Selama 2020, Polusi Udara Kota Bekasi Lampaui Jakarta

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 03 September 2020
Selama 2020, Polusi Udara Kota Bekasi Lampaui Jakarta

Ilustrasi (foto: pixabay/jurgenPM)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan pemantauan kualitas udara ambien yang menunjukkan bahwa konsentrasi rata-rata partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron (PM2.5) Kota Bekasi di periode Januari-Agustus 2020 telah melampaui Jakarta.

Direktur Pengendalian Pencemaran Udara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Dasrul Chaniago dalam diskusi Pojok Iklim di Jakarta, Rabu, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara ambien dengan air quality monitoring system (AQMS) ternyata terlihat Kota Bekasi memiliki konsentrasi PM2.5 paling tinggi dibanding Jakarta, Bandung atau Depok pada periode Januari sampai dengan Juli 2020.

Baca juga:

Bali Siap Menyambut Pelancong di bulan Oktober

Sementara Kota Depok memiliki konsentrasi lebih tinggi dari kota lainnya pada Agustus 2020, mencapai 54,12 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Namun, ia mengatakan jika dilihat berdasarkan konsentrasi rata-rata PM2.5 periode Januari sampai dengan Agustus 2020 diketahui Kota Bekasi tercatat ada di urutan pertama mencapai 48,51 µg/m³, dilanjutkan Kota Depok sebesar 34,89 µg/m³, lalu Bandung 31,23 µg/m³, terakhir Jakarta 30,40 µg/m³.

Dari grafik hasil AQMS terlihat konsentrasi PM2.5 tertinggi di Kota Bekasi selama periode Januari sampai dengan Agustus terjadi pada Juni 2020 yang mencapai 72,80 µg/m³, sementara di bulan yang sama Jakarta mencapai 41,72 µg/m³. Konsentrasi PM2.5 Kota Bekasi telah melampaui Nilai Ambang Batas (NAB) yang diperbolehkan dalam udara ambien yakni 65 µg/m³.

Polusi udara (Foto: Pexels/Pixabay)

Pada periode penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di bulan April 2020 pun konsentrasi PM2.5 Kota Bekasi ada di urutan tertinggi mencapai 44,79 µg/m³, sementara di Jakarta mencapai 27,47 µg/m³, Bandung mencapai 29,72 µg/m³, sedangkan Kota Depok mencapai 31,89 µg/m³.

Dasrul tidak menjelaskan penyebab pasti peningkatan konsentrasi PM2.5 tersebut. Secara umum ia mengatakan kualitas udara ambien sangat dipengaruhi oleh meteorologi, yakni arah angin, kecepatan angin dan curah hujan.

Selain itu, kualitas udara juga dipengaruhi faktor topografi yakni bentang alam. Menurut dia, daerah yang memiliki topografi seperti cekungan di Kota Bandung biasanya polusi udara akan lebih lama "terperangkap", sedangkan bentang alam seperti Jakarta yang merupakan pesisir, polusi udara lebih cepat mengalir.

Faktor terakhir yang, menurut dia, juga mempengaruhi kualitas udara ambien yakni sumber emisi yang terdapat di wilayah setempat.

Baca juga:

Strategi Pariwisata Hawaii Pasca COVID-19

Selain itu, sebagaimana dikutip Antara, secara umum dua musim yang ada di Indonesia juga turut mempengaruhi kualitas udara. Seperti angin timur yang terjadi di bulan April sampai dengan September biasanya memiliki kondisi kering dan membawa partikel debu lebih banyak, sehingga tren konsentrasi partikel debu udara ambien Jakarta atau Indonesia pada umumnya akan terus meningkat pada bulan-bulan tersebut.

