Kesehatan

Selamat Tinggal Kebiasaan Ngemil di Malam Hari

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Sabtu, 21 November 2020
Selamat Tinggal Kebiasaan Ngemil di Malam Hari

Cara menghentikan kebiasaan makan cemilan di malam hari (Foto: sites.psu.edu.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KEBIASAAN cemal-cemil di malam hari menjadi hal yang sangat sulit untuk kita hindari. Apalagi di tengah pandemi seperti ini. Makan camilan di malam hari merupakan salah satu kebiasaan yang dapat menyebabkan kamu gagal diet.

Lebih parahnya, camilan tersebut merupakan makanan manis maupun asin, termasuk kripik, kacang, biskuit, dan kue yang kalorinya amat tinggi. Hal tersebut menyebabkan meningkatnya berat badan secara perlahan.

Baca juga:

Camilan Sehat untuk Mengganti Sarapanmu

Banyak hal yang memicu kamu memakan camilan di malam hari seperti bosan, lelah atau bahkan lapar. Lalu bagaimana cara untuk menghentikan kebiasaan itu? Berikut tipsnya dilansir laman Live Strong:

1. Kurangi stres

Berjalan dan olahraga dapat mengurangi stres (Foto: decathlonblog.com)

Ketika kamu merasa stres, tubuhmu akan mengeluarkan kortisol, hormon yang meningkatkan nafsu makan. Hal tersebut menyebabkan kamu akan makan secara berlebih. Kamu dapat mengurangi stres dengan melakukan berbagai macam olahraga atau sekadar jalan santai.

Menurut Mayo Clinic, berjalan juga dapat mengurangi stres secara keseluruhan yang akan bermanfaat bagi tubuh.

2. Makan siang yang cukup

Menyeimbangkan makan dengan kandungan karbohidrat dan protein sehat (Foto: greenhealthycooking.com)

Munculnya rasa lapar di malam hari bisa disebabkan karena kamu terlalu membatasi makan di siang hari. Maka dari itu, usahakan untuk makan secara seimbang.

Konsumsi kandungan karbohidrat yang sehat serta imbangi dengan sumber protein tanpa lemak di setiap makananmu.

Baca juga:

Keliru, Minum Alkohol Justru Membuat Orang Sulit Tertidur

3. Tidur yang cukup

Tidur yang cukup dapat mencegah ngemil di malam hari (Foto: firstbeat.com)

Di saat kamu tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup dan berkualitas, hal tersebut dapat membuat kesehatanmu terganggu. Salah satu efeknya pun akan memengaruhi nafsu makan.

Kurang tidur akan menimbulkan hormon ghrelin dalam tubuh yang membuat rasa laparmu meningkat. Setelah itu, kadar leptin, hormon yang meningkatkan rasa kenyang akan menurun.

4. Makan tanpa rasa bersalah

Makan tanpa merasa bersalah. (Foto: healthista.com)

Jika kamu sangat merasakan lapar atau ingin memakan camilan di malam hari, coba deh untuk biarkan dirimu ngemil tanpa adanya rasa bersalah di dalam hati. Jadi dibawa santai saja.

Namun kamu juga harus tetap memperhatikan porsi makan camilan di malam hari. Faktanya, mengonsumsi makanan yang berporsi besar sebelum kamu tidur akan menyebabkan masalah pencernaan. (scp)

Baca juga:

5 Jenis Roti yang Lezat dan Menyehatkan

#Camilan #Kesehatan #Makanan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Bagikan