Strategi Pariwisata Hawaii Pasca COVID-19
Pariwisata Hawaii memiliki protokol baru untuk wisatawan (Foto: Unsplash/Branden Jarvis)
DI SAAT dunia sedang fokus pada pemulihan dari efek COVID-19, banyak orang memimpikan perjalanan yang layak bisa menjadi kenyataan. Beberapa destinasi ramai pengunjung sepanjang tahun mengambil kesempatan untuk berkumpul kembali. Mereka menyusun rencana yang bermanfaat dan aman untuk masa depan. Hawaii adalah salah satu contohnya.
Tanggapan negara bagian Aloha terhadap penyebaran COVID-19 adalah salah satu yang paling tegas di AS. Alhasil, Hawaii tetap memiliki jumlah penularan yang rendah dibandingkan dengan destinasi lainnya. Dengan pariwisata sebagai sumber utama stabilitas ekonomi bagi negara bagian tersebut, pembicaraan telah beralih ke bagaimana Hawaii dapat dengan aman dan bertanggung jawab menyambut pelancong di masa depan.
Baca juga:
Pelonggaran Lockdown, Nevada Merilis Pedoman Pembukaan Kembali Kasino
"Ketika kita mulai mengembangkan rencana pemulihan, industri akan perlu membuat protokol keselamatan 'kelas dunia' yang didukung oleh penelitian dan didukung oleh para ahli kesehatan. Dari saat para pelancong naik pesawat ke pulau-pulau, hingga ketika mereka naik penerbangan pulang," terang Kalani Kaaanaana, Direktur Urusan Budaya Hawaii untuk Otoritas Pariwisata Hawaii mengatakan kepada Lonely Planet.
Ia juga menambahkan baik penghuni dan pengunjung perlu memiliki kepercayaan bahwa maskapai penerbangan, bandara, hotel, transportasi, restoran, kegiatan, dan atraksi secara konsisten memberikan perlindungan dari COVID-19. Protokol ini menjadi bagian dari janji merek mereka.
Baca juga:
Pantai Los Angeles Kembali Dibuka, Boleh Olahraga Tapi Tidak Berjemur
Kaanaana juga mengatakan misi Otoritas Pariwisata Hawaii adalah untuk mengelola pariwisata secara strategis dan sustainable atau berkelanjutan. Pariwisata Hawaii juga konsisten dengan tujuan ekonomi, nilai-nilai budaya, pelestarian sumber daya alam, keinginan masyarakat, dan kebutuhan industri pengunjung.
Dengan sektor ini menyediakan keamanan ekonomi dan stabilitas pekerjaan, namun berdampak pada hal-hal seperti sustainable, lingkungan, dan perumahan. Otoritas Pariwisata Hawaii saat ini memiliki rencana yang menguraikan visi mereka untuk masa depan yang berkelanjutan dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti budaya, komunitas dan sumber daya alam.
"Rencana ini mewakili komitmen kita kembali pada misi itu dan, secara signifikan, menggeser lebih banyak penekanan untuk mengatasi dampak pariwisata. Pergeseran ini mengakui perlunya pariwisata untuk memberikan pengalaman pengunjung yang berkualitas dan peningkatan kualitas hidup penduduk, yang, jika digabungkan, merupakan bahan yang diperlukan untuk kesuksesan jangka panjang," tukasnya. (lgi)
Baca juga:
Lebih Ketat Dari COVID-19, Seperti Ini Masa Karantina Astronot Apollo 11
Bagikan
Leonard
Berita Terkait
Menpar Widiyanti Bantah Bali Sepi Wisatawan, Data 2025 Tunjukkan Tren Positif
Resorts World Genting Jalin Kemitraan Kemitraan Strategis dengan Stakeholder Pariwisata, Bersiap Kenalkan Eufloria
Whoosh Jadi Incaran Turis Asing, Hampir 300 Ribu WNA Malaysia Datang Cuma Buat Naik
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar