SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Presiden Prabowo meninjau RS Kardiologi Emirate–Indonesia ke Pemkot Solo, Rabu (19/11). (Foto: Merahputih.com/Ismail)
MERAHPUITH.COM - KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) belum menyerahkan aset pengelolaan RS Kardiologi Emirate–Indonesia ke Pemkot Solo. Hal itu dilakukan karena SDM dokter hingga lainnya di rumah sakit yang diresmikan Presiden Prabowo pada Rabu (19/11) itu belum memadai. Wali Kota Solo Respati Ardi mengatakan rumah sakit berteknologi tinggi yang baru diresmikan Presiden Prabowo Subianto itu sekarang masih berada di bawah operasional Kementerian Kesehatan melalui RS Dr Sardjito.
“Kami belum menerima serah terima aset RS Kardiologi Emirate–Indonesia. Statusnya masih dikelola Kemenkes,” kata dia.
Ia menyampaikan pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat. “Kami diberi waktu untuk menyiapkan dokter, tenaga medis yang siap hingga empat tahun mungkin baru diserahkan ke pemerintah kota,” katanya.
Pemkot Solo, kata dia, sangat bersyukur rumah sakit rujukan jantung berskala internasional itu akhirnya diresmikan pemerintah pusat pada Rabu (19/11). Ia berharap kehadiran fasilitas kesehatan tersebut membawa manfaat luas bagi masyarakat Solo dan daerah sekitarnya.
Baca juga:
Presiden Prabowo Resmikan RS KEI Solo, Tegaskan Reformasi Besar Layanan Kesehatan Nasional
“Alhamdulillah sudah beroperasi. Harapannya benar-benar manfaatnya bisa dirasakan warga Solo dan masyarakat lain dari berbagai daerah,” paparnya
Dia menjekaskan, selama empat tahun masa transisi, Pemkot Solo bakal menyusun roadmap lengkap untuk memenuhi seluruh kebutuhan tenaga medis dan nonmedis sebagai persiapan menuju pengelolaan mandiri. “Termasuk di dalamnya, penyediaan SDM dokter dan perawat yang memadai. Itu sedang kami kejar,” katanya.
Ia mengatakan, untuk mencukupi kebutuhan tersebut, pemkot siap memfasilitasi warga Solo maupun daerah lain yang memiliki kemampuan dan minat menempuh pendidikan kedokteran. “Kami membuka peluang pemberian beasiswa kedokteran dengan syarat penerimanya bersedia mengabdi di RS Kardiologi setelah lulus,” katanya.
Ia menambahkan pemkot juga menyiapkan kolaborasi dengan Uni Emirat Arab untuk program pertukaran dokter serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. “Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan RS Kardiologi Emirate–Indonesia,” tegasnya.(Ismail/Jawa Tengah)
Baca juga:
Presiden Prabowo Resmikan RS KEI, Sebut Buah Inisiatif Jokowi dan Hibah UEA
Bagikan
Berita Terkait
Keluarkan SK Buat Tedjowulan, Kubu PB XIV Purbaya Ancam Gugat Menteri Fadli Zon di PTUN
GKR Timoer Ngamuk, Menteri Budaya Fadli Zon Tunjuk Tedjowulan Pelaksana Keraton
Banjir, Perjalanan KA Banyubiru Ekspres Solobalapan Dibatalkan
Traktir Makan 2 Raja Kembar Keraton Surakarta, Wapres Gibran Titip Jaga Solo
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
ASN Solo Mulai WFA, Walkot Respati Sebut Hemat Anggaran Operasional Kantor 29 Persen
Rakorwil PSI Jateng, Kaesang Tekad Jateng Menang Telak di Kandang Gajah
Selama Libur Nataru, Bandara Adi Soemarmo Layani 60.782 Penumpang
Sidang Gugatan Ijazah Jokowi, Tergugat tak Bisa Tunjukkan Ijazah karena Dibawa Polda Metro