Kesehatan

Suntikan Penurun Berat Badan Diselidiki karena Potensi Munculkan Keinginan Bunuh Diri

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 11 Juli 2023
Suntikan Penurun Berat Badan Diselidiki karena Potensi Munculkan Keinginan Bunuh Diri

Obat yang dicek antara lain Wegovy, Saxenda dan obat serupa, seperti Ozempic, yang membantu mengurangi nafsu makan. (Foto: freepik/stefamerpik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

REGULATOR obat-obatan Eropa mengatakan kepada BBC News bahwa pihaknya sedang meninjau beberapa suntikan penurun berat badan setelah menerima informasi tentang kemungkinan hubungan suntikan itu dengan pikiran bunuh diri dan menyakiti diri sendiri di antara pengguna.

Negara anggota Islandia memberi tahu European Medicines Agency (EMA) atau Badan Obat Eropa setelah melihat tiga kasus yang terjadi. Penilaian keamanan obat akan memeriksa Wegovy, Saxenda dan obat serupa, seperti Ozempic, yang membantu mengurangi nafsu makan.

BACA JUGA:

Penurunan Berat Badan Cepat vs Lambat, Lebih Baik Mana?

Selebaran produk sudah mencantumkan pikiran untuk bunuh diri sebagai kemungkinan efek samping. Namun, perilaku bunuh diri saat ini tidak masuk daftar efek samping untuk obat resep ini.

weight loss
Laporan kasus mencakup dua kasus pikiran untuk bunuh diri dan satu melaporkan pemikiran melukai diri sendiri. (Foto: freepik/freepik)

Pharmacovigilance Risk Assessment Committee (PRAC) dari EMA, yang sedang melakukan peninjauan, akan mempertimbangkan apakah perawatan lain dalam kategori obat yang lebih luas yang sama, agonis reseptor glukagon-seperti peptida-1 (GLP-1), juga perlu dinilai. Namun, pada tahap awal, studi itu hanya akan menilai risiko penggunaan obat penurun berat badan yang mengandung semaglutide atau liraglutide.

Seorang pejabat EMA mengatakan peninjauan sedang dilakukan dalam konteks prosedur sinyal yang diangkat Icelandic Medicines Agency setelah adanya tiga laporan kasus. "Sinyal adalah informasi tentang efek samping baru atau yang diketahui yang berpotensi disebabkan obat dan memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Laporan kasus mencakup dua kasus pikiran untuk bunuh diri setelah penggunaan Saxenda dan satu setelah Ozempic," imbuhnya.

Mereka menguraikan satu kasus tambahan melaporkan pemikiran melukai diri sendiri dalam penggunaan obat Saxenda. "EMA akan berkomunikasi lebih lanjut ketika lebih banyak informasi tersedia," ujar mereka.

BACA JUGA:

Transformasi Penurunan Berat Badan Berbasis DNA

Kekurangan global seiring tingginya permintaan

weight loss
Kamu harus memperhatikan setiap perubahan mental, terutama perubahan suasana hati. (Foto: freepik/freepik)

Unggahan media sosial tentang orang-orang, sering kali selebritas, yang menurunkan berat badan dalam jumlah besar telah menyebabkan permintaan besar untuk jenis obat ini.

Saxenda dan Wegovy disetujui dan dilisensikan untuk menurunkan berat badan. Wegovy belum tersedia di Inggris, tetapi Perdana Menteri Inggris mengatakan dokter umum di Inggris akan segera mulai menawarkannya kepada beberapa pasien, demikian pula klinik spesialis manajemen berat badan.

Ozempic merupakan obat untuk penderita diabetes nan membantu mengontrol gula darah dan berat badan, tetapi mengandung dosis yang lebih rendah daripada obat yang sama, semisalh semaglutide dalam Wegovy. Karena orang tanpa diabetes membeli suntikan berbentuk pena yang sudah diisi obat sebelumnya untuk menurunkan berat badan, belakangan terus dilaporkan terjadi kekurangan global akan obat ini.

Semua obat memiliki potensi efek samping. Obat penurun berat badan, yang harus digunakan bersamaan dengan diet sehat dan olahraga. Gejala obat yang lebih umum meliputi mual, muntah, sakit kepala, diare, sembelit, sakit perut, dan kelelahan.

Depresi atau pikiran untuk bunuh diri tercantum dalam selebaran informasi produk, yang menyarankan pengguna memperhatikan setiap perubahan mental, terutama perubahan suasana hati, perilaku, pikiran, atau perasaan yang tiba-tiba. Pengguna diminyta menghubungi penyedia layanan kesehatan segera jika mengalami perubahan mental yang baru, lebih buruk, atau mengkhawatirkan.

Produsen obat Novo Nordisk bekerja sama dengan EMA dan mengatakan keselamatan pasien merupakan prioritas utama. Seorang perwakilan perusahaan tersebut mengatakan, "GLP-1 reseptor agonis telah digunakan untuk mengobati diabetes tipe-2 selama lebih dari 15 tahun dan untuk pengobatan obesitas selama delapan tahun, termasuk produk Novo Nordisk seperti semaglutide dan liraglutide yang telah ada di pasar Inggris sejak 2018 dan 2009."

"Data keamanan yang dikumpulkan dari program uji klinis besar dan pengawasan pascapemasaran belum menunjukkan hubungan kausal antara semaglutide atau liraglutide dan pikiran bunuh diri dan menyakiti diri sendiri," ujar pihak perusahaan.

Ia mengatakan Novo Nordisk terus melakukan pengawasan data dari uji klinis yang sedang berlangsung dan penggunaan produknya di dunia nyata dan bekerja sama erat dengan pihak berwenang untuk memastikan keselamatan pasien.

Regulator obat Inggris, Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (MHRA), mengatakan sedang memantau situasi. MHRA Chief of Safety Officer Dr Alison Cave mengatakan, "Sebagai bagian dari pemantauan ketat kami, setiap bukti yang muncul secara rutin dipertimbangkan bersama dengan sumber informasi lainnya, termasuk dugaan reaksi obat yang merugikan. Kami akan mengomunikasikan saran baru kepada profesional kesehatan dan pasien jika sesuai."

Jika kamu mengalami pikiran untuk bunuh diri atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri, harap segera mencari bantuan. "Kami meminta semua orang untuk melaporkan efek samping yang dicurigai menggunakan situs web," saran MHRA.(aru)

BACA JUGA:

Benarkah Stres Menghambat Penurunan Berat Badan? Ini Kata Dokter

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan