Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik

Penumpang Kereta Api Turun di Stasiun Cirebon saat Nataru 2026.(foto: Merahputih.com/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - CIREBON berperan sebagai titik penting pergerakan masyarakat di Pulau Jawa selama masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Letaknya yang berada di pertemuan jalur utara dan selatan menjadikan wilayah ini sebagai simpul mobilitas yang menghubungkan perjalanan lintas kota, lintas provinsi, hingga lintas tujuan wisata.

Vice President of Corporate Communication of KAI Anne Purba menyampaikan aktivitas perjalanan di Cirebon selama Nataru mencerminkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus meningkatnya minat perjalanan wisata berbasis kereta api. Peran strategis ini terlihat dari padatnya layanan kereta api yang melayani naik turun pelanggan di Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebon Prujakan.

Selama periode Nataru, dalam satu hari operasional, tercatat sebanyak 63 kereta api reguler dan 17 kereta api tambahan dari arah timur ke barat, serta 66 kereta api reguler dan 17 kereta api tambahan dari arah barat ke timur yang melayani naik turun pelanggan di kedua stasiun tersebut.

Sebanyak 17 kereta api tambahan tersebut mencakup layanan penumpang Motis Nataru, yang mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi kendaraan roda dua antarwilayah.

Cirebon memiliki peran khas karena menghubungkan jalur utara seperti Jakarta dan Semarang dengan jalur selatan menuju Purwokerto dan Yogyakarta. "Posisi ini membuat Cirebon menjadi titik transit penting bagi pelanggan yang melanjutkan perjalanan ke berbagai wilayah,” ujar Anne di Jakarta dikutip Senin (5/1).

Baca juga:

Meteor Jatuh di Cirebon 5 Oktober 2025: Warga Dengar Dentuman Keras


Berdasarkan data angkutan Nataru Daerah Operasi 3 Cirebon hingga Minggu, 4 Januari 2026 pukul 10.00 WIB, volume pelanggan secara kumulatif pada periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mencapai 274.400 pelanggan, terdiri atas 136.081 pelanggan naik dan 138.319 pelanggan turun. Pada hari yang sama, pergerakan harian tercatat 16.867 pelanggan, dengan 9.423 pelanggan naik dan 7.444 pelanggan turun.

Di Stasiun Cirebon, volume kumulatif mencapai 114.821 pelanggan, dengan pergerakan harian pada Minggu, 4 Januari 2026 sebanyak 6.385 pelanggan. Sementara itu, Stasiun Cirebon Prujakan mencatat volume kumulatif 45.232 pelanggan, dengan pergerakan harian 2.830 pelanggan.

Data ini menegaskan peran kedua stasiun sebagai pintu masuk dan keluar utama kawasan Cirebon selama periode libur panjang. Tingginya mobilitas tersebut sejalan dengan capaian penjualan tiket di wilayah Daop 3 Cirebon. Dari kapasitas 74.988 tempat duduk, tiket yang terjual mencapai 81.244 tiket atau setara 108 persen.

Tingkat keterisian ini dipengaruhi pola perjalanan pelanggan yang dinamis, dengan naik dan turun di berbagai stasiun sepanjang rute perjalanan.

Selain pergerakan domestik, Cirebon juga mencatat pertumbuhan wisatawan mancanegara. Sepanjang 2025, sebanyak 21.806 wisatawan mancanegara tercatat berangkat menggunakan kereta api jarak jauh dari wilayah Daop 3 Cirebon, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 19.280 wisatawan mancanegara. Stasiun Cirebon menjadi yang tertinggi dengan melayani 12.566 wisatawan mancanegara.

Anne menjelaskan konektivitas kereta api memudahkan wisatawan mengakses berbagai destinasi unggulan Cirebon, mulai dari kawasan keraton dan heritage, wisata religi, hingga pusat kuliner serta menuju kota dan kabupaten penyangga seperti Majalengka, Indramayu dan Kuningan.

Pergerakan wisatawan tersebut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pelaku UMKM, perajin, pedagang kuliner, serta penyedia jasa transportasi dan akomodasi di sekitar stasiun dan kawasan wisata.

“Arus pelanggan dan wisatawan yang melalui Cirebon memberi dampak langsung bagi perekonomian lokal. Aktivitas ini menguatkan peran kereta api sebagai penghubung wilayah sekaligus penggerak ekonomi daerah,” kata Anne.(knu)

Baca juga:

KA Ranggajati dan Argo Cirebon Fakultatif Pakai Kereta Ekonomi New Generation per 1 November 2024





#Kereta Api #Wisata #Cirebon
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
2 Kereta Tabrakan di Inggris, Korban Capai 80 Orang
Dilaporkan satu orang meninggal dunia dan beberapa orang lainnya terluka setelah dua kereta api bertabrakan di dekat Kota Bedford.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 20 Juni 2026
2 Kereta Tabrakan di Inggris, Korban Capai 80 Orang
Indonesia
Jumlah Penumpang KA Jarak Jauh dan Lokal Capai 24 Juta Penumpang
Pertumbuhan di Sumatra menjadi bagian penting dari penguatan konektivitas daerah.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
Jumlah Penumpang KA Jarak Jauh dan Lokal Capai 24 Juta Penumpang
Indonesia
Spring Airlines Buka Rute Jakarta Shenzhen dan Guangzhou dari Bandara Soetta
Penambahan rute-rute internasional ini mencerminkan tingginya minat maskapai global untuk memperluas jaringan penerbangan menuju Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 17 Juni 2026
Spring Airlines Buka Rute Jakarta Shenzhen dan Guangzhou dari Bandara Soetta
Indonesia
Kereta Api Rajabasa Lampung-Palembang Dimodif Jadi Premium, Tarif Bakal Naik?
KA Rajabasa Lampung–Palembang kini hadir dengan kereta ekonomi premium modifikasi.
Wisnu Cipto - Selasa, 16 Juni 2026
Kereta Api Rajabasa Lampung-Palembang Dimodif Jadi Premium, Tarif Bakal Naik?
Indonesia
166,15 Juta Orang Gunakan Layanan Urban Listrik KAI Group, Pangkas Emisi Karbon dengan Transportasi Ramah Lingkungan
Layanan urban berbasis listrik KAI Group menjadi bagian penting dari mobilitas perkotaan modern.
Dwi Astarini - Minggu, 14 Juni 2026
166,15 Juta Orang Gunakan Layanan Urban Listrik KAI Group, Pangkas Emisi Karbon dengan Transportasi Ramah Lingkungan
Indonesia
92 Lokasi Operasional PT KAI Sudah Sudah Pakai Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Saat ini, panel surya yang terpasang di berbagai stasiun, balai yasa, depo, dan fasilitas operasional lainnya telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari perusahaan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 10 Juni 2026
92 Lokasi Operasional PT KAI Sudah Sudah Pakai Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Indonesia
116 Perlintasan Kereta Berisiko Tinggi Sudah Ditutup, Sisa Tinggal 56 Titik Lagi
PT KAI menutup 116 dari 172 perlintasan sebidang berisiko tinggi. Data menunjukkan 1.074 kecelakaan terjadi sejak 2023, mayoritas di perlintasan tidak terjaga.
Wisnu Cipto - Rabu, 03 Juni 2026
116 Perlintasan Kereta Berisiko Tinggi Sudah Ditutup, Sisa Tinggal 56 Titik Lagi
Fun
Pilihan Asik Short Escape di PIK, Liburan Panjang Tetap Seru Tanpa Harus Keluar Jakarta
Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) menawarkan banyak pilihan lokasi berlibur singkat tanpa harus bepergian terlalu jauh, tetapi tetap seru dan asik.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Pilihan Asik Short Escape di PIK, Liburan Panjang Tetap Seru Tanpa Harus Keluar Jakarta
Indonesia
Hampir 1 Juta Orang Hilir Mudik Naik Kereta di Libur Panjang Idul Adha
PT KAI mencatat 911.176 tiket terjual pada libur panjang Idul Adha 2026. Pasar Senen, Gambir, dan Yogyakarta jadi stasiun terpadat. Relasi Gambir–Yogyakarta paling diminati.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Hampir 1 Juta Orang Hilir Mudik Naik Kereta di Libur Panjang Idul Adha
Indonesia
55 Persen Perlintasan Sebidang dengan Tingkat Risiko Tinggi Telah Ditutup
PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menutup 94 titik dari 172 prioritas penutupan perlintasan sebidang yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Frengky Aruan - Selasa, 26 Mei 2026
55 Persen Perlintasan Sebidang dengan Tingkat Risiko Tinggi Telah Ditutup
Bagikan