yang menyebut kesepakatan perdagangan resiprokal antara Indonesia dan AS membuat produk AS yang masuk Indonesia tak perlu label halal. BPJPH memastikan informasi itu ditafsirkan keliru. Logikanya, kata Babe Haikal, mana mungkin perusahaan AS memasukkan produknya tanpa ada labelisasi halal. Apalagi masyarakat Indonesia sangat sensitif terkait dengan label halal ini.
"Mereka juga sudah bisa belajar dong, andai kata mereka benar-benar masuk tanpa ada label halal, ya siapa yang beli di Indonesia. Itu sama juga menutup perusahaan-perusahaan itu dan merembet dengan boikot. Enggak mungkinlah terjadi," terangnya.(Asp)
Baca juga:
Soroti Isu Produk AS Tanpa Sertifikasi Halal, MUI Tegaskan ‘Harga Mati’