MERAHPUTIH.COM - PERJALANAN menuju Kepulauan Seribu berpotensi semakin terintegrasi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memperkuat transportasi laut mulai 2027 membuka peluang terbentuknya perjalanan yang menghubungkan kereta api, transportasi perkotaan, hingga kapal penyeberangan. Dalam skema tersebut, Stasiun Angke dan Stasiun Ancol dapat mengambil peran sebagai titik awal perjalanan masyarakat dari daratan Jakarta menuju kawasan pesisir sebelum melanjutkan perjalanan ke Kepulauan Seribu.
Penguatan transportasi laut ini sebelumnya disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Menurutnya, pengelolaan transportasi laut menuju dan dari Kepulauan Seribu direncanakan dialihkan kepada PT Transportasi Jakarta untuk meningkatkan kemudahan dan efisiensi perjalanan masyarakat.
Kebijakan tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat kesetaraan akses transportasi bagi warga Kepulauan Seribu dengan masyarakat Jakarta di wilayah daratan.
Vice President Corporate Communication of KAI Anne Purba mengatakan konektivitas antarmoda menjadi penting karena perjalanan menuju Kepulauan Seribu tidak dapat mengandalkan satu jenis transportasi saja.
Baca juga:
Transjakarta Bakal Kelola Transportasi Laut ke Kepulauan Seribu Mulai 2027, Tarifnya Lebih Murah?
“Kereta api dapat mengambil peran pada perjalanan dari berbagai wilayah menuju kawasan Jakarta, kemudian perjalanan dilanjutkan dengan transportasi perkotaan menuju pelabuhan dan selanjutnya menggunakan angkutan laut,” ujar Anne di Jakarta, Selasa (11/8)
Salah satu jalur yang berpotensi digunakan masyarakat yakni perjalanan melalui Stasiun Angke menuju kawasan Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke. Dari stasiun, perjalanan dapat diteruskan menggunakan transportasi perkotaan menuju kawasan pelabuhan yang menjadi salah satu akses penyeberangan ke Kepulauan Seribu.
Alternatif lainnya berada di kawasan Ancol. Stasiun Ancol berjarak sekitar 2–3 kilometer dari kawasan Marina Ancol yang menjadi salah satu titik keberangkatan perjalanan laut menuju sejumlah pulau di Kepulauan Seribu.
Besarnya aktivitas di dua stasiun tersebut menunjukkan bahwa kawasan ini telah memiliki basis pergerakan masyarakat yang cukup besar. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Stasiun Angke mencatat 1.505.477 aktivitas pelanggan saat masuk melalui gate dan 1.584.099 aktivitas saat keluar. Jika digabungkan, jumlahnya mencapai 3.089.576 aktivitas pelanggan hanya dalam enam bulan.
Jumlah tersebut melanjutkan tren pertumbuhan aktivitas di Stasiun Angke. Pada 2024, stasiun tersebut mencatat 5.520.375 aktivitas gate in dan gate out. Angka itu meningkat menjadi 5.927.071 aktivitas pada 2025 atau tumbuh 7,37 persen. Sementara itu, Stasiun Ancol mencatat 295.180 aktivitas gate in dan 255.109 gate out sepanjang semester pertama 2026. Totalnya mencapai 550.289 aktivitas pelanggan.
Angka semester pertama tersebut sudah setara sekitar 53,4 persen dari total aktivitas Stasiun Ancol selama 2025 yang mencapai 1.030.402 aktivitas.
Menurut Anne, tingginya pergerakan pelanggan di kedua stasiun tersebut memperlihatkan potensi jaringan Commuter Line sebagai bagian dari perjalanan masyarakat menuju kawasan pesisir. “Semakin banyak pilihan transportasi publik menuju titik penyeberangan, semakin luas pula masyarakat yang dapat menjangkau Kepulauan Seribu,” katanya.
Konektivitas Buka Peluang Ekonomi
Konektivitas ini tidak hanya berkaitan dengan perjalanan wisata. Bagi warga Kepulauan Seribu, transportasi yang semakin terintegrasi dapat mempermudah akses menuju berbagai fasilitas dan aktivitas di daratan Jakarta, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemerintahan, perdagangan hingga tempat kerja.
Sebaliknya, masyarakat dari Jakarta dan wilayah Jabodetabek juga memiliki akses yang lebih mudah untuk berkunjung ke Kepulauan Seribu. Dampaknya berpotensi merambah sektor ekonomi masyarakat kepulauan. Kemudahan akses wisatawan dapat ikut menggerakkan usaha penginapan, kuliner, jasa penyewaan kapal, pemandu wisata, perdagangan hingga transportasi lokal.
Kepulauan Seribu sendiri memiliki lebih dari 110 pulau dengan potensi wisata bahari yang menjadi salah satu daya tarik Jakarta. Sejumlah destinasi seperti Pulau Pari, Pulau Tidung, Pulau Pramuka dan Pulau Untung Jawa telah menjadi tujuan wisata masyarakat.
Dengan konektivitas yang lebih baik, perjalanan menuju pulau-pulau tersebut berpotensi menjadi lebih sederhana karena masyarakat dapat menggunakan beberapa moda transportasi dalam satu rangkaian perjalanan.
Anne menilai keterhubungan antarmoda pada akhirnya bukan hanya membuat perjalanan lebih mudah, tetapi juga membuka akses terhadap potensi ekonomi yang sebelumnya dipisahkan kondisi geografis.
“Rel dapat menjadi awal perjalanan menuju laut. Dari berbagai wilayah Jabodetabek, masyarakat dapat menggunakan Commuter Line, melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan, kemudian menyeberang menikmati Kepulauan Seribu,” ujar Anne.
Dengan demikian, penguatan transportasi menuju Kepulauan Seribu tidak hanya berbicara mengenai penambahan layanan kapal. Integrasi sejak perjalanan dari daratan menjadi bagian penting agar Kepulauan Seribu semakin dekat dengan pusat aktivitas Jakarta.(knu)
Baca juga:
Ribuan Orang Menyebrang ke Kepulauan Seribu Nikmati Libur Paskah