Sementara angin barat yang berhembus pada bulan Oktober sampai dengan Maret, menurut dia, biasanya mengandung banyak uap air dan lebih bersih. Sehingga pada bulan-bulan tersebut Indonesia terjadi musim hujan yang membuat kualitas udara menjadi lebih baik dibandingkan saat terjadi angin timur. (*)

#Polusi Udara
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kualitas Udara Jakarta 26 September 2026: Masuk 10 Besar Terburuk di Dunia
Jakarta masuk 10 besar sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Hal itu diketahui dari IQAir pada Sabtu (26/9) pagi.
Soffi Amira - Sabtu, 26 September 2026
Kualitas Udara Jakarta 26 September 2026: Masuk 10 Besar Terburuk di Dunia
Indonesia
Awas Nyesek! Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Kategori Tidak Sehat, Wajib Pakai Masker
Kualitas udara Jakarta hari ini terpantau tidak sehat dengan polutan PM 2.5 yang lewati batas WHO. Cek update skor IQAir dan tips aman beraktivitas di sini
Angga Yudha Pratama - Jumat, 18 September 2026
Awas Nyesek! Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Kategori Tidak Sehat, Wajib Pakai Masker
Indonesia
Awas Sesak Napas! Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Terburuk Kedua di Dunia, Begini Cara Antisipasinya
Hati-hati saat keluar rumah! Kualitas udara Jakarta pagi ini masuk kategori tidak sehat dan menduduki peringkat dua terburuk di dunia. Cek bahaya polusi dan solusi dari Pemprov DKI di sini.
Angga Yudha Pratama - Senin, 14 September 2026
Awas Sesak Napas! Kualitas Udara Jakarta Hari Ini Terburuk Kedua di Dunia, Begini Cara Antisipasinya
Indonesia
WMO PBB: Karhutla Ancam Kualitas Udara Global
Asap kebakaran ekstrem meningkat tiga kali lipat sejak 1990-an, berkontribusi pada 100 ribu kematian tambahan tiap tahun.
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
WMO PBB: Karhutla Ancam Kualitas Udara Global
Dunia
Peringatan WMO: Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Bisa Perparah Polusi Udara Global
Peningkatan polusi udara akibat kebakaran hutan dan gelombang panas dapat menghambat upaya global memperbaiki kualitas udara.
Yusuf Abdillah - Senin, 07 September 2026
Peringatan WMO: Kebakaran Hutan dan Gelombang Panas Bisa Perparah Polusi Udara Global
Indonesia
Pontianak Puncaki Daftar Kota Paling Berpolusi di Indonesia Hari Ini, Kotamu Aman?
Pontianak menduduki puncak kota paling berpolusi di Indonesia dengan indeks AQI berbahaya, sementara Medan jadi yang terbersih. Cek ranking kualitas udara kotamu hari ini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 07 September 2026
Pontianak Puncaki Daftar Kota Paling Berpolusi di Indonesia Hari Ini, Kotamu Aman?
Indonesia
Polusi Udara Jakarta Memburuk, Dinkes Imbau Kelompok Rentan Kurangi Aktivitas di Luar
Dinkes DKI Jakarta mengimbau bayi, balita, dan lansia mengurangi aktivitas di luar rumah saat polusi udara Jakarta sedang tidak baik.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Polusi Udara Jakarta Memburuk, Dinkes Imbau Kelompok Rentan Kurangi Aktivitas di Luar
Lifestyle
Tips Jaga Daya Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA pada Musim Kemarau
Cuaca panas dan meningkatnya polusi udara selama musim kemarau dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Yusuf Abdillah - Senin, 17 Agustus 2026
Tips Jaga Daya Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA pada Musim Kemarau
Indonesia
Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat pada HUT RI, Warga Disarankan Pakai Masker
Kualitas udara Jakarta tercatat berada pada kategori tidak sehat pada Senin (17/8) pagi WIB.
Yusuf Abdillah - Senin, 17 Agustus 2026
Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat pada HUT RI, Warga Disarankan Pakai Masker
Indonesia
Polusi Jakarta Disorot Usai AC Milan Vs Chelsea, Pramono Siapkan Hujan Buatan
Polusi Jakarta disorot usai laga AC Milan Vs Chelsea. Gubernur DKI Pramono Anung menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca atau hujan buatan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 11 Agustus 2026
Polusi Jakarta Disorot Usai AC Milan Vs Chelsea, Pramono Siapkan Hujan Buatan
Bagikan